Kartun 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Tempo Doeloe
Kesurupan Deep Purple

PEKAN lalu, sembilan pemuda rupawan asal Korea Selatan menggegerkan Jakarta. Untuk pertama kali dalam sejarah, boyband kondang Super Junior alias Suju menggelar konser di Indonesia. Ribuan gadis dan perempuan setengah baya rela antre belasan jam demi tiket menonton idola mereka. Puluhan tergencet dan pingsan.

i

PEKAN lalu, sembilan pemuda rupawan asal Korea Selatan menggegerkan Jakarta. Untuk pertama kali dalam sejarah, boyband kondang Super Junior alias Suju menggelar konser di Indonesia. Ribuan gadis dan perempuan setengah baya rela antre belasan jam demi tiket menonton idola mereka. Puluhan tergencet dan pingsan.

Pada Desember 1975, kehebohan serupa terjadi di Ibu Kota. Kelompok musik cadas dari Inggris, Deep Purple, mampir mengguncang penggemarnya di Indonesia. Grup beken ini tampil dua malam berturut-turut di Stadion Utama Senayan.

Tempo melaporkan konser itu langsung dari tribun penonton. Ribuan pemuda membanjiri stadion. Dengan emosi meledak-ledak, mereka tidak hanya berjingkrak-jingkrak di tempat, tapi juga merobohkan pagar besi dan kawat berduri, menyerbu kursi VIP, melewati para penjaga bersenjata dan anjingnya. Kursi-kursi habis diangkat untuk main perang-perangan. Padahal, saat itu, belum satu pun senar gitar listrik dipetik oleh personel Deep Purple.


Di tengah rusuhnya situasi, seorang pemuda bule—entah dari mana—turun tangan, mendekat ke pengeras suara di atas panggung. "Harap tenang, jangan membikin pemberontakan. Deep Purple tidak bisa main kalau tidak tenang. Oke deh?" katanya dengan terbata-bata, terlihat jelas kurang lihai melafalkan bahasa Indonesia.

161862860955

Penonton tetap tidak terkendali. Para wanita pun terkena dampaknya. Mereka tergencet di antara rimba penonton pria. Dengan susah payah, mereka diselamatkan petugas keamanan dan diungsikan.

Suasana bertambah keruh ketika lampu padam dan musik mulai dimainkan. Penonton malah membakar kertas, mengibarkannya, dan melemparkannya ke udara. Menyusul satu-dua buah mercon meledak di antara penonton. Rokok menyala pun ikut diterbangkan.

Karena rusuh semakin tak terkendali, lampu terpaksa dinyalakan kembali. Sudah bisa diduga, kursi-kursi VIP menghilang, berpindah ke atas kepala para penonton. Untuk apa lagi kalau bukan dipakai perang.

Di atas panggung, suasana tak kalah kacau. Seorang penonton cekcok mulut dengan awak panggung. "Kamu takut?" kata si penonton kepada awak panggung yang notabene orang bule itu. Tak disangka, bule tersebut marah dan menantang berkelahi.

Kerusuhan di konser Deep Purple dipicu oleh banyaknya penonton yang tak membeli tiket. Kurang-lebih separuh dari 25 ribu penonton diduga tidak membayar. Mereka menyerobot kursi yang seharusnya dilego dengan harga Rp 1.000-7.500.

Toh, akhirnya konser tetap berlangsung. Meski tanpa gitaris Ritchie Blackmore, Deep Purple tetap mempesona. Tommy Bolin-lah yang dipilih menggantikannya. Malangnya, Tommy yang bekas gitaris James Gang ini malah sakit tangan. Ia tak bisa tampil maksimal, meski sempat dicarikan dukun pijit dari Banten.

Penampilan Deep Purple diselamatkan oleh pemain bas sekelas Glenn Hughes. Aksinya boleh juga—meski David Coverdale, yang baru masuk Deep Purple dua tahun sebelumnya, lebih menonjol di panggung.

Ditambah dengan penampilan John Lord pada keyboard dan Ian Paice pada drum, Deep Purple meraung-raung di Senayan selama lebih dari satu jam. Menghadirkan 15 lagu pada malam pertama, dan delapan lagu di malam kedua. Semua lagu dari piringan terbarunya yang berjudul Come Taste the Band.

Memang serba aneh konser Deep Purple malam itu. Syukur-syukur kerusuhannya tak berlanjut. Bisa jadi bencana besar. Di akhir laporannya, majalah ini menulis, "Ini sebuah pelajaran berharga bagi pihak penyelenggara dan petugas keamanan: bagaimana mengatasi suasana yang nyaris kesurupan macam itu."


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161862860955



Kartun 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.