Seno Joko Suyono | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co
Profile Seno Joko Suyono

Seno Joko Suyono




  • Sebuah Monumen Sukarno di Jantung Aljazair
    Selingan

    Sebuah Monumen Sukarno di Jantung Aljazair

    Sebuah patung Sukarno hasil kolaborasi Ridwan Kamil dan Dolorosa Sinaga berdiri di ibu kota Aljazair. Sukarno sangat dihormati di Aljazair karena perannya mendukung kemerdekaan negara itu. Pada 1955, Sukarno mengundang para pejuang kemerdekaan Aljazair datang ke Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Konferensi yang berpengaruh bagi politikus dan aktivis Front Pembebasan Nasional (FLN), yang menentang kolonialisme Prancis di Aljazair.

    Sedianya patung itu diresmikan pada 6 Juni 2020, bertepatan dengan peringatan kelahiran Sukarno. Namun, karena pandemi, peresmian diundur. Tempo menuliskan kisah di balik patung Sukarno di Aljazair itu. Tulisan dilengkapi esai Agus Dermawan T., yang menulis tentang persahabatan Sukarno dengan pematung berdarah Jepang terkenal, Isamu Noguchi. Dari Noguchi-lah Sukarno sadar akan pentingnya patung publik.

  • Dogot dan Sapardi
    Seni

    Dogot dan Sapardi

    Ditunggu Dogot karya Sapardi Joko Damono dirayakan di Institut Kesenian Jakarta. Sekolah Pascasarjana, S-1, dan alumnus mementaskannya secara daring.

  • Tubuh dalam Tatapan Orientalisme
    Selingan

    Tubuh dalam Tatapan Orientalisme

    Cara engraver Eropa menggambarkan orang Nusantara dalam litografi sering bias dan cenderung stereotipe.

  • Litografi VOC: Antara Realitas dan Imajinasi
    Selingan

    Litografi VOC: Antara Realitas dan Imajinasi

    Sebuah buku langka mengenai litografi di zaman kolonial terbit. Ditulis sejarawan Universiteit Leiden, Simon C. Kemper, berdasarkan koleksi print milik Kartini Collection, Jakarta. Kemper mampu menyuguhkan analisis mendalam. Ternyata, di balik gambar-gambar indah dan eksotis litografi, banyak cerita menarik yang berkelindan dengan persoalan politik, sikap romantisisme, sikap saintifik, hingga prasangka orientalisme.

  • Peci Putih Radhar
    Seni

    Peci Putih Radhar

    Radhar Panca Dahana membacakan sajak-sajak spiritual-nya di Gedung Kesenian Jakarta. Mencoba mengemas pentas dalam bentuk kolaborasi multimedia dan musik.

  • Eko dan Perbatasan Belu
    Seni

    Eko dan Perbatasan Belu

    Koreografi terbaru Eko Supriyanto bertolak dari kawasan timur Indonesia setelah Jailolo. Mengangkat isu perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

  • Prapto, Candi, dan Meditasi Gerak
    Obituari

    Prapto, Candi, dan Meditasi Gerak

    Tokoh meditasi gerak Suprapto Suryodarmo wafat. Ia diakui di dunia internasional. Muridnya banyak dari Eropa. Ia mengembangkan medan seni spiritual.

  • Stuart Robson, Sang Mitra Romo Zoet
    Iqra

    Stuart Robson, Sang Mitra Romo Zoet

    Di Malang, Perpustakaan Nasional dan Masyarakat Pernaskahan Nusantara mengundang Stuart Owen Robson. Dialah yang bersama Zoetmulder menyusun karya monumental kamus Jawa Kuno-Inggris.

  • Seorang Astronaut Bernama Siman
    Intermezzo

    Seorang Astronaut Bernama Siman

    Film The Science of Fictions karya Yosep Anggi Noen masuk kategori World Focus dalam Tokyo International Film Festival. Tema trauma politik disajikan melalui gagasan unik.

  • Yoji Yamada, Tora-san, dan Shibamata
    Intermezzo

    Yoji Yamada, Tora-san, dan Shibamata

    Film Tora-san, Wish You Were Here karya sutradara sepuh Yoji Yamada menjadi pembuka Tokyo International Film Festival. Yamada membuat serial film Tora-san sejak 1969. Salah satu film keluarga paling populer dan menyentuh berbagai generasi di Jepang.

