Buku 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Memahami Dunia 'Bacaan Liar' 1920-1926

Bacaan liar—bagi kaum pergerakan sebelum masa kemerdekaan—menjadi media penyadaran kaum kecil. Kajian atas gagasan-gagasan progresif anti-Belanda.

 

i Penulis Mas Marco Kartodikromo dan istri di kamp interniran di Tanamerah, Boven Digul, 1932/KILTV
Penulis Mas Marco Kartodikromo dan istri di kamp interniran di Tanamerah, Boven Digul, 1932/KILTV
  • Resensi buku Bacaan Liar, Budaya dan Politik pada Zaman Pergerakan karya Razif. .
  • Bacaan liar adalah istilah Balai Pustaka untuk buku-buku karangan kaum pergerakan yang mengganggu.
  • Memberi gambaran bagaimana gagasan-gagasan progresif anti Belanda saat itu disebarluaskan. .

“BACAAN liar” adalah istilah dari Balai Pustaka untuk buku-buku karangan kaum pergerakan yang dianggap mengganggu ketertiban dan merusak ketenteraman. Sepanjang 1920-1926 muncul bacaan-bacaan progresif populer dan artikel-artikel kritis dari pengarang-pengarang seperti Mas Marco Kartodikromo, Semaoen, Darsono, Raden Mas Soetjipto, Raden Mas Tirto Adhi Soerjo, Alimin, dan Rangsang. Pemerintah kolonial berusaha keras membendun

...

Reporter Seno Joko Suyono


Buku Penulis Buku

Buku 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.