Internasional 1/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Pasukan Pemerintah Rebut Fallujah

TENTARA Irak menyatakan telah merebut kubu terakhir kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Fallujah. Menurut Letnan Jenderal Abdul-Wahid al-Saadi, kepala pasukan kontraterorisme yang melakukan operasi di kota di barat Bagdad itu, tentaranya telah memasuki perkampungan Goland di sebelah barat laut. "Kota sudah sepenuhnya dibebaskan," katanya seperti dikutip BBC News, Ahad lalu.

ISIS menguasai Fallujah di Provinsi Anbar pada Januari 2014. Tentara Irak memasuki kota ini pada awal Juni dan mengibarkan bendera nasional di atas gedung dewan kota. Perdana Menteri Haider al-Abadi, yang melancarkan operasi pengambilalihan Fallujah pada Mei lalu, sempat bersukacita menyambutnya dan menyebutnya sebagai pembebasan.

i

TENTARA Irak menyatakan telah merebut kubu terakhir kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Fallujah. Menurut Letnan Jenderal Abdul-Wahid al-Saadi, kepala pasukan kontraterorisme yang melakukan operasi di kota di barat Bagdad itu, tentaranya telah memasuki perkampungan Goland di sebelah barat laut. "Kota sudah sepenuhnya dibebaskan," katanya seperti dikutip BBC News, Ahad lalu.

ISIS menguasai Fallujah di Provinsi Anbar pada Januari 2014. Tentara Irak memasuki kota ini pada awal Juni dan mengibarkan bendera nasional di atas gedung dewan kota. Perdana Menteri Haider al-Abadi, yang melancarkan operasi pengambilalihan Fallujah pada Mei lalu, sempat bersukacita menyambutnya dan menyebutnya sebagai pembebasan.

Menurut Al-Saadi, sekurang-kurangnya 1.800 tentara ISIS tewas dalam operasi itu. Untuk menghindari pertempuran, menurut Norwegian Refugee Council, puluhan ribu orang mengungsi. Sebagian yang lain, termasuk orang tua, perempuan, dan anak-anak, harus berkemah di tempat terbuka di tengah cuaca musim panas.


Dalam pekan-pekan belakangan, ISIS kehilangan kontrol atas sejumlah wilayah di Irak ataupun di Suriah. Al-Abadi bertekad menjadikan Mosul sebagai target pertempuran berikutnya. Kota di utara ini dikuasai ISIS sejak 2014. Operasi untuk merebutnya kembali telah dilangsungkan sejak Maret.

161896232735

Islandia
Sejarawan Jadi Presiden

SEJARAWAN dan pendatang baru politik, Gudni Johannesson, memenangi pemilihan umum presiden yang berlangsung pada Ahad lalu. Penghitungan suara menunjukkan 39 persen pemilih memberikan suara untuknya; dia unggul atas lawannya, mantan perdana menteri dan gubernur bank sentral.

Pemilu itu berlangsung di tengah ketidakpercayaan rakyat pada politikus karena di antara mereka, seperti terungkap dari dokumen Panama Papers, ada yang diduga memiliki rekening di kawasan bebas pajak. Skandal ini memaksa Perdana Menteri Sigmundur Gunnlaugsson mengundurkan diri.

Menurut laporan BBC News, Johannesson, 47 tahun, berjanji kepada para pendukungnya akan menjadi kekuatan pemersatu.

Presiden Islandia adalah jabatan seremonial. Tapi, dalam kampanyenya, Johannesson—yang mengklaim tak pernah menjadi anggota partai mana pun—juga menyerukan dibubuhkannya klausul dalam konstitusi yang membolehkan referendum atas undang-undang parlemen yang diajukan warga negara.

Malaysia
Najib Bersihkan UMNO

PERDANA Menteri Najib Razak melakukan pembersihan di tubuh partai yang berkuasa, UMNO, dengan mengeluarkan Muhyiddin Yassin dan Mukhriz Mahathir dari keanggotaan. Muhyiddin adalah bekas wakil perdana menteri, sedangkan Mukhriz adalah putra Mahathir Mohamad, mantan perdana menteri.

Keputusan itu, seperti dilaporkan Reuters, diambil pada Jumat pekan lalu. Kedua orang tersebut selama ini menjadi pengkritik Najib paling keras. Mereka berulang kali menuntut Najib mengundurkan diri karena ada tuduhan terlibat dalam dugaan skandal keuangan yang melibatkan 1Malaysia Development Berhad (1MDB), perusahaan investasi milik negara.

Najib, yang mengetuai dewan penasihat 1MDB, menghadapi tekanan berat setelah terungkap ada aliran uang hingga US$ 1 miliar ke rekening pribadinya. Dia membantah hal ini.

Pada bulan lalu, setelah koalisi pemerintah memenangi pemilihan umum negara bagian di Sarawak, Najib mengumumkan akan merombak kabinetnya. Tapi, bersamaan dengan pengumuman pemecatan Muhyiddin dan Mukhriz, dia menyatakan masih perlu waktu untuk memikirkannya.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161896232735



Internasional 1/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.