Edisi 07 Mei 2012

  • Kunjungan Dewan ke luar negeri
    Pokok dan Tokoh

    Kunjungan Dewan ke luar negeri

    " Saya saja kalau kerja diberi fasilitas tiket, mau bawa istri, malu."

    Ferdi Hasan, 39 tahun, presenter

  • <font face=arial size=2 color=#ff9900>Pongky Barata</font><br />Sumbangan via E-mail
    Pokok dan Tokoh

    Pongky BarataSumbangan via E-mail

    Ini cara kreatif Pongky Barata, 34 tahun, menjual single terbarunya. Mantan vokalis kelompok musik Jikustik ini woro-woro ke media sosial, barang siapa tertarik agar mengirimkan alamat surat elektronik kepadanya.

  • <font face=arial size=2 color=#ff9900>Astrid Sartiasari</font><br />Menghafal Saranghamnida
    Pokok dan Tokoh

    Astrid SartiasariMenghafal Saranghamnida

    Dua minggu. Itu waktu yang diberikan kepada penyanyi Astrid Sartiasari untuk mempelajari dan menghafal lagu terkenal Saranghamnida karya penyanyi Korea Selatan, Hwang ­Young-min alias Tim. Pencetak hit single Jadikan Aku yang Kedua ini diminta berduet dengannya. Untung ternyata rekamannya berbahasa Indonesia. "Saya pikir harus belajar bahasa Korea dulu," katanya.

  • <font face=arial size=2 color=#ff9900>Ganjar Pranowo</font><br />Gila Dream Theater
    Pokok dan Tokoh

    Ganjar PranowoGila Dream Theater

    Akhir pekan lalu suara Ganjar Pranowo habis. Tapi penyebabnya bukan terlalu sibuk cuap-cuap sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Ternyata Dream Theater, band rock yang baru saja menggelar konser di Jakarta, jadi pangkal soalnya. ‘’Saat menonton, saya berteriak-teriak, emosi diledakin sepanjang konser,’’ kata politikus PDI Perjuangan ini.

  • Mitigasi Bencana dan Survival of The Fittest
    Kolom

    Mitigasi Bencana dan Survival of The Fittest

    Danny Hilman Natawidaja*

    Alam punya dua sisi muka. Satu sisi terlihat ramah dan pemurah, sisi lainnya bengis dan tak kenal ampun. Nusantara sangat ideal merefleksikan dua karakter antagonistik ini. Negeri kita dikaruniai potensi sumber daya alam yang melimpah-ruah, tapi juga ancaman bencana alam yang luar biasa, termasuk banyaknya jalur patahan gempa, 140-an gunung api aktif, serta ancaman banjir dan tsunami. Karena itu, kelangsungan hidup bangsa dan negara sangat bergantung pada seberapa serius dan pintar kita mengelola kedua sisi antagonis ini.

  • Invasi Korea, Sorry, Sorry
    Gaya Hidup

    Invasi Korea, Sorry, Sorry

    Konser Super Junior menjadi bukti keberhasilan invasi budaya pop Korea ke Indonesia. Mengapa anak-anak kita begitu tergila-gila pada band Korea?

  • Ketika Dong Merajalela
    Bahasa

    Ketika Dong Merajalela

    Putu wijaya*

    Pada 1989, saya menulis skenario film Cas-Cis-Cus. Tapi Departemen Penerangan, yang pada waktu itu masih menjadi penjaga gawang pembuatan film Indonesia, hampir tidak memberi izin. Alasannya: Cas-Cis-Cus tidak diakui dalam kamus sebagai sebuah kata. Judul itu harus diubah. Tapi saya sudah telanjur jatuh cinta. Bunyi itu mewakili pengertian yang tidak hanya belum ada kesepakatan namanya, tapi juga sulit digantikan. Ia sudah jadi pengertian yang kompleks, mengandung banyak arti. Berlumuran berbagai rasa.

  • Mama Aleta di Gunung Batu
    Selingan

    Mama Aleta di Gunung Batu

    Dimotori seorang perempuan, masyarakat Mollo di Pulau Timor berhasil mengusir perusahaan tambang. Hutan gundul dikonversi menjadi lahan hijau.

  • Berkah Emas di Hutan Adat
    Selingan

    Berkah Emas di Hutan Adat

    Masyarakat adat Kasepuhan Cisitu bertekad menghidupkan kembali tambang emas Cikotok, Banten. Berhasil mengusir penambang liar.

