maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

Menulis artikel kebudayaan dan seni di majalah Tempo. Pernah kuliah di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Pada 2011 mendirikan Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) dan menjadi kuratornya sampai sekarang. Pengarang novel Tak Ada Santo di Sirkus (2010) dan Kuil di Dasar Laut (2014) serta penulis buku Tubuh yang Rasis (2002) yang menelaah pemikiran Michel Foucault terhadap pembentukan diri kelas menengah Eropa.

Konten

Pengambilan gambar musik Tarawangsa di Studio film Institut Kesenian Jakarta, Oktober 2019. Dok. Gerzon
Penulis Mas Marco Kartodikromo dan istri di kamp interniran di Tanamerah, Boven Digul, 1932/KILTV
Laura Basuki berperan sebagai The Sin Nio dalam Sepinya Sepi. Dok. Titimangsa Foundation/@bangjose
Goenawan Mohamad (kedua kiri) saat pembukaan pameran seni rupa bertajuk Di Muka Jendela: Enigma dan peluncuran buku Rupa, Kata, Obyek, dan yang Grotesk di tempodotco, Jakarta, Juli 2021. YouTube
Septiana Rosalina Layan. Dok. Pribadi
Kuntara Wiryamartana. Dok. TEMPO/Usman Iskandar

Gusti, Kula Nyuwun…

Romo Gregorius Budi Subanar SJ dan perupa Samuel Indratma mencetuskan gagasan musikalisasi sajak-sajak Jawa mendiang Romo Kuntara Wiryamartana SJ. Salah satunya sajak Panyuwunan. Dinyanyikan berbagai kalangan, dianggap sebagai doa di tengah pandemi.

Seni Edisi : Sabtu, 17 Juli 2021

Pentas pertunjukan seni drama Taksu Ubud, karya sutradara Dayu Ani dan Produser Happy Salma, di Ubud, Bali, 24 Juni 2021. Anggara Mahendra
Pengunjung berswafoto dengan latar belakang instalasi seni Bloomsday 2021 di ruang seni Dialogue Artspace, Kemang, Jakarta, pada 23 Juni 2021. TEMPO/Nurdiansah

Merayakan Leopold Bloom, Merayakan Bloomsday

NOVEL Ulysses karya James Joyce selalu dipestakan di seluruh dunia oleh para pencinta penulis Irlandia itu setiap 16 Juni. Hari perayaan itu disebut Bloomsday. Disebut demikian karena tokoh fiktif utama dalam novel itu bernama Leopold Bloom. Ulysses pernah disebut sebagai salah satu novel paling berbahaya di dunia dan lama dilarang terbit di Amerika Serikat. Novel ini juga dianggap memiliki tingkat eksperimental tinggi dari sudut penceritaan dan bahasa—hingga menantang untuk terus dipelajari sampai sekarang.

Tahun ini, Bloomsday sampai ke Jakarta. Kedutaan Besar Irlandia di Jakarta merayakan Bloomsday dengan membuat beberapa program berkenaan dengan karya Joyce itu.

Selingan Edisi : Sabtu, 26 Juni 2021

Bekas kantor redaksi Harian Pelopor, yang diasuh Umbu Landu Paranggi, di Jalan Malioboro 175 A, Yogyakarta, 8 April lalu./TEMPO/Shinta Maharani
Usmar Ismail (berdiri, kedua kiri) dan siswa Akademi Teater Nasional (ATNI), pada 1960. Dok. Perpusnas
Relief dan patung dengan tinggi 3 meter dan lebar 12 meter yang ditemukan di Gedung Sarinah, Jakarta. Dok. Kemendikbud

Siapa Pembuat Relief Sarinah?

PARA pekerja renovasi Sarinah tahun lalu “menemukan” relief zaman Sukarno berukuran 3 x 12 meter “disembunyikan” di ruang instalasi listrik gedung. Relief itu menggambarkan suasana pasar lama: ibu-ibu berkebaya bersama barang jajanan dan para lelaki bercaping membawa pikulan. Relief itu menarik karena sebagian berupa relief patung tiga dimensional yang menonjol.

