Edisi 04 Juli 2016

  • Muhammadiyah Bukan Dahlaniyah
    Intermezzo

    Muhammadiyah Bukan Dahlaniyah

    KITAB Fiqih Jilid Telu menjadi naskah yang kurang populer di kalangan Muhammadiyah. Sebagian besar anggota Muhammadiyah ragu terhadap keaslian kitab yang disebut-sebut ditulis oleh KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, itu. Wartawan Tempo Amandra M. Megarani mewawancarai Abdul Mu'ti, perwakilan dari pengurus pusat Muhammadiyah sekaligus dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

  • Perubahan Fikih Muhammadiyah
    Intermezzo

    Perubahan Fikih Muhammadiyah

    Sejarah fikih Muhammadiyah banyak mengalami perkembangan. Berikut ini aturan-aturan dalam Kitab Fiqih Jilid Telu (terbitan tahun 1924) yang kental dengan amaliah mazhab Syafi'i, yang bila kita lihat berbeda dengan keputusan-keputusan Majelis Tarjih.

  • Kontroversi Kitab Fiqih Jilid Telu
    Intermezzo

    Kontroversi Kitab Fiqih Jilid Telu

    Sejumlah kalangan ragu terhadap keaslian dokumen fikih Muhammadiyah tersebut. Yang selama ini banyak beredar berupa fotokopiannya atau versi PDF yang bisa diunduh di sejumlah situs Internet.

  • Nyai Pondok Penggores Puisi
    Laporan Utama

    Nyai Pondok Penggores Puisi

    Perempuan pertama yang memimpin pondok pesantren. Simbol pembaruan Islam dalam isu gender.

  • Kidung Damai dari Mlangi
    Laporan Utama

    Kidung Damai dari Mlangi

    Pesantren Assalafiyyah mengajarkan pentingnya pendidikan toleransi. Memperkenalkan berbagai aliran ideologi.

  • Penyemai Sejuk Ayat-ayat Tuhan
    Laporan Utama

    Penyemai Sejuk Ayat-ayat Tuhan

    Sejumlah pesantren memasukkan muatan toleransi dan keberagaman dalam kurikulum pelajaran. Kisah dramatis hubungan Islam dengan agama dan kelompok lain dikaji.

  • Sindikat Vaksin Palsu Dibongkar
    Nasional

    Sindikat Vaksin Palsu Dibongkar

    PASANGAN Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina ditangkap polisi karena dituduh memproduksi vaksin palsu. Ribuan botol vaksin palsu tersimpan rapi di musala dan kamar tidur di rumahnya di kompleks Kemang Pratama Regency, Bekasi. Semuanya ada 36 kardus yang ditemukan di rumah dua lantai itu.

    Pengungkapan vaksin palsu ini bermula dari penangkapan oleh tim Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI pada 22 Juni lalu. Kepala Subdirektorat Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Hadi Setiawan mengatakan timnya telah menangkap tujuh pelaku. "Mereka terdiri atas produsen dan distributor," kata Hadi.

  • Intelijen Pertahanan Usulan Komandan
    Nasional

    Intelijen Pertahanan Usulan Komandan

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berkukuh membentuk badan intelijen sendiri. Karena kurang harmonis dengan Panglima TNI.

  • Pasukan Pemerintah Rebut Fallujah
    Internasional

    Pasukan Pemerintah Rebut Fallujah

    TENTARA Irak menyatakan telah merebut kubu terakhir kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Fallujah. Menurut Letnan Jenderal Abdul-Wahid al-Saadi, kepala pasukan kontraterorisme yang melakukan operasi di kota di barat Bagdad itu, tentaranya telah memasuki perkampungan Goland di sebelah barat laut. "Kota sudah sepenuhnya dibebaskan," katanya seperti dikutip BBC News, Ahad lalu.

    ISIS menguasai Fallujah di Provinsi Anbar pada Januari 2014. Tentara Irak memasuki kota ini pada awal Juni dan mengibarkan bendera nasional di atas gedung dewan kota. Perdana Menteri Haider al-Abadi, yang melancarkan operasi pengambilalihan Fallujah pada Mei lalu, sempat bersukacita menyambutnya dan menyebutnya sebagai pembebasan.

  • Eksekusi Seorang Penyanyi Sufi
    Internasional

    Eksekusi Seorang Penyanyi Sufi

    Taliban Pakistan membunuh seorang penyanyi sufi yang populer. Bagian dari persekusi terhadap minoritas di negeri itu.

  • Warisan Suram David Cameron
    Internasional

    Warisan Suram David Cameron

    Mayoritas penduduk Kerajaan Inggris memilih keluar dari Uni Eropa. Perdana Menteri David Cameron dalam sorotan tajam.

  • Petaka Formulir Kartu Kredit
    Hukum

    Petaka Formulir Kartu Kredit

    Polisi menggulung jaringan pembobol kartu kredit yang memanfaatkan informasi dalam formulir aplikasi. Bank diminta bertanggung jawab.

  • Pengetuk Palu Kelas Dua
    Hukum

    Pengetuk Palu Kelas Dua

    Ulah petugas protokoler Mahkamah Agung membuat seorang hakim ad hoc berang. Sang hakim menghardik petugas pengatur acara pelantikan hakim agung di gedung Sekretariat Mahkamah Agung di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pertengahan Agustus tahun lalu. Sang hakim tak terima disuruh pindah tempat duduk dari kursi barisan paling depan ke belakang.

    Penampilan sang hakim ad hoc memang berbeda dengan hakim Mahkamah Agung lain. Tak seperti 48 hakim agung dari jalur karier yang memakai toga lengkap, dia hanya memakai setelan jas. "Dilarang memakai toga, makanya hanya pakai jas formal," kata sang hakim ketika menceritakan kembali insiden tersebut, Kamis pekan lalu.

  • Gerilya Menggusur Teman Sejawat
    Hukum

    Gerilya Menggusur Teman Sejawat

    Dua organisasi hakim karier bergerilya menghapus jabatan hakim ad hoc. Menumpang pembahasan Rancangan Undang-Undang Jabatan Hakim.

  • Berkah Brexit
    Ekonomi dan Bisnis

    Berkah Brexit

    Yopie Hidayat*

    BOLEH saja pasar keuangan di seluruh dunia guncang karena Brexit. Lewat referendum 23 Juni lalu, rakyat Inggris memutuskan hengkang dari Uni Eropa. Tapi, bagi Indonesia, Brexit tak sepenuhnya berdampak negatif, bahkan bisa jadi juga ada berkah karenanya.

    Misalnya, Brexit tampaknya akan memaksa The Federal Reserve mengkaji ulang rencana kenaikan suku bunga rujukannya. Kita tahu, jika bunga The Fed naik, rupiah akan terpukul keras. Sebaliknya, dampak Brexit secara langsung terhadap rupiah sejauh ini lunak saja. Turunnya nilai rupiah sejak Brexit lebih karena dolar Amerika Serikat yang menguat. 

  • Timur Tengah Garap Migas dan Retail
    Ekonomi dan Bisnis

    Timur Tengah Garap Migas dan Retail

    REALISASI investasi dari negara Timur Tengah ke Indonesia mencapai US$ 12,2 miliar sepanjang tahun ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan investasi tersebut berasal dari Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan Iran. "Itu yang sudah ditandatangani," kata Sudirman, yang juga menjadi pejabat penghubung investasi Timur Tengah, Senin lalu.

    Proyek kerja sama itu di antaranya pendanaan proyek infrastruktur antara PT Sarana Multi Infrastruktur dan Qatar Investment Authority sebesar US$ 1 miliar serta proyek pembangkit listrik tenaga gas sebesar 2 x 250 megawatt di Sumatera Utara antara PT PLN dan Nebras asal Qatar dengan nilai US$ 350 juta. Adapun proyek terbaru adalah pasokan 80 ribu ton gas dari National Iranian Oil Company ke PT Pertamina pada 30 Mei lalu, yang mencapai US$ 60 juta.

  • Bisnis Gula Melanglang Buana
    Ekonomi dan Bisnis

    Bisnis Gula Melanglang Buana

    Sempat ditipu, Ben Soegoro tetap melanjutkan bisnis gula dari nira kelapa. Produknya digemari konsumen di Eropa dan Amerika.