  • Para Penjaga Hutan Kita
    Selingan

    Para Penjaga Hutan Kita

    Mereka ada di hutan-hutan paling pelosok di negeri kita. Berayah pohon, beribu sungai, berbekal nyali dan akal panjang, mereka berupaya merawat hutan dengan segala daya. Mereka menahan laju pembalakan liar, menghalau para cukong kayu dan kebun sawit yang mencurangi isi hutan. Mereka mengusir investor perusak gunung marmer, serta mati-matian membentengi tambang emas dari penjarah liar. Ada yang menyebut mereka anak-anak hutan yang setia: suku Dayak Iban, di pedalaman Kapuas Hulu, Kalimantan Barat; warga Kasepuhan Cisitu, di kaki Gunung Halimun, Banten; suku Mollo, di dataran tinggi Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Hari Bumi, yang jatuh setiap 22 April, membawa ingatan kita pada mereka.

  • Kekasih Hati yang Tak Berbudi
    Film

    Kekasih Hati yang Tak Berbudi

    Diadaptasi dari novel Guy de Maupassant, film ini mencoba menyusuri kehidupan veteran tentara yang menjadi jurnalis gadungan dan playboy pujaan.

  • Srawung di Kaki Borobudur
    Seni

    Srawung di Kaki Borobudur

    Tokoh meditasi gerak, Suprapto Suryodarmo, menggagas acara yang mempertemukan dunia arkeologi, spiritual, dan seni pertunjukan di Borobudur.

  • Usut Video Porno Parlemen
    Indikator

    Usut Video Porno Parlemen

    DI tengah maraknya diskusi tentang rencana pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi, aksi brutal geng motor di Jakarta, serta penyidikan kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet, dua pekan lalu publik dikejutkan oleh munculnya video porno anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Menyebar cepat lewat media sosial dan pesan pendek di BlackBerry, video panas itu jadi bahan perbincangan di mana-mana.

  • <font face=arial size=1 color=red>Tempo Doeloe</font><br />Kesurupan Deep Purple
    Kartun

    Tempo DoeloeKesurupan Deep Purple

    PEKAN lalu, sembilan pemuda rupawan asal Korea Selatan menggegerkan Jakarta. Untuk pertama kali dalam sejarah, boyband kondang Super Junior alias Suju menggelar konser di Indonesia. Ribuan gadis dan perempuan setengah baya rela antre belasan jam demi tiket menonton idola mereka. Puluhan tergencet dan pingsan.

  • Gelang Pengendus Kejang
    Inovasi

    Gelang Pengendus Kejang

    DI mata Rosalind Picard, pemakaian perangkat electroencephalograph (EEG) untuk mendeteksi serangan kejang pada penderita epilepsi sudah ketinggalan zaman. Alat pengukur aktivitas otak berdasarkan gelombang elektrik itu tidak praktis digunakan untuk memprediksi kapan serangan kejang datang.

  • Bukan Penyimpan Data Biasa
    Etalase

    Bukan Penyimpan Data Biasa

    Di tangan produsen perhiasan dan pisau lipat, nilai sebuah flash disk bisa berkali-kali lipat. Tak cuma membuatnya sebagai alat menyimpan data untuk keperluan bekerja, para produsen ini juga memberi sentuh­an khas layaknya barang mewah berharga. Harganya mencapai ratusan juta rupiah. Berikut ini beberapa penyimpan data yang bisa dikoleksi.

  • Buku di Era Digital
    Angka

    Buku di Era Digital

    BUAT sebagian orang, tak lengkap rasanya membaca buku tanpa menyentuh sampul buku dengan ujung jari mereka. Tapi tren itu mulai bergeser. Kehadiran buku elektronik-biasa disebut e-book-telah menjadi pesaing serius bagi buku konvensional. Setumpuk buku elektronik bisa dikemas menjadi satu perpustakaan digital yang memungkinkan pencinta buku tak perlu repot membawanya saat liburan.

  • Momen
    Internasional

    Momen

    AMERIKA SERIKAT
    Menjual Isu Al-Qaidah

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama ternyata belum puas atas kematian pemimpin Al-Qaidah, Usamah bin Ladin, setahun silam. Menjelang kampanye pemilihan presiden, ada impiannya yang belum terwujud: menghancurkan Al-Qaidah. "Kita telah berada di jalan yang benar," ujar Obama dalam pidato memperingati setahun tewasnya Bin Ladin di Afganistan pekan lalu.

