maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

Menulis artikel kebudayaan dan seni di majalah Tempo. Pernah kuliah di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Pada 2011 mendirikan Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) dan menjadi kuratornya sampai sekarang. Pengarang novel Tak Ada Santo di Sirkus (2010) dan Kuil di Dasar Laut (2014) serta penulis buku Tubuh yang Rasis (2002) yang menelaah pemikiran Michel Foucault terhadap pembentukan diri kelas menengah Eropa.

Konten

Baliho bertuliskan “Amerika Kita Setrika, Inggris Kita Linggis”, yang dibuat pada 1944. Buku Seni Pariwara sebagai Alat Propaganda Perjuangan
Dari Siwaisme Jawa Ke Agama Hindu Bali

Ur-Text India dan Syiwaisme Jawa-Bali

Menurut Andrea Acri, selama ini kajian tentang Bali terlalu didominasi para antropolog yang cenderung mengesampingkan kekayaan korpus teks keagamaan di Bali. Buku filolog asal Italia ini memperlihatkan “kesinambungan” doktrinal Syiwaisme teks Bali-Jawa Kuno dengan teks Tantris India selatan abad pertengahan.

Buku Edisi : Sabtu, 30 April 2022

Soft XTBP #5 2020-2022, 230 x 35 x 100cm karya Ardi Gunawan.
Gamelantron karya Aaron Taylor Kuffner dalam Art Jakarta Garden 2022 di Hutan Kota Plataran, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, 7 April/isaartanddesign.com
Lio Kurniawan
Pelukis Oesman Effendi di Jakarta, 1977. Dok. TEMPO/Ed Zoelverdi
Parking Man karya Ugo Untoro.
Megatruh karya Djoko Pekik.
Pameran "Studi Relief dalam Jaring" di Distrik Seni X Sarinah, Jakarta,  21 Maret 2022. TEMPO/Muhammad Hidayat

Relief Sarinah dan Jala-jala Iwan Yusuf

Sarinah baru sudah dibuka. Relief yang ditemukan di ruang bawah tempat instalasi listrik dan sampai sekarang belum diketahui siapa pembuatnya disajikan kepada khalayak. Sarinah baru kini memiliki area khusus seni kontemporer bernama Distrik X. Di situ perupa Iwan Yusuf membuat replika relief “misterius” tersebut, tapi dengan medium langka: jaring.

Seni Edisi : Sabtu, 26 Maret 2022

Boejoeng Saleh berbicara saat Pekan Buku Indonesia di Jakarta, 1954. Wikimedia
Paul Dano berperan sebagai Edward Nashton atau Riddler di film The Batman. Warner Bros
Edi Sumardi menujukkan foto ibu dan ayahnya di rumahnya di Magelang, Jawa Tengah, 7 Maret 2022. TEMPO/Shinta Maharani
Dalam Bayang-bayang Modernitas: Orang-orang Indo di Kota Magelang pada Akhir Masa Kolonial
Prof Agus Aris Munandar. Dok Tempo/Agus Aris Munandar
Puisi Pipiet Senja yang dimuat di Aktuil No. 226, 1977. Buku Galeri Seni Rupa Pop
Ilustrasi Gendut Riyanto di Majalah Aktuil No. 205, 1976. Buku Galeri Seni Rupa Pop
Pentas Petang di Taman. Dok. Citrus Sinema
Perawan Desa
Susur Leluri karya Maharani Mancanegara dalam pameran seni rupa Jakarta Biennale 2021 di Museum Kebangkitan Nasional (STOVIA), Jakarta, 9 Desember 2021/TEMPO/Nurdiansah
Bens Leo, Jakarta, 1980/Dok TEMPO/Bachrun Suwatdi
Pengambilan gambar musik Tarawangsa di Studio film Institut Kesenian Jakarta, Oktober 2019. Dok. Gerzon
Penulis Mas Marco Kartodikromo dan istri di kamp interniran di Tanamerah, Boven Digul, 1932/KILTV
Laura Basuki berperan sebagai The Sin Nio dalam Sepinya Sepi. Dok. Titimangsa Foundation/@bangjose
Goenawan Mohamad (kedua kiri) saat pembukaan pameran seni rupa bertajuk Di Muka Jendela: Enigma dan peluncuran buku Rupa, Kata, Obyek, dan yang Grotesk di tempodotco, Jakarta, Juli 2021. YouTube
Septiana Rosalina Layan. Dok. Pribadi
Kuntara Wiryamartana. Dok. TEMPO/Usman Iskandar

Gusti, Kula Nyuwun…

Romo Gregorius Budi Subanar SJ dan perupa Samuel Indratma mencetuskan gagasan musikalisasi sajak-sajak Jawa mendiang Romo Kuntara Wiryamartana SJ. Salah satunya sajak Panyuwunan. Dinyanyikan berbagai kalangan, dianggap sebagai doa di tengah pandemi.

