Profile Isma Savitri

Isma Savitri

Setelah bergabung di Tempo pada 2010, lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro ini meliput isu hukum selama empat tahun. Berikutnya, ia banyak menulis isu pemberdayaan sosial dan gender di majalah Tempo English, dan kini sebagai Redaktur Seni di majalah Tempo, yang banyak mengulas film dan kesenian. Pemenang Lomba Kritik Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2019 dan Lomba Penulisan BPJS Kesehatan 2013.




  • Ritual-ritual Kuno Penolak Wabah
    Selingan

    Ritual-ritual Kuno Penolak Wabah

    JAUH sebelum pandemi Covid-19 mengoyak bumi, berbagai daerah di Nusantara sudah beberapa kali berhadapan dengan pagebluk yang memakan korban jiwa. Kondisi itu memunculkan beragam kearifan lokal yang bertaut erat dengan tradisi untuk mencegah ataupun melawan wabah. Ritual itu tak hanya berupa perapalan mantra dan doa, tapi juga tari-tarian, syair, serta upacara tradisional yang sebagian di antaranya masih dilestarikan sampai sekarang. Di Bali, misalnya, dikenal tari sakral sanghyang yang memadukan gerak tari dan trans, juga kidung, yang dilakukan untuk mengenyahkan bala dan memohon perlindungan dewata.

    Ada pula metode penyembuhan dan ramuan tradisional yang dipercaya berkhasiat mengobati penyakit dari masa ke masa. Bermacam ritual itu termaktub dalam buku Menolak Wabah yang dirilis Penerbit Ombak bekerja sama dengan Borobudur Writers & Cultural Festival Society, akhir tahun lalu. Buku yang terbagi menjadi dua jilid itu memuat puluhan karya tulis yang menggali kearifan lokal penolak wabah, dari relief, manuskrip, sejarah rempah, hingga ritual budaya.

  • Perkenalkan: Dua Anjing Jalanan
    Sinema

    Perkenalkan: Dua Anjing Jalanan

    June & Kopi memberi warna baru dalam industri film Indonesia. Menyuguhkan hubungan manusia dengan hewan dan memotret realitas anjing jalanan.

  • Saat Cosplay Pindah ke Layar Gawai
    Seni

    Saat Cosplay Pindah ke Layar Gawai

    Untuk pertama kali, ekshibisi budaya pop dan anime Indo Comic Con digelar secara daring. Para pelaku cosplay beradaptasi dengan kondisi pandemi.

  • Pertama dari Indonesia
    Selingan

    Pertama dari Indonesia

    Orang-orang Bloomington masuk daftar sastra terbitan Penguin Classics. Kisahnya dinilai tak tergerus zaman.

  • Desainnya Dipilih Sukarno, Pekerjanya Seniman Yogyakarta-Bandung
    Selingan

    Desainnya Dipilih Sukarno, Pekerjanya Seniman Yogyakarta-Bandung

    Abdul Latief salah satu saksi mata pendirian dan pengelolaan pertama Sarinah yang masih hidup. Kesaksiannya bermanfaat untuk mendapatkan informasi tentang lokasi awal relief di Sarinah.

  • Orang Jalanan Pelintas Zaman
    Memoar

    Orang Jalanan Pelintas Zaman

    Ketokohan Sarwono Kusumaatmadja, 77 tahun, melintasi rezim. Pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat ketika masih mahasiswa, dia menjadi orang sipil pertama yang jadi sekretaris jenderal dewan pimpinan pusat Golkar. Presiden Soeharto pernah mencoba menariknya masuk ke lingkaran dekat pembisiknya.  

    Sarwono menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (1988-1993) dan Menteri Lingkungan Hidup (1993-1998). Sedangkan pada masa reformasi, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menunjuk Sarwono sebagai Menteri Eksplorasi Kelautan (1999-2001). Sampai sekarang, pengaruhnya masih terasa sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim serta anggota staf ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

  • 9 Album Rekomendasi
    Laporan Khusus

    9 Album Rekomendasi

    Inilah sembilan album yang direkomendasikan Tempo.

  • Kaus Kaki dan Puisi Rangga
    Seni

    Kaus Kaki dan Puisi Rangga

    Empat ilustrator membuat visualisasi puisi Aan Mansyur dari buku Tidak Ada New York Hari Ini. Menggabungkan puisi dengan seni rupa dan musik.

  • Sang Manyar dalam Layar
    Selingan

    Sang Manyar dalam Layar

    KISAH hidup Yusuf Bilyarta Mangunwijaya atau Romo Mangun difilmkan dalam bentuk dokumenter drama. Sebab, tak banyak footage tentang pastor kelahiran Ambarawa, Kabupaten Semarang, 1929, yang dikenal sebagai aktivis, arsitek, novelis, sekaligus kolumnis yang produktif tersebut. Selama sekitar 90 menit, film arahan Sergius Sutanto ini menggabungkan fragmen penting dalam kehidupan Romo Mangun, dari jejak arsitektur dan perlawanannya di Kali Code, Yogyakarta, hingga perjuangannya membela warga dalam pembangunan Waduk Kedung Ombo di Jawa Tengah, juga kilas balik keterlibatannya sebagai anggota Tentara Pelajar dan Tentara Keamanan Rakyat. Sejumlah peristiwa traumatis saat menjadi tentara disebut sebagai alasan Romo Mangun begitu gigih memperjuangkan kemanusiaan. Tempo melaporkan dari Yogyakarta.