  • <font face=arial size=2 color=#ff9900>Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Islam, Massoud Sadjareh:</font><br />Guantanamo Harus Ditutup
    Internasional

    Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Islam, Massoud Sadjareh:Guantanamo Harus Ditutup

    Raut wajah pria paruh baya berjenggot panjang itu tak tampak kelelahan. Padahal laki-laki 71 tahun itu selama dua hari maraton mengikuti diskusi dengan aktivis hak asasi manusia dari Amerika Serikat, Iran, Malaysia, dan aktivis Islam Indonesia di Bandung, Sabtu dua pekan lalu. Acara ini digelar Pusat Advokasi dan Hak Asasi Manusia Indonesia. Kunjungan ini adalah bagian dari tur kampanye untuk menghilangkan Islamofobia.

  • Pesan Pendek Dihapus Pidana Terendus
    Internasional

    Pesan Pendek Dihapus Pidana Terendus

    Mantan insinyur Beyond Petroleum diadili dalam kasus pencemaran laut Teluk Meksiko. Perusahaan induk terancam terseret.

  • Demo Menyentuh Dataran Merdeka
    Internasional

    Demo Menyentuh Dataran Merdeka

    Penyelenggara aksi Bersih 3.0 dituding tak mampu mengontrol massa. Orang-orang tua ikut berdemo.

  • Potong Gaji untuk Menang
    Internasional

    Potong Gaji untuk Menang

    Masalah lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi jadi pekerjaan rumah yang krusial. Sarkozy berusaha menggaet dukungan kelompok kanan.

  • <font face=arial size=2 color=#ff9900>Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S. Radjab: </font><br />Polisi Terlibat, Saya Pecat
    Laporan Utama

    Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S. Radjab: Polisi Terlibat, Saya Pecat

    BAGI jenderal polisi bintang dua ini, memberantas narkoba di Kampung Ambon gampang-gampang susah. Gampangnya, kawasan itu sudah lama terdeteksi sebagai sarang narkoba. "Susahnya, jejaring narkoba di sana terlalu kuat," kata Untung S. Radjab kepada wartawan Tempo Anton Aprianto, Pramono, dan Rina Widiastuti, Jumat pekan lalu.

  • Penggemar Pesta di STOVIA
    Laporan Utama

    Penggemar Pesta di STOVIA

    Generasi pertama warga Kampung Ambon di Kompleks Permata, Cengkareng, dulunya tinggal di eks gedung STOVIA. Di tempat ini, mereka sudah mengenal narkoba.

  • Pasien, Doa, dan Asap Sabu
    Laporan Utama

    Pasien, Doa, dan Asap Sabu

    Rezeki narkoba mengalir ke segala arah di Kampung Ambon. Polisi diduga ikut berperan.

  • <font face=arial size=2 color=#ff9900>Irene Sophia Tupessy:</font><br />Jangan Ganggu Keluarga Saya
    Laporan Utama

    Irene Sophia Tupessy:Jangan Ganggu Keluarga Saya

    Penampilannya jauh berbeda dengan saat ia ditangkap di Indramayu, Jawa Barat, 4 Maret lalu. Kala itu ia terlihat lusuh dan kuyu. Irene Sophia Tupessy, 45 tahun, saat ditemui Tempo di tahanannya di Polres Jakarta Pusat, beberapa pekan lalu, terlihat segar. Alisnya bercelak, wajahnya berlapis bedak, dan rambutnya pun berponi. Kendati demikian, dengan tonjolan rahang kukuh, kesan sangar memang tetap melekat pada perempuan bertinggi 160 sentimeter itu.

  • Tangan Godfather di Kampung Ambon
    Laporan Utama

    Tangan Godfather di Kampung Ambon

    Kampung Ambon di Cengkareng, Jakarta Barat, merupakan surga bagi pemburu narkoba. Apa pun tersedia di sana, 24 jam: sabu, ekstasi, dan putaw. Silih berganti digerebek, bisnis narkoba tetap semarak. Polisi berharap kasus Irene Sophia Tupessy menjadi pintu masuk pemberantasan narkoba di sana.

  • Berdamai dengan Dua Wajah
    Kesehatan

    Berdamai dengan Dua Wajah

    Bunuh diri pada penderita gangguan bipolar 20 kali lebih tinggi dibanding orang kebanyakan. Bisa ditekan dengan deteksi dan terapi dini.

  • Bukan Anak Ambon, tapi...
    Obituari

    Bukan Anak Ambon, tapi...

    Dr Endang Rahayu Sedyaningsih mempunyai konsep kesehatan masyarakat yang jelas. Tapi beban psikologisnya berat.

  • Interior
    Catatan Pinggir

    Interior

    Seorang penduduk kota besar adalah seorang tamu di beberapa ruang duduk.

    Pagi-pagi ia akan duduk sarapan. Beberapa menit kemudian ia akan di atas sadel sepeda motor, atau dalam angkot, atau dalam mobilnya sendiri. Sejam dua jam lamanya ia akan hadir di jalan yang macet. Kemudian ruang berikutnya: pabrik, restoran, bank, atau kantor jawatan, di mana ia akan bekerja atau pura-pura bekerja. Lalu ia akan pulang—melalui rute yang membuat kendaraan, yang bergerak pelan di jalan yang padat, jadi ruang tunggu yang panjang.

  • <font face=arial size=2 color=#ff9900>Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto:</font><br />Kasus Angie Hanya Serpihan Kecil
    Wawancara

    Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto:Kasus Angie Hanya Serpihan Kecil

    Berkali-kali Bambang Widjojanto melongok ke personal computer di sisi kanan meja kerjanya. Di layar, terpampang semua ruangan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Wakil Ketua KPK itu menggeser tetikus komputernya untuk mengecek hingga ke pintu depan ruang tahanan. Saat ini, di dalam ruangan itu hanya ada dua penghuni: Angelina Sondakh dan Mindo Rosalina Manulang. Bagi Bambang, dua wanita yang beberapa bulan terakhir menyedot perhatian media itu hanyalah "serpihan kecil". Masih banyak urusan KPK yang tak kalah penting, meski tak melibatkan nama-nama besar.

  • Siap Perang untuk Newmont
    Hukum

    Siap Perang untuk Newmont

    Gagal di jalur lobi, keinginan pemerintah membeli saham Newmont masuk ke Mahkamah Konstitusi. Presiden pun berhadapan dengan DPR dan BPK.

  • Mitigasi Bencana dan Survival of The Fittest
    Kolom

    Mitigasi Bencana dan Survival of The Fittest

    Danny Hilman Natawidaja*

    Alam punya dua sisi muka. Satu sisi terlihat ramah dan pemurah, sisi lainnya bengis dan tak kenal ampun. Nusantara sangat ideal merefleksikan dua karakter antagonistik ini. Negeri kita dikaruniai potensi sumber daya alam yang melimpah-ruah, tapi juga ancaman bencana alam yang luar biasa, termasuk banyaknya jalur patahan gempa, 140-an gunung api aktif, serta ancaman banjir dan tsunami. Karena itu, kelangsungan hidup bangsa dan negara sangat bergantung pada seberapa serius dan pintar kita mengelola kedua sisi antagonis ini.

  • Dalam Kuasa Bahasa
    Buku

    Dalam Kuasa Bahasa

    Kita dicecar lambang suatu produk yang dikemas dalam bahasa sugestif.

  • Irit dengan Teknologi Semar Buang Angin
    Ilmu dan Teknologi

    Irit dengan Teknologi Semar Buang Angin

    Universitas Gadjah Mada membuat konverter yang memungkinkan mobil melaju dengan bahan bakar gas. Minimnya stasiun gas jadi kendala.

  • Lain Meksiko, Lain Lapindo
    Opini

    Lain Meksiko, Lain Lapindo

    Pengadilan membuka sidang pidana kasus Teluk Meksiko. Kemauan kuat pemerintah AS mesti ditiru dalam kasus Lapindo.

  • Bikin Jera Para Buron
    Opini

    Bikin Jera Para Buron

    Belasan koruptor kabur gara-gara administrasi hukum yang lemah dan kongkalikong. MA perlu membenahi mekanisme putusannya.

  • Andai Angie Jadi Justice Collaborator
    Opini

    Andai Angie Jadi Justice Collaborator

    Mungkin bagus jika Angelina Sondakh bekerja sama dengan KPK. Tapi belum ada undang-undang yang mengaturnya.

  • Narkoba di Kampung Ambon
    Opini

    Narkoba di Kampung Ambon

    MEMINJAM istilah Betawi, pasar narkoba di Kampung Ambon ibarat kagak ade matinye. Penduduk di Kompleks Permata, Cengkareng, Jakarta Barat, itu sepertinya bebas mengatur hidup mereka dengan hukum tersendiri. Aparat keamanan dan Badan Narkotika Nasional seakan-akan tak mampu menyentuh kampung yang dikenal sebagai surga transaksi narkoba yang, hebatnya, dibuka nonstop itu.

  • <font face=arial size=1 color=#ff99000>PENGUKUHAN</font><br />Nanang Priatna dan Darhim
    Album

    PENGUKUHANNanang Priatna dan Darhim

    Keduanya ditetapkan sebagai guru besar bidang pendidikan matematika Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Kamis dua pekan lalu. Digelar di gedung balai pertemuan universitas itu, Nanang menyampaikan pidato ilmiah berjudul "Mengembangkan Penalaran dan Kemampuan Memecahkan Masalah Melalui Strategi Daya Matematis di Sekolah". Adapun Darhim membacakan orasi berjudul "Guru Matematika sebagai Ilmuwan dan Siswa, Selain sebagai Guru Profesional".