  • Mobil Mainan dari Turangga
    Ekonomi dan Bisnis

    Mobil Mainan dari Turangga

    Bermula dari hobi, pesanan berdatangan dari seluruh Indonesia dan luar negeri. Sudah 100 unit mobil mainan listrik diproduksi.

  • Tumbuh Bersama Sektor Jasa
    Ekonomi dan Bisnis

    Tumbuh Bersama Sektor Jasa

    GERAI berjalan tak melulu identik dengan urusan makanan dan minuman. Sekretaris Umum Organisasi Mobil Bisnis Indonesia (OMBI) Ferry Dafira mengatakan tren bisnis menggunakan truk juga mulai merambah sektor jasa. "Sekitar dua bulan lalu ada yang berkonsultasi ke kami untuk buka barbershop pakai truk," ujar Ferry saat dijumpai di kantornya, Senin lalu.

    Dari sekitar 110 unit gerai berjalan yang berada di Jakarta saat ini, yang khusus menjual makanan atau minuman sekitar 80 persen. Sisanya adalah pebisnis sektor lain, dari busana, jasa kecantikan seperti perawatan kuku, hingga jasa penyedia hiburan menonton di dalam truk.

  • Bisnis Cemerlang Truk Makanan
    Ekonomi dan Bisnis

    Bisnis Cemerlang Truk Makanan

    Konsep berbisnis kuliner menggunakan food truck masih menarik. Dilirik pengusaha kuliner dari restoran besar sampai wirausahawan.

  • Bisnis Karoseri Restoran Berjalan
    Ekonomi dan Bisnis

    Bisnis Karoseri Restoran Berjalan

    Gerai berjalan menjadi tren baru industri otomotif. Peluang bagi agen pemegang merek otomotif dan pengusaha karoseri di tengah lesunya bisnis komoditas.

  • Kado Tertunda Angkasa Pura
    Ekonomi dan Bisnis

    Kado Tertunda Angkasa Pura

    Terminal baru Soekarno-Hatta batal beroperasi buat Lebaran. Mengusik perhatian Presiden Joko Widodo.

  • Lebaran di Belahan Dunia Lain
    Etalase

    Lebaran di Belahan Dunia Lain

    Setelah salat Id dan bermaaf-maafan, acara berikutnya bertandang ke rumah famili. Bukan hanya di Indonesia, di negara lain pun umat Islam menghabiskan Lebaran hari pertama bersama keluarga dan orang-orang tersayang, bisa di rumah atau di tempat wisata.

  • Kereta Dorong Multiguna
    Inovasi

    Kereta Dorong Multiguna

    Troli ini berbeda dengan pengangkut pada umumnya. Dapat digunakan untuk membawa barang secara vertikal dan horizontal, alat yang diberi nama fliptruck ini fungsinya bisa menyerupai keranjang barang.

    Kereta dorong ini diciptakan oleh tiga mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Surabaya. Mereka adalah Yongky Lio, Oktavia Karlina, dan Florencia Tandian.

  • Pesantren dengan Latar yang Berubah
    Kartun

    Pesantren dengan Latar yang Berubah

    Pengumuman yang dilansir Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada Februari 2016 menampar muka pengasuh pondok pesantren. Lembaga ini menyebutkan ada 19 pesantren di berbagai daerah yang terindikasi mengajarkan radikalisme. Laporan utama Tempo edisi Ramadan 2016 ini mengulas sejumlah pondok pesantren yang memiliki perhatian pada isu toleransi dan pluralisme.

    Pesantren memang jadi lembaga pendidikan tertua di Tanah Air. Laporan utama Tempo edisi 6 November 1982 mengulas perkembangan dan perubahan yang terjadi di sejumlah pesantren. Tulisan diawali dengan pidato Kaskopkamtib Jenderal Widjojo Soejono dalam Munas Perguruan dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Jakarta pada akhir Oktober 1982.