  • Seorang Napi Berjubah Pendeta
    Sinema

    Seorang Napi Berjubah Pendeta

    Corpus Christi menjadi salah satu film yang diputar di Europe on Screen Indonesia 2020. Mengisahkan seorang tahanan di Polandia yang menyamar sebagai pendeta.

  • Ketika Penari Kecak Bermasker
    Selingan

    Ketika Penari Kecak Bermasker

    Pembatasan sosial pada Maret 2020 memukul mundur dunia pariwisata Bali. Begitu pun atraksi tari tiarap dari gegap-gempita panggung pertunjukan. Karena sepi pentas, sejumlah sanggar terpaksa merumahkan para penarinya. Sebagian dari mereka bahkan sempat beralih profesi demi bertahan hidup. Adaptasi dengan keadaan pun menjadi jalan keluar. Perlahan mereka kembali berlatih dan tampil lagi, tentu dengan mengikuti protokol kesehatan. Perubahan ini tak hanya berpengaruh secara estetika, tapi juga berimbas pada koreografi tarian. Dalam tari kecak, misalnya, para penari mesti melatih napas demi bisa mengeluarkan bebunyian dari balik masker. Simak laporannya.

  • Debut Joe Taslim di Korea
    Sinema

    Debut Joe Taslim di Korea

    Aktor Indonesia, Joe Taslim, terlibat dalam film kolosal produksi Korea Selatan. Kembali mengisi peran antagonis.

  • Pelaut, Seniman, dan Pelabuhan
    Selingan

    Pelaut, Seniman, dan Pelabuhan

    Tim Arka Kinari menggelar konser mini di setiap daerah yang mereka sambangi selama di Indonesia. Mengusung kampanye lingkungan dan Jalur Rempah.

  • Arka Kinari,  Romantisme Jalur Rempah
    Selingan

    Arka Kinari, Romantisme Jalur Rempah

    Berangkat dari Rotterdam pada 23 Agustus 2019, rombongan kapal Arka Kinari akhirnya melemparkan jangkar di Indonesia pada 1 September lalu. Kapal itu mengangkut pasangan suami-istri seniman, Nova Ruth Setyaningtyas dan Grey Filastine, dan enam awak lintas negara. Dalam tur minim jejak karbon ini, mereka menyinggahi sejumlah negara dan menggelar konser mini di atas kapal. Petualangan mereka diwarnai sejumlah tantangan, dari serangan badai, pandemi corona, hingga perizinan yang membuat mereka sempat terkatung-katung di lautan. Tak hanya berkampanye soal lingkungan, kru Arka Kinari terlibat dalam gerakan Jalur Rempah yang dicanangkan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Itu pula yang membuat mereka mengubah rute kunjungan, menuju sejumlah titik jalur rempah Nusantara: Sorong (Papua Barat), Banda Neira (Maluku), Selayar dan Makassar (Sulawesi Selatan), Benoa (Bali), dan Surabaya (Jawa Timur). Tempo melaporkan.

  • Orlowski dan Konspirasi Media Sosial
    Sinema

    Orlowski dan Konspirasi Media Sosial

    Drama dokumenter ini membongkar manipulasi media sosial dalam merecoki psikologi khalayak. Merangkum kesaksian para petinggi perusahaan raksasa teknologi.

  • Kekayaan Tradisi Tuak Kita
    Selingan

    Kekayaan Tradisi Tuak Kita

    Minuman beralkohol lokal di sejumlah daerah erat dengan tradisi. Sebagian peramu kini mulai menjualnya dengan kemasan menarik.

  • Geliat Minol, dari Cap Tikus hingga Wine Lokal
    Selingan

    Geliat Minol, dari Cap Tikus hingga Wine Lokal

    DI tengah polemik peredaran minuman beralkohol alias minol, produk lokal justru melejit dengan olahan dan kemasan profesional. Menyusul Cap Tikus, minuman tradisional beralkohol dari Minahasa, Sulawesi Selatan, awal tahun ini muncul Sophia, dari moke dan sopi khas Nusa Tenggara Timur. Beredarnya dua merek itu disokong regulasi pemerintah daerah yang pro-pemberdayaan ekonomi warga. Seperti halnya Bali, yang punya beragam minol, baik yang tradisional seperti arak maupun wine lokal. Sejumlah merek minuman keras itu tak hanya mengandalkan penjualan langsung, tapi juga memanfaatkan media sosial dan pasar daring. Strategi itu pula yang membuat minol yang diproduksi di Semarang, Vibe, bisa meluaskan pasar. Penjualan liquor ini juga disokong capaian Vibe, yang meraih penghargaan di kompetisi level Asia hingga dunia. Tempo melaporkan dari Bali dan NTT.

  • Saat Kahitna Dihujani Bunyi Klakson...
    Seni

    Saat Kahitna Dihujani Bunyi Klakson...

    Konser drive-in perdana digelar di Jakarta, akhir Agustus lalu. Mobil menjadi alat pelindung diri. Konsep pentas baru di tengah maraknya konser daring.

  • Tarzan Terbitan Semarang
    Selingan

    Tarzan Terbitan Semarang

    Toko Buku Liong menerbitkan sejumlah buku. Salah satunya komik Wiro, Anak Rimba Indonesia. Sebuah komik yang mengenalkan Indonesia karya komikus keturunan Tionghoa.

  • Setelah 1965, Sopoiku
    Selingan

    Setelah 1965, Sopoiku

    Setelah 1965, Kho Wan Gie tak memenuhi anjuran pemerintah Soeharto agar warga keturunan Cina berganti nama. Ia lalu membuat komik dengan nama samaran dari bahasa Jawa, Sopoiku, yang berarti “siapa itu”.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.