Internasional 1/5

Sebelumnya Selanjutnya
text

Momen

AMERIKA SERIKAT
Menjual Isu Al-Qaidah

Presiden Amerika Serikat Barack Obama ternyata belum puas atas kematian pemimpin Al-Qaidah, Usamah bin Ladin, setahun silam. Menjelang kampanye pemilihan presiden, ada impiannya yang belum terwujud: menghancurkan Al-Qaidah. "Kita telah berada di jalan yang benar," ujar Obama dalam pidato memperingati setahun tewasnya Bin Ladin di Afganistan pekan lalu.

i

AMERIKA SERIKAT
Menjual Isu Al-Qaidah

Presiden Amerika Serikat Barack Obama ternyata belum puas atas kematian pemimpin Al-Qaidah, Usamah bin Ladin, setahun silam. Menjelang kampanye pemilihan presiden, ada impiannya yang belum terwujud: menghancurkan Al-Qaidah. "Kita telah berada di jalan yang benar," ujar Obama dalam pidato memperingati setahun tewasnya Bin Ladin di Afganistan pekan lalu.

Obama memang belum tahu persis apakah isu pemberantasan terorisme masih "laku keras" di tengah keterpurukan perekonomian Amerika. Untuk itu, Partai Demokrat mencoba menggabungkan isu antiterorisme dengan perekonomian. Seperti dituliskan dalam slogan kampanye Wakil Presiden Joe Biden di Universitas New York, "Bin Ladin tewas, General Motors Hidup".


Slogan itu dilontarkan untuk menyindir pemerintahan Partai Republik, yang dianggap menjadi biang terpuruknya perekonomian Negeri Abang Sam sekaligus gagal menangkap Bin Ladin. Biden mengatakan Obama telah memulihkan perekonomian negara dari kebangkrutan dengan kebijakan yang berani, termasuk menyelamatkan industri otomotif.

161835071162

Pekan lalu Obama meluncurkan iklan kampanye terbarunya dengan slogan "Satu Kesempatan". Iklan sepanjang 90 detik itu menampilkan mantan presiden Bill Clinton. Ia memuji Obama, yang dengan sabar selama berbulan-bulan menyiapkan serangan. "Dia (Obama) mengambil langkah lebih keras dan jalan lebih terhormat."

Gugatan Akibat Ereksi Terlalu Lama

Biasanya penderita kelainan seks berkonsultasi dengan seksolog. Namun Henry Wolf justru menyewa pengacara. Pria asal San Francisco, California, Amerika Serikat, ini menuntut produsen sepeda motor BMW karena menyebabkan dia menderita priapisme atau ereksi berkepanjangan lebih dari empat jam.

Wolf menderita kelainan itu dalam dua tahun terakhir. Alih-alih senang, dia justru merasa terganggu. Menurut pengacaranya, Vernon Bradley, Wolf menderita kelainan itu setelah sering menunggangi motor hingga empat jam.

Wolf menggugat BMW Amerika Utara dan Corbin-Pasifik. Menurut dia, jok berpuncak runcing sepeda motor BMW buatan 1993 miliknya jadi sebab. Dalam tuntutan yang diajukan ke Pengadilan Tinggi California, Kamis dua pekan lalu, pengacara Bradley menyatakan Wolf tertimpa masalah itu sejak mengendarai sepeda motor. "Sekarang dia tak bisa berhubungan seks, yang membuatnya menderita secara emosional dan mental," kata Bradley pekan lalu.

Priapisme diambil dari nama dewa kesuburan Yunani, Priapus, yang secara umum digambarkan sering mengalami ereksi dalam waktu lama. Dr Michael Luts dari Institut Urologi Michigan mengatakan tak ada data medis yang mendukung klaim Wolf. Namun dia mengatakan berkendara dalam waktu lama memang bisa membuat alat kelamin mati rasa.

KUBA
Orang Bebas ke Luar Negeri

Pemerintah Kuba mulai bersikap lunak kepada penduduknya. Kuba akan mengizinkan penduduknya bebas keluar-masuk negeri komunis itu. Namun pemerintahan Raul Castro ada kemungkinan tetap akan membatasi kepergian dokter, ilmuwan, dan personel militer ke luar negeri untuk mencegah berpindahnya mereka ke negara lain.

Dalam 18 bulan terakhir, Castro telah mencabut larangan pada sejumlah perusahaan swasta serta melegalkan bisnis real estate dan penjualan mobil.

Ini merupakan langkah besar setelah selama lima dekade Kuba mengawasi dengan ketat pergerakan penduduknya. "Ini akan menjadi langkah maju," kata Philip Peters, pakar Kuba di Institut Lexington, Virginia, Amerika Serikat.

Pelonggaran pengawasan itu akan membuka gelombang migrasi penduduk Kuba untuk bekerja di luar negeri, yang dalam jangka pendek akan meningkatkan devisa. Penduduk Kuba yang tinggal lama di luar negeri juga tidak akan kehilangan hak sebagai warga negara.

Anggota Kongres kelahiran Kuba, Ileana Ros-Lehtinen, mengatakan reformasi imigrasi di Kuba merupakan isu kurang mendasar. "Saya lebih tertarik pada perubahan yang berdampak pada kebebasan mendasar, demokrasi, dan menghormati hak asasi manusia," ujar anggota Kongres dari Partai Republik ini.

FILIPINA
Dinding Penutup Kemiskinan

PARA peserta pertemuan Dewan Gubernur Bank Pembangunan Asia (ADB) terkejut melihat Kota Manila berbeda dari biasanya. Mereka sama sekali tak melihat kemiskinan di ibu kota Filipina itu pekan silam.

Selidik punya selidik, ada dinding yang berdiri tegak di seberang jembatan di jalan dari Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino menuju pusat Kota Manila. Dinding itu menyembunyikan perkampungan kumuh yang berdiri di sepanjang tepi sungai kecil penuh sampah. "Negara lain juga akan melakukan sedikit perbaikan sebelum kedatangan tamu," ujar juru bicara kepresidenan Filipina, Ricky Carandang, Kamis pekan lalu.

Dia berharap pertemuan yang dihadiri utusan dari 67 negara anggota ADB itu akan memperlihatkan bahwa Filipina terbuka untuk bisnis.

Ketua Otoritas Pengembangan Metropolitan Manila Francis Tolentino mengatakan dia hanya ingin menunjukkan bahwa Manila tertib. Menurut dia, tak ada salahnya mempercantik lingkungan kota. "Kami tidak berusaha menyembunyikan orang-orang miskin," ujarnya.

Hal serupa kerap dilakukan bekas ibu negara Imelda Marcos. Ia mendirikan dinding di sepanjang rute yang dilalui para tamu yang menghadiri acara internasional, termasuk saat pemilihan Miss Universe di Manila pada 1974.

"Pemerintah harus menghadapi kenyataan. Bila tidak, bagaimana mereka tahu masalahnya dan menyelesaikannya," ujar sekretaris jenderal partai sayap kiri Bayan Muna, Renato Reyes.

Sekitar sepertiga dari 12 juta penduduk Manila tinggal di perkampungan kumuh.

ISRAEL
Tembok di Perbatasan Libanon

Militer Israel mulai membangun tembok sepanjang dua kilometer di perbatasan dengan Libanon pada Senin pekan lalu. Juru bicara militer Israel mengklaim tembok itu dibangun atas kerja sama dengan tentara Libanon dan Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libanon (UNIFIL). "Tujuannya, menghindari gesekan di perbatasan," ujarnya.

Tembok setinggi sepuluh meter itu dibangun untuk melindungi apartemen di kota perbatasan Metulla dari tembakan dari Kota Kfar Kila, Libanon.

Secara teknis, Israel dan Libanon terlibat perang. Namun personel militer dari kedua negara itu bertemu reguler di bawah pengawasan UNIFIL, yang menjaga perdamaian di wilayah perbatasan.

Israel memerangi kelompok Hizbullah di Libanon sejak 2006. Pertempuran di antara kedua pihak telah menewaskan 1.200 orang Libanon, sebagian besar warga ­sipil, dan 160 orang Israel, sebagian besar serdadu.

Dalam wawancara dengan surat kabar Libanon, Al-Akhbar, seorang pejabat militer Libanon mengatakan tembok akan dibangun di sisi Israel. Sejauh ini belum ada keberatan dari pemerintah Libanon.

AUSTRALIA
Titanic Abad Ke-21

SALAH satu orang terkaya Australia, Clive Palmer, berencana membangun kapal Titanic versi abad ke-21. Pengusaha tambang asal Negara Bagian Queensland itu menyewa sebuah perusahaan milik pemerintah Cina, CSC Jinling Shipyard, untuk mewujudkan ambisinya. Pembuatan kapal itu akan dimulai akhir tahun depan.

Spesifikasi dan desain kapal diupayakan sama dengan kapal aslinya, tapi dengan teknologi lebih modern. "Kapal itu akan semewah Titanic asli dengan navigasi dan sistem keamanan terbaru," ujar Palmer pekan lalu.

Keinginan Palmer itu disampaikan beberapa pekan setelah peringatan seratus tahun tenggelamnya Titanic. Kapal yang berlayar dari Southampton, Inggris, menuju New York, Amerika Serikat, itu tenggelam setelah menabrak gunung es di Laut Atlantik Utara pada 15 April 1912. Tragedi itu menewaskan lebih dari 1.500 orang.

Palmer mengatakan kapalnya tidak akan mengalami nasib serupa pendahulunya. "Tentu saja ia akan tenggelam kalau Anda melubanginya," kata dia berseloroh.

Bila berjalan sesuai dengan rencana, Titanic baru itu akan berlayar dari London, Inggris, menuju New York pada akhir 2016. Palmer, yang banyak berbisnis dengan Cina, kini merambah bisnis pariwisata. Ia memiliki resor mewah di Sunshine Coast, Queensland, dan berencana membangun armada kapal mewah.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161835071162



Internasional 1/5

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.