  • Surat Pembaca
    Surat

    Surat Pembaca

    Semangat Sekolah di Bulan Ramadan

    Seorang profesor dari Jepang, Masaru Emoto, telah meneliti hubungan kata-kata positif dengan pembentukan kristal air yang berbentuk heksagonal. Ucapan "terima kasih", misalnya, yang diucapkan dalam berbagai bahasa mampu membentuk kristal air yang indah dan sempurna.

  • Janji Tito Bisa Dipercaya
    Indikator

    Janji Tito Bisa Dipercaya

    Kariernya termasuk melesat di kepolisian. Komisaris Jenderal Tito Karnavian, kini 51 tahun, diajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian RI dan telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat pekan lalu.

    Tito lulusan terbaik Akademi Kepolisian tahun 1987 dan meraih gelar doctor of philosophy pada 2013 dari Nanyang Technological University, Singapura. Ia pernah memimpin penangkapan Tommy Soeharto, putra mantan presiden Soeharto, yang menjadi otak pembunuhan hakim agung Syafiuddin Kartasasmita, serta menumpas kelompok teroris pimpinan Doktor Azahari dan menangkap Noor Din M. Top.

  • Modern Tapi di Diperbudak
  • Album
    Album

    Album

    PENGHARGAAN
    LIPI

    KEMENTERIAN Hukum dan Hak Asasi Manusia menyerahkan Anugerah Nawacita Legislasi kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Kota Pekanbaru. Anugerah itu diserahkan kepada pemerintah daerah dan lembaga di tengah banyaknya pembatalan peraturan daerah. Penghargaan diberikan melalui Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM pada Jumat pekan lalu. Penghargaan itu diberikan kepada kementerian atau lembaga serta pemerintah daerah yang berhasil menyelaraskan peraturan daerah dengan nilai Pancasila, konstitusi, dan semangat Nawacita ataupun Trisakti. Penghargaan untuk kategori peraturan daerah provinsi diraih Provinsi Sulawesi Selatan lewat Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Sedangkan perda kabupaten/kota diraih Pekanbaru lewat Perda Nomor 9 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan.

  • Terkutuk
    Catatan Pinggir

    Terkutuk

    Kita terbiasa dengan gambaran ini, yang agaknya datang dari benua lain: penyair, terusir dari Kallipolis, lusuh, bau, kelayapan, insomniak, hidup tanpa jadwal, dan memproduksi hal-hal yang tak jelas fungsinya: sajak-sajak. Ia jarang mendapat tempat dalam sebuah struktur. Ia di luar. Kalaupun ia ingin, Kallipolis tak akan menerimanya kembali. Dalam kota ideal yang diangankan Plato itu, penyair adalah elemen yang hanya berperan buat memuja para pahlawan—dan kita tahu, itu tak akan cocok, sebab pahlawan adalah tokoh yang membeku dalam dongeng wajib. Maka ada benarnya, meskipun agak berlebihan, bila pada 1832 Alfred de Vigny menulis bahwa penyair adalah "kaum yang akan selalu dikutuk mereka yang berkuasa di atas bumi".

    Waktu itu kota-kota Eropa, terutama Paris, mulai bergerak dengan desain modern yang lugas dan teratur. Di sana puisi, dengan sifatnya yang tak terduga-duga, makin terasing. Paul Verlaine menyusun kumpulan puisi, Les Poètes maudits, yang terbit pada 1884: karya-karya "penyair terkutuk". Yang tergabung dalam rombongan ini Verlaine sendiri, juga Rimbaud dan Mallarmé—untuk menyebut yang paling dikenal di luar Prancis. Di barisan depan: Baudelaire.

  • Alasan Menunda Terminal 3 Ultimate
    Opini

    Alasan Menunda Terminal 3 Ultimate

    Menteri Jonan menunda peresmian Terminal 3 Ultimate. Urusan standar keamanan atau kalkulasi politik?

  • Peringatan dari Brexit
    Opini

    Peringatan dari Brexit

    Hasil referendum di Inggris menunjukkan sulitnya merawat gagasan tentang masyarakat bersama. Pelajaran bagi ASEAN.

  • Menohok Hakim Ad Hoc
    Opini

    Menohok Hakim Ad Hoc

    Organisasi hakim meminta hakim ad hoc dihapus. Usul ini akan menghambat reformasi peradilan.

