maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Soedjatmoko, Visioner yang Dikenal Dunia

Sabtu, 26 Maret 2022

Soedjatmoko adalah pemikir yang melewati banyak zaman. Putra seorang dokter keraton ini dikeluarkan dari sekolah kedokteran karena turun melawan Jepang, mewakili Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah Proklamasi, dan aktif di Partai Sosialis Indonesia. Ketika pemerintah Orde Lama mulai otoriter, Soedjatmoko tak segan mengkritik Sukarno.

Setelah zaman berganti, ia tetap vokal menyuarakan pendapatnya. Soedjatmoko, yang ketika itu menjabat Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, rutin menyurati Presiden Soeharto untuk menyampaikan kabar perkembangan politik di Amerika Serikat. Bung Koko—sapaan akrabnya—juga penulis yang produktif. Ia menuangkan pemikirannya ke ratusan tulisan yang relevan hingga kini.

Dituduh mendalangi peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari atau Malari pada 15 Januari 1974, Soedjatmoko sempat dicegah keluar dari Indonesia. Pada 1978, ia menerima Ramon Magsaysay Award for International Understanding dan dua tahun kemudian menjadi Rektor United Nations University di Tokyo. Mengenang seabad usia Soedjatmoko, yang meninggal pada 1989, ketiga putrinya merilis situs Membacasoedjatmoko.com yang menghimpun ratusan tulisannya.

Soedjatmoko saat menjabat sebagai Penasehat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional di Jakarta, 1975. Dok. TEMPO/Martin Aleida. tempo : 167568088227

RATUSAN tulisan itu terarsip rapi di dalam lemari kabinet ruang kerja rumahnya di Jalan Tanjung, Menteng, Jakarta Pusat. Lemari yang tak ubahnya kotak harta karun berisi pemikiran-pemikiran Soedjatmoko, intelektual yang sempat aktif di Partai Sosialis Indonesia dan menjadi Rektor United Nations University di Tokyo. Di lemari itu setidaknya ada 300 buah pikiran Soedjatmoko yang ia tulis sejak 1948 hingga menjelang akhir hayatnya pada 1989, atau sa

...

Berlangganan untuk lanjutkan membaca.
Kami mengemas berita, dengan cerita.

Manfaat berlangganan Tempo Digital? Lihat Disini

PILIHAN TERBAIK

Rp 54.945/Bulan

Aktif langsung 12 bulan, Rp 659.340

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Dijamin update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Rp 64.380/Bulan

Aktif setiap bulan, batalkan kapan saja

  • *GRATIS untuk bulan pertama jika menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Sudah berlangganan? Masuk Disini
Daftar TempoID untuk mendapatkan berita harian via email.

Newsletter

Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis.

Berita Lainnnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 5 Februari 2023

  • 29 Januari 2023

  • 22 Januari 2023

  • 15 Januari 2023


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan