Ekonomi dan Bisnis 5/6

Sebelumnya Selanjutnya
text

Aman, untuk Sementara

Setelah kalah di London, anak usaha Humpuss Intermoda menghadapi gugatan di New York. Aset target pembekuan sudah dipindahkan ke Indonesia.

i

DIHADANG berbagai perkara melawan tiga raksasa perkapalan dari tiga negara, Theo Lekatompessy masih yakin usahanya tak akan banyak terganggu. Direktur Utama PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk itu menganggap gugatan di London Maritime Arbitrators Association (LMAA) dan pengadilan New York tak akan bisa menyentuh aset perusahaan yang hendak disita. "Mereka frustrasi dan pesimistis bisa mendapatkan duit yang mereka klaim," kata Theo, Kamis pekan lalu.

Para penggugat itu mengklaim piutang terhadap Humpuss Sea Transport Pte Ltd, anak usaha Humpuss Intermoda di Singapura, hingga total US$ 145 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun. Lawan pertama bagi perusahaan milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto ini ialah Empire Chemical Tanker Holdings, milik keluarga Polemis, salah satu dinasti pelayaran tertua Yunani. Mereka mengaku punya tagihan ke Humpuss US$ 60 juta.

Pada September 2011, Pengadilan Tinggi London memerintahkan penyitaan atas aset Humpuss Sea Transport di Singapura untuk menutup utang kepada Empire. Tapi hingga kini belum sepeser pun bisa ditarik, sehingga Empire kembali melayangkan gugatan di pengadilan New York.


Lawan berikutnya adalah sindikasi investasi Norwegia, Parbulk II, yang beranggotakan perusahaan milik Arne Blystad dan Wilhelmsen Families, serta Pareto Group. Pada Desember 2010, sindikasi ini memenangi gugatan di London atas kompensasi senilai US$ 27 juta. Yang terakhir, gugatan diajukan oleh Hanjin Overseas Bulk Ltd, perusahaan asal Korea Selatan, yang menuntut sebesar US$ 58 juta. Saat ini persidangan baru akan dimulai.

161835261775

Sengketa dengan Empire bermula dari kesepakatan sewa atas empat tanker kimia berkapasitas 17.500 ton yang dipesan Humpuss pada Oktober 2007 sampai Januari 2008, dan berlaku lima tahun. Kapal-kapal itu dikirim setahun kemudian, bersamaan dengan terjadinya krisis ekonomi dunia. Akibatnya, pasar sewa kapal jeblok. Ongkos sewa yang tadinya mencapai US$ 27 ribu jatuh hingga tinggal US$ 7.000-9.000 per hari.

"Kalau tetap mengoperasikan terus dengan harga menurut kesepakatan lama, kami akan rugi. Karena itu, kami ingin negosiasi ulang," Theo menceritakan awal perselisihan mereka. "Ternyata mereka menolak. Ya, baru dipakai setahun, kapal kami kembalikan."

Kasus serupa terjadi dengan Parbulk II dan Hanjin, yang masing-masing menyewakan sebuah kapal curah berkapasitas 70 ribu ton kepada Heritage Maritime Ltd SA, dan Genuine Maritime Ltd SA—keduanya anak usaha Humpuss Sea Transport yang tercatat di Panama.

Meski menang di pengadilan, ketiga penggugat kelihatannya akan gigit jari. Hakim yang memutus perkara ini di London, Julian Martin Flaux, sudah pula mengingatkan bahwa secara praktis tidak ada lagi aset Humpuss Sea di Singapura. Sebab, begitu sengketa merebak, akhir 2009 Humpuss Sea mengalihkan seluruh pemilikan saham dan kapal mereka kepada "saudaranya", PT Humpuss Transportasi Kimia, yang berbasis di Jakarta.

Mereka semakin apes lantaran Pengadilan Tinggi Singapura menyatakan Humpuss Sea pailit melalui putusan pada 20 Januari tahun ini. Adapun aset lain milik Humpuss Intermoda, yang turut sebagai tergugat, juga jauh dari jangkauan putusan pengadilan London. "Kami hanya punya dua kapal kontainer di jalur Padang-Jakarta," ujar Theo. "Kapal-kapal lain di jalur internasional dimiliki anak-anak perusahaan yang tak ada hubungannya dengan perkara ini."

Jalan lain bagi para raksasa kapal itu adalah melalui gugatan di Indonesia. Namun sepertinya mereka kurang berminat. "Jika Anda berurusan dengan konglomerat besar, korupsi pada sistem hukum (Indonesia) membuat peluang penuntut internasional sangat minimal," kata Marianne Brookes, kuasa hukum Empire Group.

Y. Tomi Aryanto


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161835261775



Ekonomi dan Bisnis 5/6

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.