Profile Linda Trianita

Linda Trianita

Berkarier di Tempo sejak 2013, alumni Universitas Brawijaya ini meliput isu korupsi dan kriminal. Kini redaktur di Desk Hukum majalah Tempo. Fellow program Investigasi Bersama Tempo, program kerja sama Tempo, Tempo Institute, dan Free Press Unlimited dari Belanda, dengan liputan mengenai penggunaan kawasan hutan untuk perkebunan sawit yang melibatkan perusahaan multinasional. Mengikuti Oslo Tropical Forest Forum 2018 di Norwegia.




  • Fatwa Penyirep Hawa
    Hukum

    Fatwa Penyirep Hawa

    Keterlibatan perempuan dalam terorisme meningkat setelah pengaruh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sampai ke Indonesia pada 2015. Negara belum menyiapkan program deradikalisasi khusus perempuan.

  • Teroris Milenial dan Serigala Penyendiri
    Laporan Utama

    Teroris Milenial dan Serigala Penyendiri

    Pengebom Gereja Katedral Makassar berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah yang berbaiat kepada kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Petinggi Front Pembela Islam disebut hadir dalam salah satu pembaiatan. Serangan di Makassar membangkitkan teroris yang beraksi sendirian.

  • Mereka Luput dari Penangkapan
    Laporan Utama

    Mereka Luput dari Penangkapan

    Wawancara Tempo dengan Kepala BNPT Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar.

  • Aroma Politis di Pasal Berlapis
    Hukum

    Aroma Politis di Pasal Berlapis

    Persidangan pentolan Front Pembela Islam, Muhammad Rizieq Syihab, berlangsung penuh cekcok. Penasihat hukum menuding dakwaan Rizieq berisi pasal-pasal selundupan.

  • Pungutan Liar 52 Miliar
    Hukum

    Pungutan Liar 52 Miliar

    Komisi Pemberantasan Korupsi menyita duit Rp 52,3 miliar yang berhubungan dengan korupsi ekspor benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Diduga berasal dari pungutan liar kepada eksportir benih lobster. 

  • Main Angin atas Pajak
    Laporan Utama

    Main Angin atas Pajak

    Komisi Pemberantasan Korupsi mengusut dugaan suap pemeriksaan pajak 165 perusahaan. Baru kasus tiga perusahaan naik ke penyidikan, rasuah mencapai Rp 50 miliar. Salah satu perusahaan milik pengusaha batu bara Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

  • Pemeran Pengganti Sandiwara Tiga Rumah
    Hukum

    Pemeran Pengganti Sandiwara Tiga Rumah

    Polisi mengungkap jaringan mafia properti yang menggasak ibu mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Saling tuduh merekayasa transaksi.

  • Janji Ngopi di Tanah yang Dijanjikan
    Hukum

    Janji Ngopi di Tanah yang Dijanjikan

    Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur mengusut korupsi tanah negara di Labuan Bajo senilai Rp 3 triliun. Menyeret Komisaris Jenderal (Purnawirawan) Gregorius Mere dan wartawan senior, Karni Ilyas.

  • Dua Perkara Satu Tersangka
    Hukum

    Dua Perkara Satu Tersangka

    Kejaksaan Agung menyidik perkara baru bekas Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino. Kasus lamanya di Komisi Pemberantasan Korupsi masih menggantung.

  • Bandar Narkotik Enam Penjara
    Hukum

    Bandar Narkotik Enam Penjara

    Cristian Jaya Kusuma alias Sancai diduga mengoperasikan jaringan narkotik di Jawa Tengah dan sekitarnya dari balik penjara. Kerap melibatkan aparat.

  • Paket Mewah Partai Merah
    Laporan Utama

    Paket Mewah Partai Merah

    Bantuan sosial untuk masyarakat yang terkena dampak pandemi ditengarai dinikmati oleh sejumlah elite PDI Perjuangan. Menggunakan beberapa pengusaha, petinggi partai banteng mendapat kuota hingga jutaan paket. Nama Puan Maharani ikut disebut.

  • Geng Jenderal di Trunojoyo
    Hukum

    Geng Jenderal di Trunojoyo

    Perkubuan di kepolisian mewarnai bursa pemilihan Kepala Kepolisian RI. Komisaris Jenderal Listyo Sigit perlu membuktikan bahwa dia terpilih bukan karena dekat dengan Presiden Joko Widodo semata.

  • Kepala Polisi Ajudan Jokowi
    Hukum

    Kepala Polisi Ajudan Jokowi

    Presiden Joko Widodo menunjuk Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian RI. Karena faktor kedekatan.

  • Kasus Baru di Sel Lawas
    Hukum

    Kasus Baru di Sel Lawas

    Pentolan Front Pembela Islam, Muhammad Rizieq Syihab, dijerat lagi dalam sejumlah kasus. Pemerintah melarang semua kegiatan dan penggunaan atribut FPI.

  • Upeti Bansos untuk Tim Banteng
    Laporan Utama

    Upeti Bansos untuk Tim Banteng

    Tim khusus Menteri Sosial Juliari Batubara diduga menampung fee dari perusahaan yang ditunjuk untuk mengadakan bantuan sosial bahan kebutuhan pokok. Mereka menunjuk perusahaan yang belum lama berdiri sebagai pemenang. Paket bantuan itu disebut-sebut dikuasai sejumlah politikus dan pejabat negara. Duit suap disinyalir mengalir kepada calon kepala daerah dari PDI Perjuangan.

  • Mobil Benur untuk Calon Ratu
    Nasional

    Mobil Benur untuk Calon Ratu

    Edhy Prabowo diduga memerintahkan anak buahnya untuk membeli jam tangan mewah dari duit suap ekspor benur. Ia juga disinyalir membeli setidaknya dua mobil. Satu di antaranya diberikan ke seorang finalis ajang kecantikan.

  • Pala Tak Lagi Berjaya
    Selingan

    Pala Tak Lagi Berjaya

    Warga di Kepulauan Banda Naira masih mengelola perkebunan pala peninggalan perkenier VOC. Mereka tidak mengantongi hak kepemilikan lahan. Kondisi infrastruktur pun tertinggal, listrik menyala hanya empat jam tiap hari, dan mengandalkan tadahan air hujan untuk minum.

  • Perkenier Terakhir Banda Naira
    Selingan

    Perkenier Terakhir Banda Naira

    Pala, yang merupakan komoditas utama dari Kepulauan Banda Naira, sempat berjaya pada abad ke-16. Belanda, melalui VOC, bahkan memboyong 37 perkenier (pemilik kebun) dari Negeri Kincir Angin itu ke Banda untuk mengelola perkebunan demi memenuhi monopoli pasokan pala di pasar Eropa. Tersisa satu keturunan perkenier terbesar dari abad ke-16 di Banda Naira, Pongky Erwandi van den Broeke, yang kini hanya mengelola 12,5 hektare lahan. Ia menjadi korban kerusuhan 1999.

  • Pecah Kongsi Dua Kerabat
    Hukum

    Pecah Kongsi Dua Kerabat

    Polisi menelisik dugaan korupsi anggaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas untuk atlet bulu tangkis periode 2017. Ada peran juara dunia Taufik Hidayat.

  • Garda Partai di Suap Benur
    Laporan Utama

    Garda Partai di Suap Benur

    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan sejumlah kader Gerindra menggunakan ekspor benur untuk mendulang untung. Dari memainkan perizinan hingga mengutip ongkos pengiriman bayi lobster itu jauh di atas biaya pengirimannya. Duit suap diduga mengalir hingga ke perusahaan jasa keamanan milik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.