Tak ada arsip mengenai relief itu. Muncul spekulasi dari para pengamat seni rupa tentang siapa pembuat relief dan mengapa karya tersebut bisa dibuang di ruang genset yang pengap di Sarinah. Apakah relief itu sengaja dilenyapkan Orde Baru karena dianggap “kekiri-kirian” atau pihak Sarinah sendiri di masa lampau yang menganggap relief yang menggambarkan masyarakat pedesaan tersebut tidak cocok dengan modernisasi Sarinah?  

Tempo mewawancarai anak-anak para perupa masyhur dari 1960-an untuk menggali kemungkinan-kemungkinan mengenai siapa pembuat relief tersebut. Tempo juga mewawancarai Menteri Tenaga Kerja zaman Orde Baru, Abdul Latief, yang pada awal pendirian Sarinah terlibat sebagai karyawan.

Selingan Edisi : Sabtu, 30 Januari 2021

Pentas Teater Koma dengan judul Cinta Semesta. Dokumentasi Teater Koma
Karya Ipe Ma'ruf berjudul Bukit Jiwa. TEMPO/Nurdiansah
Rusini (depan) dalam pentas Bedhaya Tirta Teja. Youtube fafautami
Ruth Marini dalam Waktu Tanpa Buku yang ditafsirkan sutradara Ruth Marini dari naskah drama karya Lene Therese Teigen. Dokumentasi Ruang Kala/Institut Ungu Media

Memori-memori Interogasi

Faiza Mardzoeki menerjemahkan naskah Lene Therese Teigen, dramawan feminis Norwegia, mengenai kesaksian warga Uruguay yang pernah disiksa di zaman diktator militer. Dipentaskan lima sutradara perempuan secara daring dengan gaya beragam.

Teater Edisi : Sabtu, 5 Desember 2020

Bahasa

Lonteku, Terima Kasih...

Para pemerhati bahasa mengatakan kamus kita bias gender. Sebab, semua sinonim kata pelacur mengarah kepada perempuan. Hanya satu untuk pria, yaitu gigolo. Padahal kata melacur bersifat netral, bisa dilakukan baik oleh laki-laki maupun perempuan.

Bahasa Edisi : Sabtu, 21 November 2020

Pementasan Li Tu Tu oleh Ayu Permata Sari dalam rangkaian acara IDF2020 (IndonesianDanceFestival) dengan tema DAYA: Cari Cara di Studio Hanafi, Depok. TEMPO/Nurdiansah
Bikkhu Anandajoti saat berada di Vihara Wat Yang Thong, Sadao, Thailand, Juli 2017./photodharma.net/Bikkhu Anandajoti
Happy Salma dalam pentas monolog "Aku, Istri Munir". Dok. Titimangsa Foundation
Ugo Untoro dalam siaran Zoom Homage to Blackboards, menggambar Yang Terhapus (The Erased). Badiart Platform
Proses restorasi lukisan Lee Man Fongh oleh Michaela Anselmini di Jakarta. Dok. Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Nyawa Kedua Margasatwa dan Puspita

Mural karya Lee Man Fong, Margasatwa dan Puspita Indonesia, yang menjadi koleksi Hotel Indonesia Kempinski mengalami proses restorasi. Lukisan terbesar yang pernah dibuat Lee Man Fong ini digarap pada 1962 atas perintah Presiden Sukarno. Lukisan ini bertema keberagaman hayati Indonesia. Tak banyak yang tahu bahwa mural ini memiliki master berupa dua lukisan cat air yang juga dibuat Lee Man Fong. Ikuti kisah tentang lukisan ini dan lukisan lain yang menjadi koleksi Hotel Indonesia Kempinski.

Selingan Edisi : Sabtu, 26 September 2020

Tulisan kuno pada penggalan batu bata yang ditemukan dalam ekskavasi Situs Kumitir sektor A di Dusun Bendo, Desa Kumtir, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto, Jawa Timur./MI.com
Ekskavasi pada sektor tengah situs Kumitir di Mojokerto, Jawa Timur, 24 Agustus lalu./Tempo/Kukuh S Wibowo

Kumitir, Katastrofe, dan Tafsir Lain

DI masa pandemi ini, selama sebulan, sejak 4 Agustus sampai 9 September lalu, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPPCB) Jawa Timur melakukan ekskavasi skala besar di Situs Kumitir, dekat Trowulan, Mojokerto. Penggalian yang melibatkan puluhan pekerja ini menindaklanjuti ekskavasi tahun lalu, yang berhasil menemukan sebuah struktur talut panjang di Kumitir.