Seni Edisi : Sabtu, 17 Juli 2021

Pentas pertunjukan seni drama Taksu Ubud, karya sutradara Dayu Ani dan Produser Happy Salma, di Ubud, Bali, 24 Juni 2021. Anggara Mahendra
Pengunjung berswafoto dengan latar belakang instalasi seni Bloomsday 2021 di ruang seni Dialogue Artspace, Kemang, Jakarta, pada 23 Juni 2021. TEMPO/Nurdiansah

Merayakan Leopold Bloom, Merayakan Bloomsday

NOVEL Ulysses karya James Joyce selalu dipestakan di seluruh dunia oleh para pencinta penulis Irlandia itu setiap 16 Juni. Hari perayaan itu disebut Bloomsday. Disebut demikian karena tokoh fiktif utama dalam novel itu bernama Leopold Bloom. Ulysses pernah disebut sebagai salah satu novel paling berbahaya di dunia dan lama dilarang terbit di Amerika Serikat. Novel ini juga dianggap memiliki tingkat eksperimental tinggi dari sudut penceritaan dan bahasa—hingga menantang untuk terus dipelajari sampai sekarang.

Tahun ini, Bloomsday sampai ke Jakarta. Kedutaan Besar Irlandia di Jakarta merayakan Bloomsday dengan membuat beberapa program berkenaan dengan karya Joyce itu.

Selingan Edisi : Sabtu, 26 Juni 2021

Bekas kantor redaksi Harian Pelopor, yang diasuh Umbu Landu Paranggi, di Jalan Malioboro 175 A, Yogyakarta, 8 April lalu./TEMPO/Shinta Maharani
Usmar Ismail (berdiri, kedua kiri) dan siswa Akademi Teater Nasional (ATNI), pada 1960. Dok. Perpusnas
Relief dan patung dengan tinggi 3 meter dan lebar 12 meter yang ditemukan di Gedung Sarinah, Jakarta. Dok. Kemendikbud

Siapa Pembuat Relief Sarinah?

PARA pekerja renovasi Sarinah tahun lalu “menemukan” relief zaman Sukarno berukuran 3 x 12 meter “disembunyikan” di ruang instalasi listrik gedung. Relief itu menggambarkan suasana pasar lama: ibu-ibu berkebaya bersama barang jajanan dan para lelaki bercaping membawa pikulan. Relief itu menarik karena sebagian berupa relief patung tiga dimensional yang menonjol.

Tak ada arsip mengenai relief itu. Muncul spekulasi dari para pengamat seni rupa tentang siapa pembuat relief dan mengapa karya tersebut bisa dibuang di ruang genset yang pengap di Sarinah. Apakah relief itu sengaja dilenyapkan Orde Baru karena dianggap “kekiri-kirian” atau pihak Sarinah sendiri di masa lampau yang menganggap relief yang menggambarkan masyarakat pedesaan tersebut tidak cocok dengan modernisasi Sarinah?  

Tempo mewawancarai anak-anak para perupa masyhur dari 1960-an untuk menggali kemungkinan-kemungkinan mengenai siapa pembuat relief tersebut. Tempo juga mewawancarai Menteri Tenaga Kerja zaman Orde Baru, Abdul Latief, yang pada awal pendirian Sarinah terlibat sebagai karyawan.

Selingan Edisi : Sabtu, 30 Januari 2021

Pentas Teater Koma dengan judul Cinta Semesta. Dokumentasi Teater Koma
Karya Ipe Ma'ruf berjudul Bukit Jiwa. TEMPO/Nurdiansah
Rusini (depan) dalam pentas Bedhaya Tirta Teja. Youtube fafautami
Ruth Marini dalam Waktu Tanpa Buku yang ditafsirkan sutradara Ruth Marini dari naskah drama karya Lene Therese Teigen. Dokumentasi Ruang Kala/Institut Ungu Media

Memori-memori Interogasi

Faiza Mardzoeki menerjemahkan naskah Lene Therese Teigen, dramawan feminis Norwegia, mengenai kesaksian warga Uruguay yang pernah disiksa di zaman diktator militer. Dipentaskan lima sutradara perempuan secara daring dengan gaya beragam.

Teater Edisi : Sabtu, 5 Desember 2020

Bahasa

Lonteku, Terima Kasih...

Para pemerhati bahasa mengatakan kamus kita bias gender. Sebab, semua sinonim kata pelacur mengarah kepada perempuan. Hanya satu untuk pria, yaitu gigolo. Padahal kata melacur bersifat netral, bisa dilakukan baik oleh laki-laki maupun perempuan.

Bahasa Edisi : Sabtu, 21 November 2020

Pementasan Li Tu Tu oleh Ayu Permata Sari dalam rangkaian acara IDF2020 (IndonesianDanceFestival) dengan tema DAYA: Cari Cara di Studio Hanafi, Depok. TEMPO/Nurdiansah
Bikkhu Anandajoti saat berada di Vihara Wat Yang Thong, Sadao, Thailand, Juli 2017./photodharma.net/Bikkhu Anandajoti
Happy Salma dalam pentas monolog "Aku, Istri Munir". Dok. Titimangsa Foundation
Ugo Untoro dalam siaran Zoom Homage to Blackboards, menggambar Yang Terhapus (The Erased). Badiart Platform

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan