Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co ‚Äč
2393

Edisi 15 Agustus 2018

  • Makin Liat di Pasar Roda Empat
    Ekonomi dan Bisnis

    Makin Liat di Pasar Roda Empat

    Pabrikan Cina menyalip produsen Amerika Serikat-Eropa. Industri menunggu revisi aturan mobil murah.

  • Berenang dengan Teknologi
    Etalase

    Berenang dengan Teknologi

    RENANG adalah salah satu cabang yang menjadi pusat perhatian dalam ajang multievent olahraga.

  • Manis-Pahit di Atas Pit
    Gaya Hidup

    Manis-Pahit di Atas Pit

    Agar tetap kompetitif, perempuan atlet sepeda amatir harus konsisten berlatih di tengah kesibukan mengurus keluarga dan pekerjaan. Mengorbankan kehidupan sosial.

  • Jalur Hijau Minuman Keras Ilegal
    Hukum

    Jalur Hijau Minuman Keras Ilegal

    Petugas Bea-Cukai Tanjung Perak berhasil menggagalkan penyelundupan tiga kontainer minuman keras jenis premium. Diduga ada permainan orang dalam karena ada manipulasi aplikasi impor dan manifes barang.

  • Semprotan Pemadam Api Multifungsi
    Inovasi

    Semprotan Pemadam Api Multifungsi

    Anggota pemadam kebakaran menciptakan semprotan pemadam kobaran api multifungsi. Memudahkan kerja regu pemadam kebakaran.

  • Wawancara

    Wawancara

    Peraih Empat Emas Asian Games, Yayuk Basuki: Bonus Itu Racun

    YAYUK Basuki pernah mengangkat Indonesia ke tempat terhormat dalam Asian Games.

    Selengkapnya

  • Hukum

    Para Kaki Tangan Tengku Agam

    Irwandi Yusuf diduga mengatur banyak proyek sejak perencanaan dan menempatkan orang-orang kepercayaannya di satuan strategis. Ada kerabat, teman spesial, dan bekas kombatan.

  • Seni

    Sebuah Museum Setelah Tiga Pameran

    Tiga kali pameran koleksi Istana meyakinkan bahwa koleksi tersebut selayaknya diwadahi dalam sebuah museum seni rupa. Museum Istana akan melengkapi yang kini diusahakan oleh berbagai pihak: Museum MACAN, juga beberapa museum koleksi pribadi di Jakarta dan Solo.

  • Buku

    Berbahasa Indonesia Itu Susah

    Panduan berbahasa sehari-hari. Bermanfaat mengenali kesalahan-kesalahan pemakaian kata.

  • Ekonomi

    Jual Putus Tebu Petani

    Ketimbang mengatur harga gula petani, pemerintah diminta menetapkan harga tebu. Diyakini bisa melenyapkan pemburu rente di mata rantai pengadaan.

  • Kesehatan

    Dalam Kepungan Pornografi

    Paparan pornografi terhadap anak bisa berujung pada kekerasan seksual. Orang tua bisa mencegahnya sejak dini.

  • Dunia

    Otonomi Baru untuk Mindanao

    Undang-Undang Otonomi Bangsamoro disahkan setelah perundingan selama empat tahun. Meredam tuntutan merdeka dan menangkal ISIS.

  • Laporan Khusus

    Berkobar Semangat Manusia Tercepat

    DATANG sebagai atlet kelas dua, Sarengat memecahkan rekor nomor paling bergengsi di cabang olahraga atletik, yakni lari 100 meter, dan menjadi ikon pada Asian Games 1962 di Jakarta. Sumbangan dua medali emas dan satu perunggu dari Sarengat mendongkrak posisi Indonesia ke peringkat kedua klasemen akhir perolehan medali, prestasi terbaik Indonesia dalam pesta olahraga empat tahunan itu. Hingga kini, belum ada atlet atletik Indonesia yang menyamai perolehan medali Sarengat dalam pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia itu. Setelah dia gantung sepatu, bintangnya terang terus. Sarengat masuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat sebagai dokter dan diangkat menjadi anggota tim dokter wakil presiden. Ia menjadi pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia dan Komite Olahraga Nasional Indonesia. Balik kandang ke Senayan di akhir kariernya.

    Selengkapnya

  • Dewi Sukarno: Dalam Sinar Bulan

    Dewi Sukarno: Dalam Sinar Bulan

    RATNA Sari Dewi Sukarno, 78 tahun, menghela napas. Ia tengah menyortir foto yang ia ingin sertakan dalam buku memoarnya yang akan segera terbit dalam bahasa Indonesia

  • Eko Supriyanto: Mandi Keringat Dua Kali

    Eko Supriyanto: Mandi Keringat Dua Kali

    BAGI koreografer dan penari Eko Supriyanto, 48 tahun, bersimbah keringat karena berjam-jam menari di panggung sudah biasa.

  • Vincent Kosasih: Suka-Duka Jangkung

    Vincent Kosasih: Suka-Duka Jangkung

    BERTUBUH jangkung tidak selalu menguntungkan bagi Vincent Rivaldi Kosasih. Atlet basket yang akan mewakili Indonesia di nomor 3 on 3 dalam Asian Games 2018 ini kerap kesulitan membeli pakaian dan sepatu.




  • Juru Lobi Berjas Bijan
    Internasional

    Juru Lobi Berjas Bijan

    Mantan penasihat Donald Trump, Paul Manafort, hidup mewah dengan akun-akun bank gelap. Terlibat kekerasan politik di Ukraina.

  • Dari Balik Gedung Minim Jendela
    Internasional

    Dari Balik Gedung Minim Jendela

    Delapan gedung menjadi sarang NSA untuk mengintai lalu lintas Internet dunia. Kelanjutan dari pengungkapan Snowden.

  • Tragedi Asian Games
    Arsip

    Tragedi Asian Games

    TURNAMEN olahraga se-Asia tengah berlangsung. Sekitar 5.000 wartawan dari berbagai negara meliput Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang ini.

  • Terlena Baku Mutu Udara
    Lingkungan

    Terlena Baku Mutu Udara

    Ambang batas zat pencemar udara partikel halus di Indonesia dua setengah kali lebih longgar daripada pedoman Badan Kesehatan Dunia. Penilaian kualitas udara jadi berbeda.

  • Rehabilitasi Pemadat dengan Pencak Silat
    Laporan Khusus

    Rehabilitasi Pemadat dengan Pencak Silat

    Terinspirasi anak laki-lakinya, Sarengat mendirikan panti rehabilitasi narkotik. Membantu penyembuhan pecandu dengan olahraga.

  • Pacuan Di Luar Gelanggang
    Laporan Khusus

    Pacuan Di Luar Gelanggang

    KESIBUKAN bertugas sebagai dokter sekaligus perwira di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat menyita sebagian besar waktu Mohamad Sarengat. Namun kecintaannya pada olahraga dan atletik tak pudar. Sarengat kembali ke dunia yang pernah membesarkan namanya. Menjadi pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia, Sarengat ikut mengawasi latihan serta membujuk anak-anak muda di daerah bergabung menjadi atlet. Ia juga melakukan pembaruan di Komite Olahraga Nasional Indonesia, yang tadinya dikenal "angker" bagi pengurus olahraga dan atlet daerah.

  • Aksi Jeli Menggusur Pungli
    Laporan Khusus

    Aksi Jeli Menggusur Pungli

    DI Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Mohamad Sarengat mengawali karier dan popularitasnya sebagai atlet.

  • Sarengat dan Usaha Mengulang Medali Emasnya
    Laporan Khusus

    Sarengat dan Usaha Mengulang Medali Emasnya

    PADA puncak prestasinya, siapa sprinter terbaik Indonesia: Mohamad Sarengat atau Lalu Muhammad Zohri?

  • Kuda Terbang yang Gemilang
    Laporan Khusus

    Kuda Terbang yang Gemilang

    Sarengat bersinar dalam sejumlah kejuaraan atletik menjelang Asian Games 1962. Ia mendapat gemblengan pelatih asal Amerika Serikat.

  • Masa Kelam di Flat Senayan
    Laporan Khusus

    Masa Kelam di Flat Senayan

    Setelah meraih prestasi dua emas di Asian Games, kehidupan Sarengat justru jauh dari sejahtera. Buruknya kehidupan sebagai atlet membuat ia memilih berfokus menjadi dokter militer.

  • Tiga Babak Hidup Engak
    Laporan Khusus

    Tiga Babak Hidup Engak

    Sejak kecil ia ingin menjadi penjaga gawang, tapi kesempatan dan prestasinya lebih moncer di atletik. Ia menjadi manusia tercepat di Asia dalam lomba lari 100 meter selama 22 tahun sejak 1962. Sarengat, yang sempat malu karena acap diejek teman-temannya karena namanya itu, pensiun sebagai dokter tentara lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

  • Sekolah Lambat si Pelari Cepat
    Laporan Khusus

    Sekolah Lambat si Pelari Cepat

    Tak secepat di lintasan, dalam urusan sekolah, Sarengat tersendat-sendat. Dua kali tak lulus ujian sekolah menengah atas.

  • Melaju Di Jalur Medis
    Laporan Khusus

    Melaju Di Jalur Medis

    Mohamad Sarengat meniti karier sebagai dokter Angkatan Darat. Dia pernah menjabat Kepala Rumah Sakit Pusat Pendidikan Kesehatan Angkatan Darat dan diterjunkan dalam operasi militer di hutan belantara Kalimantan Barat. Puncak karier kedokterannya adalah menjadi dokter Wakil Presiden Hamengku Buwono IX dan Adam Malik.

  • Bintang Terang Dokter Militer
    Laporan Khusus

    Bintang Terang Dokter Militer

    Karier militer Sarengat di lapangan terhitung pendek. Lama sebagai dokter kepresidenan.

  • Antara Cakra dan Cemara
    Nasional

    Antara Cakra dan Cemara

    Jokowi mengerahkan purnawirawan tentara untuk menggarap daerah kekalahannya pada Pemilihan Umum 2014. Jusuf Kalla dan Mahfud Md. dilobi agar masuk ke tim pemenangan.

  • Nakhoda Pemburu Milenial
    Nasional

    Nakhoda Pemburu Milenial

    Partai pendukung Prabowo-Sandiaga berebut posisi ketua tim pemenangan. Demokrat mengincar kenaikan elektabilitas dengan menyorongkan Agus Yudhoyono.

  • Sarengat dan Gemerlap Asian Games
    Opini

    Sarengat dan Gemerlap Asian Games

    TATAPAN mata publik Asia kini tertuju pada Asian Games XVIII, yang digelar di Jakarta dan Palembang.

  • Pemilihan Tanpa Permusuhan
    Opini

    Pemilihan Tanpa Permusuhan

    Persaingan tak sehat pada pemilihan presiden 2014 tak boleh berulang. Kedua pasangan kandidat harus berlomba program kerja.

  • Korupsi Berlapis di Serambi Mekah
    Opini

    Korupsi Berlapis di Serambi Mekah

    Irwandi Yusuf diduga menyamarkan korupsinya dengan memakai jaringan berlapis. Pemberian dana otonomi khusus selayaknya ditinjau ulang.

  • Berkah Mobil Cina
    Opini

    Berkah Mobil Cina

    Naiknya penjualan mobil Cina adalah peluang buat industri otomotif kita. Perlu deregulasi soal tenaga kerja dan pajak.

  • Akar Rumput
    Bahasa

    Akar Rumput

    Konsepnya sudah rampung, tinggal disosialisasi ke akar rumput." Kalimat itu barangkali pernah kita dengar, kita simak, atau kita baca.

  • Catatan Pinggir

    Waktu sebenarnya tak semakin cepat bergerak, tapi semakin cepat menelan banyak hal dan memuntahkan banyak hal.

    Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda belum Login/Register. Dapatkan

    5 artikel gratis setelah Register.