  • Berharap Pesantren Jalan Teduh
    Opini

    Berharap Pesantren Jalan Teduh

    Ketika Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menyebutkan setidaknya 19 pondok pesantren di Indonesia terindikasi mengajarkan radikalisme, kita serasa dihadapkan pada kenyataan yang sungguh genting. Pondok-pondok "radikal" itu dinyatakan tersebar di Jakarta, Serang, Cirebon, Ciamis, Cilacap, Solo, Lamongan, Aceh, Makassar, Poso, dan Lombok Utara.

    Secara statistik, angka 19 itu sebetulnya hampir tak berarti. Di atas kertas terdapat hampir 28 ribu pondok pesantren di negeri ini, yang tersebar di 33 provinsi, dengan santri sekitar empat juta orang. Tapi radikalisme—apalagi jika telah "mengeras" dan mengambil bentuk terorisme—bukan semata-mata masalah statistik. Sebagai "paham", penyebarannya bisa dibilang tidak terukur, apalagi bila dipicu oleh isu yang "rentan api"—terutama ketidakadilan sosial.

  • Imajinasi Menembus Bola
    Bahasa

    Imajinasi Menembus Bola

    Di antara penggandrung sepak bola, saya masuk golongan anak bawang pasif. Saya tak menonton siaran pertandingan—di stadion apalagi. Saya belajar ihwal bola bila ada kewajiban menulis belaka. Walhasil, hubungan saya dengan bola jauhlah dari sikap berpihak yang penuh emosi, degup jantung, dan panas hati disertai puja dan cerca. Toh, tempik-sorak para wartawan yang menonton siaran babak penyisihan Piala Eropa 2016 selama tiga pekan terakhir membuat saya terpaksa aktif menjadi "penonton pasif": tanpa nongkrong di depan televisi, saya bisa menandai hasil pertandingan hingga babak perempat final pekan ini lewat pekik-jerit mereka dari ruang redaksi di lantai tiga dan empat—ini jantung newsroom—Gedung Tempo.

    Terus terang, yang menarik perhatian saya bukan gol yang tercipta, melainkan bahasa khas yang melukiskan pertandingan: dukungan dan ejekan, ekspresi amarah dan kegembiraan. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan bola sebagai "benda bulat yang dibuat dari karet dan sebagainya untuk bermain-main". Pendek dan sederhana. Tapi, kita tahu, si bundar telah melahirkan terobosan paling spektakuler dalam sejarah olahraga dunia: pemain terbaik, rekor terhebat, bayaran termahal, retorika siaran paling kreatif, juga "bahasa bola"—jika saya boleh menyebut demikian—yang imajinatif dan membikin bola tak sekadar bundar.

  • Dari Puisi Kembali ke Puisi
    Seni

    Dari Puisi Kembali ke Puisi

    Gerson Poyk meluncurkan buku puisi. Pada usia 85 tahun, ia masih produktif menulis.

  • Geliat Studio-studio Bantul
    Seni

    Geliat Studio-studio Bantul

    Bantul Art Summit dilaksanakan di Gajah Gallery, Bantul. Mempertemukan banyak perupa Yogya yang memiliki studio di kawasan Bantul.

  • Dongeng Campursari Rasa Majapahit
    Buku

    Dongeng Campursari Rasa Majapahit

    Novel pertama Yusi A. Pareanom yang menunjukkan kematangan teknik. Apa pengaruhnya terhadap isi?

  • Akhir Perjalanan 15 Paus Pilot
    Lingkungan

    Akhir Perjalanan 15 Paus Pilot

    Sebanyak 32 paus pilot sirip pendek terdampar di pesisir Probolinggo, 15 di antaranya mati. Arus laut memaksa mereka berpindah tempat.

  • Tak Ada Negosiasi Untuk Keselamatan
    Wawancara

    Tak Ada Negosiasi Untuk Keselamatan

    Ternyata, kalau kita mau, masyarakat juga bisa diatur.