  • Surat Pembaca
    Surat

    Surat Pembaca

    Hak Jawab Mabes Polri (1)

    Majalah Tempo edisi 23-29 April 2012 menerbitkan laporan berjudul "Bau Amis Kartu Inafis" di rubrik Nasional. Berita itu mengindikasikan ada fungsi yang tumpang-tindih antara proyek kartu Indonesia Automatic ­Fingerprints Identification System (Inafis) dan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Selain itu, berita tersebut memberi kesan bahwa Markas Besar Kepolisian RI tidak membuka identitas perusahaan pembuat kartu Inafis.

  • Momen
    Nasional

    Momen

    Jaksa Didesak Memburu Koruptor

    PARA penggiat antikorupsi menagih langkah konkret Kejaksaan Agung mengeksekusi terpidana korupsi, termasuk memburu mereka yang telanjur buron. "Kami sudah menyampaikan permintaan itu langsung kepada Jaksa Agung," kata anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch, Emerson Yuntho, Jumat pekan lalu.

  • Balada Wilhelmus di Negeri Walanda
    Nasional

    Balada Wilhelmus di Negeri Walanda

    Ratusan pekerja migran di Belanda telantar karena ditipu agen. Terancam menjadi kriminal.

  • Bendera Putih dari Tanah Pelarian
    Nasional

    Bendera Putih dari Tanah Pelarian

    KPK menolak permintaan istri Nazaruddin agar ditahan di rumah. Diduga sempat bepergian ke perbatasan Kuching.

  • Kamar Bawah Tanah Ibu Artis
    Nasional

    Kamar Bawah Tanah Ibu Artis

    Angelina Sondakh mulai berkomunikasi dengan Mindo Rosalina. Diminta terbuka kepada komisi antikorupsi.

  • Calon Penghuni Sel Ketiga
    Nasional

    Calon Penghuni Sel Ketiga

    Setelah Angelina Sondakh diterungku, sejumlah nama antre jadi tersangka. Yang paling dekat Wayan Koster.

  • Momen
    Ekonomi dan Bisnis

    Momen

    Pajak
    12 Juta Perusahaan Tak Bayar Pajak

    DIREKTORAT Jenderal Pajak mengungkapkan, saat ini baru 500 ribuan perusahaan yang tercatat sebagai wajib pajak badan. Itu berarti terdapat 10-12 juta perusahaan yang sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tapi belum terdaftar sebagai wajib pajak.

  • Lebih Murah dari Gajah Putih
    Ekonomi dan Bisnis

    Lebih Murah dari Gajah Putih

    Toyota kembali meluncurkan mobil hibrida. Pasar masih sangat kecil.

  • Tenun Harapan Mama Gita
    Ekonomi dan Bisnis

    Tenun Harapan Mama Gita

    Perempuan di Maluku Barat Daya berjuang memberdayakan ekonomi keluarga. Terganjal minimnya infrastruktur dan transportasi.

  • Terbang Rendah ke Mampang
    Ekonomi dan Bisnis

    Terbang Rendah ke Mampang

    Chairul Tanjung membeli sisa saham publik Garuda. Cepat dan murah.

  • Aman, untuk Sementara
    Ekonomi dan Bisnis

    Aman, untuk Sementara

    Setelah kalah di London, anak usaha Humpuss Intermoda menghadapi gugatan di New York. Aset target pembekuan sudah dipindahkan ke Indonesia.

  • Minyak Spanyol di Laut Kita
    Ekonomi dan Bisnis

    Minyak Spanyol di Laut Kita

    Penyelewengan bahan bakar minyak di laut terus terjadi. Modusnya makin canggih.

  • Catatan Pinggir

    Seorang penduduk kota besar adalah seorang tamu di beberapa ruang duduk.

    Pagi-pagi ia akan duduk sarapan. Beberapa menit kemudian ia akan di atas sadel sepeda motor, atau dalam angkot, atau dalam mobilnya sendiri. Sejam dua jam lamanya ia akan hadir di jalan yang macet. Kemudian ruang berikutnya: pabrik, restoran, bank, atau kantor jawatan, di mana ia akan bekerja atau pura-pura bekerja. Lalu ia akan pulang—melalui rute yang membuat kendaraan, yang bergerak pelan di jalan yang padat, jadi ruang tunggu yang panjang.

    Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.