Selingan 2/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Gerzon, Rancakalong, dan Eksperimen Split Screen

Sineas Gerzon Ron Ayawaila membuat film etnodokumenter mengenai tarawangsa untuk meraih gelar doktor. Tarawangsa sebagai semacam terapi psikologis.

i Pengambilan gambar musik Tarawangsa di Studio film Institut Kesenian Jakarta, Oktober 2019. Dok. Gerzon
Pengambilan gambar musik Tarawangsa di Studio film Institut Kesenian Jakarta, Oktober 2019. Dok. Gerzon
  • Pengalaman sineas Gerzon Ayawaila membuat film etnodokumenter tarawangsa di Rancakalong .
  • Bereksperimen dengan split screen.
  • Bagi masyarakat Rancakalong, tarawangsa semacam terapi psikologis. .

AYO, Pak, lepaskeun, lepaskeun.” Gerzon Ron Ayawaila, sineas dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ), masih ingat beberapa orang berkata demikian kepadanya suatu kali ketika ia ikut ngibing merespons alunan musik magis tarawangsa di Rancakalong. Gerzon mulanya tak mengerti apa yang dimaksud dengan “lepaskeun. Namun ia kemudian paham: sembari bergerak mengikuti bunyi tarawangsa, seseorang seyogianya melepaskan semua beban pi

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 58.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Seno Joko Suyono


Kesenian seniman Seni Tradisi Tarawangsa Kabupaten Sumedang

Selingan 2/2

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.