Ekskavasi ini mengundang kegairahan baru atas penelitian Majapahit. Meski penggalian baru menyingkap 30 persen dari luas keseluruhan situs, berbagai tafsir muncul menyusul kerja keras BPCB Jawa Timur ini. Tempat apakah situs Kumitir? Apakah pendarmaan? Apakah sebuah kota kecil? Apakah kedaton? Mengapa bisa terpendam? Mengapa minim temuan artefak? Apakah bencana alam atau ulah manusia yang menghancurkan kawasan situs? Tempo melaporkannya.  

 

Selingan Edisi : Sabtu, 12 September 2020

Ratna Riantiarno dan Butet Kartaredjasa dalam Rumah Kenangan garapan sutradara Agus Noor, yang ditayangkan secara online lewat indonesiakaya.com 15-16 Agustus 2020. Dokumentasi Titimangsa Foundation
Sastrawan Sapardi Djoko Damono di meja kerjanya, 1988. TEMPO/Rini PWI Asmara
Patung Soekarno karya DOlorosa Sinaga di bundaran depan kantor Kementerian Pekerjaan Umum, persimpangan Jalan Arezki Mouri dan Jalan Mustapha Khalef, Kota Ben Aknoun, Provinsi Aljir, Aljazair./Dok. pri

Sebuah Monumen Sukarno di Jantung Aljazair

Sebuah patung Sukarno hasil kolaborasi Ridwan Kamil dan Dolorosa Sinaga berdiri di ibu kota Aljazair. Sukarno sangat dihormati di Aljazair karena perannya mendukung kemerdekaan negara itu. Pada 1955, Sukarno mengundang para pejuang kemerdekaan Aljazair datang ke Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Konferensi yang berpengaruh bagi politikus dan aktivis Front Pembebasan Nasional (FLN), yang menentang kolonialisme Prancis di Aljazair.

Sedianya patung itu diresmikan pada 6 Juni 2020, bertepatan dengan peringatan kelahiran Sukarno. Namun, karena pandemi, peresmian diundur. Tempo menuliskan kisah di balik patung Sukarno di Aljazair itu. Tulisan dilengkapi esai Agus Dermawan T., yang menulis tentang persahabatan Sukarno dengan pematung berdarah Jepang terkenal, Isamu Noguchi. Dari Noguchi-lah Sukarno sadar akan pentingnya patung publik.

Selingan Edisi : Sabtu, 13 Juni 2020

Slamet Raharjo dan N Riantiarno membacakan naskah Ditunggu Dogot, yang disiarkan secara langsung di channel youtube Institut Kesenian Jakarta./Youtube/Institut Kesenian Jakarta
Litografi berjudul Bewoners van het eiland Java (penduduk pulau Jawa) karya Gustaaf Leonardus Adolf Amand, 1860./Foto-foto: KITLV
Litografi karya Carel William Meredith Van de Velde berjudul Een Bezoek bij den Sultan van Ternate, 1845./Buku Nusantara In Print

Litografi VOC: Antara Realitas dan Imajinasi

Sebuah buku langka mengenai litografi di zaman kolonial terbit. Ditulis sejarawan Universiteit Leiden, Simon C. Kemper, berdasarkan koleksi print milik Kartini Collection, Jakarta. Kemper mampu menyuguhkan analisis mendalam. Ternyata, di balik gambar-gambar indah dan eksotis litografi, banyak cerita menarik yang berkelindan dengan persoalan politik, sikap romantisisme, sikap saintifik, hingga prasangka orientalisme.

