Ekonomi dan Bisnis 5/8

Sebelumnya Selanjutnya
text

Tumbuh Bersama Sektor Jasa

GERAI berjalan tak melulu identik dengan urusan makanan dan minuman. Sekretaris Umum Organisasi Mobil Bisnis Indonesia (OMBI) Ferry Dafira mengatakan tren bisnis menggunakan truk juga mulai merambah sektor jasa. "Sekitar dua bulan lalu ada yang berkonsultasi ke kami untuk buka barbershop pakai truk," ujar Ferry saat dijumpai di kantornya, Senin lalu.

Dari sekitar 110 unit gerai berjalan yang berada di Jakarta saat ini, yang khusus menjual makanan atau minuman sekitar 80 persen. Sisanya adalah pebisnis sektor lain, dari busana, jasa kecantikan seperti perawatan kuku, hingga jasa penyedia hiburan menonton di dalam truk.

i

GERAI berjalan tak melulu identik dengan urusan makanan dan minuman. Sekretaris Umum Organisasi Mobil Bisnis Indonesia (OMBI) Ferry Dafira mengatakan tren bisnis menggunakan truk juga mulai merambah sektor jasa. "Sekitar dua bulan lalu ada yang berkonsultasi ke kami untuk buka barbershop pakai truk," ujar Ferry saat dijumpai di kantornya, Senin lalu.

Dari sekitar 110 unit gerai berjalan yang berada di Jakarta saat ini, yang khusus menjual makanan atau minuman sekitar 80 persen. Sisanya adalah pebisnis sektor lain, dari busana, jasa kecantikan seperti perawatan kuku, hingga jasa penyedia hiburan menonton di dalam truk.

Untuk gerai busana, kata Ferry, memang belum banyak. Salah satu yang terkenal saat ini adalah Ellsworth Apparels, yang menjual pakaian kasual untuk pria dan wanita. Meski mengusung konsep gerai berjalan, para pebisnis sektor ini biasanya juga memiliki lokasi tetap untuk "memarkir" truknya. Ellsworth, misalnya, memiliki lokasi reguler di Mal Artha Gading. "Tapi biasanya mereka juga gabung dalam berbagai pameran yang diikuti OMBI," kata Ferry.


Selain Ellsworth, pebisnis gerai berjalan lain adalah Xdimo Cinema. Inilah satu-satunya perusahaan yang menyediakan jasa hiburan menonton delapan dimensi di dalam truk. "Saat ini kami sudah memiliki 12 unit truk," kata Noviani, Direktur Marketing Xdimo Cinema.

161896017155

Noviani menjelaskan, Xdimo Cinema memulai bisnisnya pada 2011. Saat itu perusahaan belum membuka gerai berjalan. Baru sebatas pembukaan lokasi di Summarecon Digital Center dan Mal Pluit Village. "Kami tambah dengan truk pada 2014," kata Noviani.

Alasan membuka usaha dalam truk berjalan, menurut dia, adalah keinginan meraup penonton lebih banyak sekaligus mengenalkan sinema delapan dimensi lebih luas. Dengan tidak terpaku pada lokasi, Xdimo Cinema bisa menawarkan pengalaman menonton film dengan efek khusus ini hingga ke daerah. Tidak terbatas di Ibu Kota atau pusat belanja.

"Terakhir kami sampai ke Malang, Jawa Timur. Permintaan lain juga banyak, sampai ada dari Duri, Riau," kata Novi. Konsep menonton di dalam truk menjadi tantangan bagi Novi dan rekan-rekannya untuk berekspansi ke luar Pulau Jawa.

Dari sisi omzet, bisnis gerai berjalan di sektor jasa ini tak kalah menarik. Novi, misalnya, mengaku sudah mendapat lebih dari 1 juta penonton sejak beroperasi. Sekali ikut pameran, dalam sehari target 100 pengunjung bisa tercapai. Satu kali menonton dengan durasi 7-15 menit, per orang dikenai tiket Rp 30-50 ribu. "Jadi cukup lumayan," katanya.

Ferry menambahkan, bisnis gerai berjalan untuk sektor jasa sebenarnya sangat menjanjikan. Masalahnya, calon pebisnis biasanya ragu soal bagaimana mempromosikan dagangan serta menentukan sasaran lokasi. "Padahal itu bisa disiasati. Yang penting bisa mulai dulu karena bisnis gerai berjalan modalnya lebih efisien," kata Ferry. Gustidha Budiartie


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161896017155



Ekonomi dan Bisnis 5/8

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.