Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Kereta Dorong Multiguna

Troli ini berbeda dengan pengangkut pada umumnya. Dapat digunakan untuk membawa barang secara vertikal dan horizontal, alat yang diberi nama fliptruck ini fungsinya bisa menyerupai keranjang barang.

Kereta dorong ini diciptakan oleh tiga mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Surabaya. Mereka adalah Yongky Lio, Oktavia Karlina, dan Florencia Tandian.

i

TROLI ini berbeda dengan pengangkut pada umumnya. Dapat digunakan untuk membawa barang secara vertikal dan horizontal, alat yang diberi nama fliptruck ini fungsinya bisa menyerupai keranjang barang.

Kereta dorong ini diciptakan oleh tiga mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Surabaya. Mereka adalah Yongky Lio, Oktavia Karlina, dan Florencia Tandian.

Yongky mengatakan ide pembuatan troli multiguna tebersit ketika mereka berencana mengikuti lomba Design Competition for Industrial System and Environment (Descomfirst) 2016 di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah. Perhelatan ini digelar pada 2-3 Mei lalu. Di sana, fliptruck menjadi juara pertama.


Mereka lantas membuat konsep troli multifungsi untuk diikutkan dalam lomba tersebut. "Prosesnya cukup singkat, hanya sebulan," kata Yongky, ketua tim, 20 Juni lalu.

161895695975

Alat buatan mereka memiliki banyak keunggulan dibanding pengangkut barang lain yang biasa ada di pelabuhan dan bandar udara, seperti handtruck vertikal, handtruck horizontal, dan liftcart. Troli ini menggabungkan tiga fungsi kereta dorong konvensional.

Ketiga fungsi itu dapat dijalankan dengan mengubah-ubah bentuk fliptruck ke posisi berdiri dan horizontal. Dalam kondisi berdiri, troli berfungsi seperti handtruck vertikal. Bahkan alas dari perangkat ini dapat diatur menurut keinginan pengguna. Pada posisi itu, troli sanggup membawa beban maksimal 50 kilogram.

Pada posisi horizontal, fliptruck berfungsi seperti handtruck horizontal. Dengan kondisi seperti ini, alat mampu membawa barang maksimal 300 kilogram.

Ketinggian alas fliptruck, baik dalam posisi berdiri maupun horizontal, bisa diatur menurut kebutuhan. Tapi alas hanya bisa ditinggikan maksimal 100 sentimeter. "Kelebihan alat ini karena dapat pula dilipat," kata Yongky.

Saat lomba Descomfirst 2016, Yongky membuat purwarupa temuan mereka ini dari rangka kayu. Padahal desain aslinya terbuat dari pipa baja persegi. Baja dipilih karena kuat dan ringan. Sedangkan pipa segi empat memiliki penampang lebih luas ketimbang pipa bundar.

Proses pembuatan fliptruck cukup sederhana. Pipa dipotong-potong, lalu disambung dengan baut, mur, dan engsel baja. Ada tiga bentuk rangka persegi empat yang dibuat. Di antara rangka dipasang pipa pengapit yang berfungsi sebagai pelindung barang agar tak terjatuh. Total biaya pembuatan Rp 1,2 juta.

Yongky mengatakan alat ciptaannya masih memiliki kekurangan. Bersama kedua rekannya, ia berencana menyempurnakannya.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161895695975



Inovasi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.