Internasional 4/5

Sebelumnya Selanjutnya
text

Demo Menyentuh Dataran Merdeka

Penyelenggara aksi Bersih 3.0 dituding tak mampu mengontrol massa. Orang-orang tua ikut berdemo.

i

Perempuan berambut kelabu itu berbincang serius dengan puluhan orang yang berkumpul di Jalan Tun H.S. Lee, Kuala Lumpur, Sabtu dua pekan lalu. Sesekali ia mengacungkan tangan, memberi pengarahan kepada orang-orang di sekitarnya. Siang itu, Annie Ooi Siew Lan, nama perempuan tersebut, sedang bersiap menuju Dataran Merdeka.

Bersama ribuan orang, Annie turun ke jalan mendukung aksi Bersih 3.0. Ia memenuhi janjinya untuk datang lagi ke aksi bertajuk Duduk Bantah (protes) itu. Aksi serupa digelar serentak di 85 lokasi di 35 negara.

Seperti diberitakan Malaysiakini, pada pekan sebelumnya ia mengajak warga lanjut usia ikut berdemonstrasi menuntut pemilihan raya bersih dan adil. "Jangan tinggalkan anak-anak muda tampil sendiri. Para polisi selalu mengikuti mereka," ujar Annie dalam klip video yang diunggah ke Facebook, Ahad dua pekan lalu.


Annie, usianya sudah 66 tahun, tak mau duduk manis di rumah manakala ribuan anak muda memperjuangkan reformasi pemilihan umum di jalan-jalan. "Kami harus tahu apa yang sedang terjadi dan bereaksi secepatnya karena tak ada waktu lagi." Dalam video itu, tampil juga sastrawan senior Malaysia, A. Samad Said, 77 tahun. "Meski umur kami sudah senja, kami dapat membantu dengan kearifan," katanya. Video itu direkam ketika Annie berbicara dalam forum Bersih di Kuala Terengganu pada 20 Januari lalu, jauh sebelum gerakan Bersih 3.0 diluncurkan.

161835256558

Pensiunan guru bahasa Inggris di Penang itu sudah ikut gerakan Bersih sejak awal, pada 2007. Jeda sebentar, ia ikut bergabung lagi dalam Bersih 2.0 empat tahun kemudian. Tak mengherankan bila ia mendapat julukan "Bibi Bersih" dan "Perempuan Kebebasan Malaysia".

Ia mendadak menjadi selebritas ketika fotonya muncul di sejumlah media selepas Bersih 2.0. Foto itu memperlihatkan Annie sedang berjalan sendirian di tengah jalan lengang. Menggenggam beberapa tangkai bunga, ia berjalan membelakangi sebarisan polisi yang menembakkan gas air mata. "Saya bukan selebritas seperti Tiger Woods. Apakah saya pahlawan Bersih? Saya kira tidak," ujarnya dalam perbincangan dengan Free Malaysia Today akhir tahun lalu.

Sabtu siang dua pekan lalu, Annie datang lagi. Ia berbaur dengan ribuan orang, yang sebagian besar berpakaian kuning, memadati jalan-jalan protokol Kuala Lumpur. Mereka merangsek menuju Dataran Merdeka, yang sudah dikepung barikade kawat berduri oleh polisi. Sambil berjalan, mereka mengumandangkan yel-yel "Bersih" dan "Hidup Rakyat!".

Mereka tak dapat memasuki lapangan bersejarah itu karena Mahkamah Majistret (Pengadilan Tingkat Pertama) Kuala Lumpur melarang aksi Bersih 3.0 digelar di tempat itu. Dataran Merdeka merupakan simbol kebebasan karena di sinilah bendera Malaysia untuk pertama kalinya dikibarkan, 31 Agustus 1957.

Para tokoh oposisi berada di tengah massa yang mengepung Dataran Merdeka. Anwar Ibrahim tampak hadir didampingi istrinya, Wan Azizah Wan Ismail, untuk membakar semangat pengunjuk rasa.

"Hari ini kita tak boleh mundur lagi. Kita menuntut pemilihan raya yang bebas. Mari kita duduk semua," seru Anwar disambut tempik sorak massa sembari meneriakkan "Bersih", "Reformasi", dan "Hancur BN" di hadapan polisi yang bersiaga di balik barikade kawat berduri. BN yang mereka maksud adalah Barisan Nasional, koalisi partai yang berkuasa di Malaysia.

Suara para demonstran bersahutan dengan bunyi klakson mobil dan lantunan lagu kebangsaan Negaraku dari mulut mereka. Para pengunjuk rasa, yang sebagian sudah berkumpul sejak tengah malam, juga bergerombol di sejumlah tempat penting, seperti Masjid Agung dan Jalan Petaling.

Pemimpin Bersih 3.0, Ambiga Sreenevasan, mengatakan di depan massa bahwa pesan telah tersampaikan. Ia lalu meminta pengunjuk rasa membubarkan diri. Namun para demonstran justru nekat mencoba memasuki Dataran Merdeka.

Polisi akhirnya melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan mereka. Sejumlah demonstran dan polisi terluka, sementara ratusan orang ditangkap meski dibebaskan keesokan harinya.

Sapto Yunus, Masrur (Kuala Lumpur)


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161835256558



Internasional 4/5

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.