Selingan Edisi : Sabtu, 30 Mei 2020

Radhar Panca Dahana membawakan puisi LaluKau di Gedung Kesenian Jakarta, 19 Februari lalu./TEMPO/Nurdiansah
Geladi resik pentas Ibuibu Belu: Bodies of Borders di Teater Salihara, Jakarta, 5 Februari 2020.  TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Suprapto Suryodarmo. TEMPO/STR/Ahmad Rafiq
Wangbang Wideya: A Javanese Panji Romance /Tempo
Film The Science of Fictions karya Yosep Anggi Noen.
Patung Tora-san dan Sakura di Shibamata. TEMPO/Seno Joko Suyono
Sutradara Nobuhiko Obayashi di karpet merah Tokyo International Film Festival 2019. 
TEMPO/Seno Joko Suyono

Karpet Merah di Roppongi Hills

TOKYO International Film Festival ke-32 berlangsung pada 28 Oktober-5 November 2019. Dibuka film terbaru karya sutradara sepuh Jepang, Yoji Yamada, Tora-san, Wish You Were Here, festival ini menyajikan ratusan film yang digelar dalam berbagai kategori. Seksi kompetisi salah satu yang ditunggu-tunggu. Dewan juri yang diketuai artis terkenal Cina, Zhang Ziyi, menilai 14 film terpilih dari berbagai negara yang mengangkat tema unik dalam seksi tersebut. Siapa penerima Tokyo Grand Prix/The Governor of Tokyo Award pada seksi kompetisi? Ikuti laporan wartawan Tempo, Seno Joko Suyono. Termasuk ulasan film The Science of Fictions karya Yosep Anggi Noen, yang diputar dalam seksi World Focus.

Intermezzo Edisi : Sabtu, 16 November 2019

Claire Holt dan penari Nias, ANTARA 1938 DAN 1939./ Dok. Jean-Pascal Elbaz
Foto korban yang dijebloskan ke kamp konsentrasi Stalin di Museum Alzhir, Kazakstan.
Patung The Golden Man di Museum Nasional Kazakstan. TEMPO/Seno Joko Suyono
Pertunjukan Opera Birzhan-Sara di Astana Opera, Kazakstan. TEMPO/Seno Joko Suyono

Dari Sisi Kiri Sungai Esil

BERTEMPAT di Ibu Kota Nur-Sultan, pemerintah Kazakstan menyelenggarakan The First Forum of Asian Countries’ Writers. Sastrawan dari berbagai negara Asia dijamu dan diberi forum untuk membicarakan masa depan sastra Asia. Di antara hadirin terdapat penyair sepuh Korea Selatan, Ko Un (nomine Hadiah Nobel Sastra 2016), dan penyair Mongolia, Mend-Ooyo Gombojav (nomine Hadiah Nobel Sastra 2006). Undangan ini menarik karena, kepada para sastrawan Asia, pemerintah Kazakstan sekaligus memperkenalkan Nur-Sultan, ibu kota baru yang semula hanya padang rumput kosong. Pada 1997, Kazakstan memindahkan ibu kotanya dari Almaty ke Astana. Pada 2019, nama Astana resmi diganti menjadi Nur-Sultan. Nama itu diambil dari nama Presiden Kazakstan Nursultan Nazarbayev, yang setelah menjabat 30 tahun mengundurkan diri. Ikuti laporan wartawan Tempo, Seno Joko Suyono, tentang Nur-Sultan yang penuh dengan bangunan berdesain kontemporer. Ikuti juga laporan mengenai Alzhir, bekas kamp konsentrasi dari masa Uni Soviet yang lokasinya di luar Kota Nur-Sultan.

Selingan Edisi : Sabtu, 21 September 2019

Cervantes, Don Quixote, dan Den Kisot/Tempo

Cervantes, Don Quixote, dan Den Kisot

NOVEL klasik termasyhur Miguel de Cervantes Saavedra, El Ingenioso Hidalgo Don Quixote de La Mancha, diterjemahkan secara utuh ke dalam bahasa Indonesia. Terdiri atas dua volume, tebalnya sekitar 1.000 halaman. Novel yang dialihbahasakan oleh penerjemah senior Apsanti Djokosujatno itu diterbitkan Yayasan Pustaka Obor Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar Spanyol.

Intermezzo Edisi : Sabtu, 27 Juli 2019

Pertunjukan teater Baal oleh Impermanence dari Bristol, Inggris dalam pergelaran Djakarta Teater Platform di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki
Pementasan teater I La Galigo arahan sutradara Robert Wilson di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta 03 Juli 2019. TEMPO/Nurdiansah
TEMPO/Nurdiansah
Kompleks Makam Sunan Gunung JATI di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, November 2012.