  • Menjemput Roh ke Kingston
    Pokok dan Tokoh

    Menjemput Roh ke Kingston

    Muhamad Egar atau Ras Muhamad, 33 tahun, merasa sedang mendapat berkah. Ia menjadi satu-satunya musikus dari Asia yang diundang tampil dalam Sierra Nevada World Music Festival di Mendocino County Fairgrounds, Boonville, California, Amerika Serikat, pada 17-19 Juni lalu.

    Ras mengatakan undangan ini seharusnya bisa ia penuhi tahun lalu. Tapi kala itu proses pengurusan visa tak lancar sehingga ia batal tampil di salah satu panggung kecil yang disediakan panitia. Tahun ini ia merasa beruntung karena bisa hadir di festival yang sudah berusia 22 tahun itu dan tampil di panggung utama pada hari puncak acara. "Alhamdulillah, kesampaian dan malah mendapat panggung yang besar," ucap Ras saat dihubungi Tempo, Jumat pekan lalu.

  • Sepatu Para Pesohor
    Pokok dan Tokoh

    Sepatu Para Pesohor

    Andini Aisyah Haryadi, 30 tahun, bersyukur atas apa yang diperolehnya selama ini. Rasa syukur itu ia wujudkan dalam bentuk gerakan menggalang donasi dengan menjual sepatu kesayangan. Targetnya adalah para figur publik.

    Penyanyi yang akrab disapa Andien itu pun membuat kampanye #Bershoekur. Ia mengajak sebanyak mungkin tokoh dan artis turut menyumbangkan sepatu kesayangannya. "Ketika sudah banyak yang aku dapat, aku perlu memberi karena di situ ada hak orang lain," ujar Andien tentang kegiatannya itu saat ditemui Tempo di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu pekan lalu.

  • Keriting Lidah
    Pokok dan Tokoh

    Keriting Lidah

    Acha Septriasa, 27 tahun, harus belajar sejumlah bahasa untuk memerankan adik tiri RA Kartini, Rukmini, dalam film Kartini garapan sutradara Hanung Bramantyo. "Aku belajar bahasa Jawa kromo inggil, bahasa Belanda juga. Memori HP sampai penuh dengan rekaman pelafalan dua bahasa itu," ujar Acha saat ditemui Tempo di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa pekan lalu.

    Dara bernama lengkap Jelita Septriasa itu pernah tampil sebagai orang Jawa dalam beberapa film dan sinetron. Tapi ada yang berbeda dalam film terbarunya itu. "Kalau di sinetron, Jawanya cuma main di logat, asal saja. Ini bahasa halus banget ditambah bahasa Belanda. Lidah keriting banget deh pokoknya," ucap Acha diikuti derai tawa.

  • Catatan Pinggir

    Kita terbiasa dengan gambaran ini, yang agaknya datang dari benua lain: penyair, terusir dari Kallipolis, lusuh, bau, kelayapan, insomniak, hidup tanpa jadwal, dan memproduksi hal-hal yang tak jelas fungsinya: sajak-sajak. Ia jarang mendapat tempat dalam sebuah struktur. Ia di luar. Kalaupun ia ingin, Kallipolis tak akan menerimanya kembali. Dalam kota ideal yang diangankan Plato itu, penyair adalah elemen yang hanya berperan buat memuja para pahlawan—dan kita tahu, itu tak akan cocok, sebab pahlawan adalah tokoh yang membeku dalam dongeng wajib. Maka ada benarnya, meskipun agak berlebihan, bila pada 1832 Alfred de Vigny menulis bahwa penyair adalah "kaum yang akan selalu dikutuk mereka yang berkuasa di atas bumi".

    Waktu itu kota-kota Eropa, terutama Paris, mulai bergerak dengan desain modern yang lugas dan teratur. Di sana puisi, dengan sifatnya yang tak terduga-duga, makin terasing. Paul Verlaine menyusun kumpulan puisi, Les Poètes maudits, yang terbit pada 1884: karya-karya "penyair terkutuk". Yang tergabung dalam rombongan ini Verlaine sendiri, juga Rimbaud dan Mallarmé—untuk menyebut yang paling dikenal di luar Prancis. Di barisan depan: Baudelaire.

    Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.