  • Karpet Merah di Roppongi Hills
    Intermezzo

    Karpet Merah di Roppongi Hills

    TOKYO International Film Festival ke-32 berlangsung pada 28 Oktober-5 November 2019. Dibuka film terbaru karya sutradara sepuh Jepang, Yoji Yamada, Tora-san, Wish You Were Here, festival ini menyajikan ratusan film yang digelar dalam berbagai kategori. Seksi kompetisi salah satu yang ditunggu-tunggu. Dewan juri yang diketuai artis terkenal Cina, Zhang Ziyi, menilai 14 film terpilih dari berbagai negara yang mengangkat tema unik dalam seksi tersebut. Siapa penerima Tokyo Grand Prix/The Governor of Tokyo Award pada seksi kompetisi? Ikuti laporan wartawan Tempo, Seno Joko Suyono. Termasuk ulasan film The Science of Fictions karya Yosep Anggi Noen, yang diputar dalam seksi World Focus.

  • Surat-surat Louis Damais-Claire Holt
    Selingan

    Surat-surat Louis Damais-Claire Holt

    Korespondensi Louis-Charles Damais dengan Claire Holt berlangsung pada 1945-1947. Mereka sama-sama antikolonial. Mereka sama-sama pencinta kebudayaan kuno Indonesia. Mereka juga memiliki sahabat dan guru terkasih yang sama: Stutterheim.

  • Seorang Epigrafis yang Dilupakan
    Selingan

    Seorang Epigrafis yang Dilupakan

    Louis- Charles Damais (1911-1966)

  • Alzhir, Kenangan Pedih Kamp Stalin
    Selingan

    Alzhir, Kenangan Pedih Kamp Stalin

    Aleksandr Solzhenitsyn, penulis The Gulag Archipelago, mendeskripsikan begitu banyak kamp konsentrasi di era Stalin. Beberapa gulag terkejam saat itu sesungguhnya berada di wilayah Kazakstan.

  • Sang Ikon: The Golden Man
    Selingan

    Sang Ikon: The Golden Man

    HALL of Gold. Ruang ekshibisi tersebut diberi nama “Aula Emas”.

  • Dari Sisi Kiri Sungai Esil
    Selingan

    Dari Sisi Kiri Sungai Esil

    BERTEMPAT di Ibu Kota Nur-Sultan, pemerintah Kazakstan menyelenggarakan The First Forum of Asian Countries’ Writers. Sastrawan dari berbagai negara Asia dijamu dan diberi forum untuk membicarakan masa depan sastra Asia. Di antara hadirin terdapat penyair sepuh Korea Selatan, Ko Un (nomine Hadiah Nobel Sastra 2016), dan penyair Mongolia, Mend-Ooyo Gombojav (nomine Hadiah Nobel Sastra 2006). Undangan ini menarik karena, kepada para sastrawan Asia, pemerintah Kazakstan sekaligus memperkenalkan Nur-Sultan, ibu kota baru yang semula hanya padang rumput kosong. Pada 1997, Kazakstan memindahkan ibu kotanya dari Almaty ke Astana. Pada 2019, nama Astana resmi diganti menjadi Nur-Sultan. Nama itu diambil dari nama Presiden Kazakstan Nursultan Nazarbayev, yang setelah menjabat 30 tahun mengundurkan diri. Ikuti laporan wartawan Tempo, Seno Joko Suyono, tentang Nur-Sultan yang penuh dengan bangunan berdesain kontemporer. Ikuti juga laporan mengenai Alzhir, bekas kamp konsentrasi dari masa Uni Soviet yang lokasinya di luar Kota Nur-Sultan.

  • Cervantes, Don Quixote, dan Den Kisot
    Intermezzo

    Cervantes, Don Quixote, dan Den Kisot

    NOVEL klasik termasyhur Miguel de Cervantes Saavedra, El Ingenioso Hidalgo Don Quixote de La Mancha, diterjemahkan secara utuh ke dalam bahasa Indonesia. Terdiri atas dua volume, tebalnya sekitar 1.000 halaman. Novel yang dialihbahasakan oleh penerjemah senior Apsanti Djokosujatno itu diterbitkan Yayasan Pustaka Obor Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar Spanyol.

  • Menafsirkan Naskah Pertama Brecht
    Seni

    Menafsirkan Naskah Pertama Brecht

    Impermanence, kelompok dance theater asal Bristol, Inggris, mengadaptasi naskah Baal karya Bertolt Brecht di Taman Ismail Marzuki. Naskah pertama Brecht yang tak pernah dimainkan di sini.

  • I La Galigo, Setelah 15 Tahun
    Teater

    I La Galigo, Setelah 15 Tahun

    I La Galigo yang disutradarai Robert Wilson dipentaskan kembali di Ciputra Artpreneur. Posisi bissu, pendeta Bugis kuno, akibat wafatnya Puang Matoa Saidi, diisi seorang aktor.

  • Kamila, Yang Tampak dan Tak Tampak
    Teater

    Kamila, Yang Tampak dan Tak Tampak

    Film Sekala Niskala diangkat ke panggung teater oleh sutradara Kamila Andini. Duka seorang anak yang meratapi kehilangan saudara kembar dan kembali menemukan kebahagiaan di alam niskala.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.