Dari Makam ke Makam

George Quinn, ahli kebudayaan dan sastra Jawa dari Australian National University, menerbitkan buku baru: Bandit Saints of Java: How Java’s Eccentric Saints are Challenging Fundamentalist Islam in Modern Indonesia.

Iqra Edisi : Sabtu, 15 Juni 2019

Dari Dionysus sampai Ryuichi Sakamoto/Purnati Indonesia/Pinkan Veronique

Suzuki dan Tragedi Yunani

“Sejak zaman Yunani kuno, kriminalitas dan takdir menjadi pertanyaan besar teater,” kata Tadashi Suzuki menjawab pertanyaan seorang peserta acara “In Conversation with Tadashi Suzuki”, Sabtu, 18 Mei lalu, di Blue Room, Festival House, Singapura. Berumur 80 tahun, ia bisa tiba-tiba sangat ekspresif saat berdiskusi, lebih-lebih bila menerangkan tragedi Yunani. 

Seni Edisi : Minggu, 26 Mei 2019

Dari Dionysus sampai Ryuichi Sakamoto/Purnati Indonesia/Pinkan Veronique
Gamelan Sarioneng Parakan mengiringi penari dari Sanggar Tari Darma Giri Budaya Wonogiri, dalam perayaan 130 tahun Kampung Jawa di Paris.
Pentas Teater Pintu dengan judul Penjaga Rumah di Teater Salihara, Jakarta. Witjak Widhi Cahya/Salihara
Salah satu manuskrip Jawa di British Library, London. TEMPO/Seno Joko Suyono
London Book Fair

London Book Fair, Sebentar Lagi

LONDON Book Fair 2019 akan dihelat dua minggu lagi, 12-14 Maret mendatang. Setelah dalam Frankfurt Book Fair 2015 menjadi tamu kehormatan, kini, di London Book Fair, Indonesia secara prestisius terpilih menjadi Market Focus Country. Dua puluh penerbit Indonesia akan datang. Komite Buku Nasional juga akan membawa sekitar 450 buku penulis Indonesia. Semua dengan harapan agar di London banyak buku kita yang terbeli hak terjemahannya. Untuk memperkenalkan khazanah sastra dan intelektual Indonesia kepada penerbit-penerbit dunia, bekerja sama dengan British Council, sastrawan-sastrawan Indonesia pada Maret itu akan mendiskusikan beragam topik di berbagai tempat di London. Sebelum acara besar tersebut berlangsung, Komite Buku Nasional, yang ditunjuk pemerintah mengorganisasi keikutsertaan Indonesia dalam London Book Fair, menggelar serangkaian acara pendahuluan di London. Ikuti laporan Tempo mengenai persiapan Indonesia mengikuti London Book Fair 2019.

Intermezzo Edisi : Sabtu, 23 Februari 2019

Karya kartunis harian Bintang Timur, Sibarani, memparodikan Sjahrir (sedang mandi) dan Sumitro (memakai tong). TEMPO/Aditya Herlambang Putra
Adegan pembunuhan penyair Amir Hamzah dalam pentas Nyanyi Sunyi Revolusi di Gedung Kesenian Jakarta, 2 Februari 2019. TEMPO/Nurdiansah
Dr Andrea Acri./ Dok. Andrea Acri
Pentas Teater Koma dalam lakon Mahabarata, Asmara Raja Dewa, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 15 November 2018.
Monolog Suara-suara yang Tak Terlahir, Maria, dan Desdemona karya Christine Brückner di GoetheHaus, Jakarta, Kamis, 8 November. -TEMPO/Subekti
Cuplikan realitas virtual dalam pentas Frogman. -Dok. Curious Directive
Pentas Komunitas Poleleo di Taman Ismail Marzuki. -Gigih Ibnur

Song’i dan Tanggung Jawab Ais

BRAK. BRAK. Tiga kardus seukuran lemari es dua pintu itu tiba-tiba terjatuh. Dari dalamnya, terlihat masing-masing seorang aktor berupaya membebaskan diri dari plastik yang membungkus tubuhnya. Penonton sebelumnya tak tahu bahwa kardus di depan panggung prosenium Graha Bhakti Budaya itu berisi manusia. Mereka mengiranya hanya bagian properti biasa.

Teater Edisi : Jumat, 12 Oktober 2018

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan