Podcast



  • Celetuk Bahasa Tempo: Imbuhan Penggeser Makna

    Celetuk Bahasa Tempo: Imbuhan Penggeser Makna

    Dalam KBBI, "guru" bermakna "orang yang pekerjaannya mengajar". Tapi, apabila diimbuhi "meng-i", kata guru menjadi "menggurui", yang maknanya terkesan tidak baik.

  • Apa Kata Tempo: KPI dan Ruang Publik, LGBT Dilarang tapi Nikah Artis Dibiarkan?

    Apa Kata Tempo: KPI dan Ruang Publik, LGBT Dilarang tapi Nikah Artis Dibiarkan?

    KPI terbukti mendukung sikap homofobia dengan meminta lembaga penyiaran tidak menayangkan konten LGBT selama Ramadan. Di sisi lain, KPI seakan tak bertaji ketika frekuensi publik "dibajak" untuk siaran pernikahan artis dan acara politik pemilik stasiun televisi hingga berjam-jam.

  • Celetuk Bahasa Tempo: Inggris

    Celetuk Bahasa Tempo: Inggris

    Dalam praktiknya, kata "Inggris" di Indonesia digunakan secara rancu. Orang Indonesia biasanya menyebut Inggris untuk merujuk ke tiga nama sekaligus, yakni England, Great Britain, dan United Kingdom.

  • Apa Kata Tempo: Bongkar Jaringan Pengebom Makassar

    Apa Kata Tempo: Bongkar Jaringan Pengebom Makassar

    Dugaan adanya keterlibatan jaringan teroris Jamaah Ansharud Daulah (JAD) dalam pengeboman di Makassar memunculkan keraguan perihal efektivitas pemberantasan teroris.

  • Celetuk Bahasa Tempo: Uu Suhardi dan Bahasa Tempo

    Celetuk Bahasa Tempo: Uu Suhardi dan Bahasa Tempo

    Mengobrol bersama Uu Suhardi soal kariernya sebagai redaktur bahasa, ketidakkonsistenan KBBI, linguistik forensik, hingga cerita di balik ajeknya Tempo menggunakan kata-kata yang dianggap tidak baku oleh KBBI.

  • Apa Kata Tempo: Utamakan Sains, Bukan Fatwa

    Apa Kata Tempo: Utamakan Sains, Bukan Fatwa

    Fatwa MUI yang haramkan vaksin AstraZeneca patut dikecam. Padahal banyak negara mayoritas muslim sudah menggunakannya dan sejumlah ahli telah mengungkapkan bahwa tidak ada kandungan babi di dalam vaksin.

  • Celetuk Bahasa Tempo: Bahasa Polisi

    Celetuk Bahasa Tempo: Bahasa Polisi

    Pers seharusnya tidak latah ikut-ikut polisi menggunakan kata seperti "diamankan", "berhasil menembak", "aksi penodongan”, "dimassa", dan “oknum yang tidak jelas artinya.

  • Apa Kata Tempo: Darurat Dahulu, Mubazir Kemudian

    Apa Kata Tempo: Darurat Dahulu, Mubazir Kemudian

    Puluhan rumah sakit mengembalikan ratusan ribu alat tes Covid-19 dari BNPB. Menambah deretan potensi kerugian negara saat penanganan pandemi.

  • Celetuk Bahasa Tempo: Lirik Lagu yang Keliru

    Celetuk Bahasa Tempo: Lirik Lagu yang Keliru

    Lirik lagu lazimnya diizinkan mengabaikan kaidah bahasa baku, tapi tidak mengacaukan logika.

  • Apa Kata Tempo: Mengkritik Si Tukang Kritik

    Apa Kata Tempo: Mengkritik Si Tukang Kritik

    Gita Putri Damayana dan Faldo Maldini "menumpahkan" berbagai kritiknya terhadap Tempo di siniar Apa Kata Tempo episode spesial 50 Tahun Tempo.

  • Celetuk Bahasa Tempo: Bahasa Kebun Binatang

    Celetuk Bahasa Tempo: Bahasa Kebun Binatang

    Nama binatang sering menjadi pelengkap umpatan, sebut saja: "cebong", "kampret", "bangsat", "monyet", dan lainnya.

  • Apa Kata Tempo: Agar Seragam Tetap Beragam

    Apa Kata Tempo: Agar Seragam Tetap Beragam

    Kebijakan sekolah yang mewajibkan seragam berbasis agama justru akan mendorong penyeragaman budaya dan menghilangkan keberagaman yang menjadi ciri khas kebudayaan Indonesia.

  • Celetuk Bahasa Tempo: Tali-temali Gender

    Celetuk Bahasa Tempo: Tali-temali Gender

    Perempuan yang memimpin perusahaan tak lazim lagi disebut direktris, cukup dengan direktur. Tapi ada beberapa sebutan berbau kelamin yang masih bertahan, contohnya polwan atawa polisi wanita, meskipun kita tidak akan menemukan sebutan polki alias polisi laki-laki.

  • Apa Kata Tempo: Lubang-lubang Program Vaksinasi bersama Ainun Najib

    Apa Kata Tempo: Lubang-lubang Program Vaksinasi bersama Ainun Najib

    Ainun Najib dari Kawal Covid-19 berbincang di Apa Kata Tempo, membahas vaksinasi gotong royong dan ketidakakuratan data vaksinasi tahap pertama yang bikin banyak orang berhasil menyerobot jatah vaksin tenaga medis.

  • Celetuk Bahasa Tempo: Pembaca Terakhir

    Celetuk Bahasa Tempo: Pembaca Terakhir

    Di media massa atau perusahaan penerbitan, lazimnya terdapat editor atau redaktur bahasa yang menjadi pembaca terakhir sebelum suatu artikel atau buku diterbitkan.

  • Apa Kata Tempo: Musim Obral Doktor Abal-abal

    Apa Kata Tempo: Musim Obral Doktor Abal-abal

    Banyak orang garuk-garuk kepala ketika bekas koruptor malah mendapat gelar doctor honoris causa kampus. Gelar kehormatan seharusnya dianugerahkan kepada orang-orang yang berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia, bukan diobral sembarangan.

  • Celetuk Bahasa Tempo: Logika!

    Celetuk Bahasa Tempo: Logika!

    Dalam berbahasa, kita membutuhkan logika. Dengan begitu, kita bisa memperbaiki kalimat semacam "Pelaku dikenakan pasal berlapis" menjadi "Pelaku dikenai pasal berlapis".

  • Apa Kata Tempo: Drama Demokratisasi Partai Demokrat

    Apa Kata Tempo: Drama Demokratisasi Partai Demokrat

    Robertus Robet berbincang di Apa Kata Tempo soal dugaan kudeta terhadap Partai Demokrat oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

  • Celetuk Bahasa Tempo: Maaf dan Terima Kasih

    Celetuk Bahasa Tempo: Maaf dan Terima Kasih

    Begitu banyak "maaf" yang ditemukan di jalanan terkesan sangat sopan. Misalnya, "Maaf perjalanan Anda terganggu", "Maaf sedang ada upacara adat", dan "Maaf ada salat Jumat".

  • Apa Kata Tempo: Sinyal Bahaya dari Kampus

    Apa Kata Tempo: Sinyal Bahaya dari Kampus

    Alih-alih menjaga moral (kejujuran akademik), sejumlah rektor yang melakukan plagiarisme malah tetap dilantik dan bercokol di kampus.

  • Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.