Edisi 30 Mei 2016

  • Panjang-Pendek Masa Tugas Kapolri
    Laporan Utama

    Panjang-Pendek Masa Tugas Kapolri

    KABAR rencana perpanjangan masa tugas Jenderal Badrodin Haiti sebagai Kepala Kepolisian RI menyulut pro dan kontra. Sebagian kalangan mendukung rencana itu karena menganggap kinerja Badrodin kinclong dan tak melanggar undang-undang. Sebagian lagi menentang karena dinilai menghambat regenerasi di tubuh Kepolisian.

  • Saya Serahkan ke Presiden
    Laporan Utama

    Saya Serahkan ke Presiden

    DUA bulan menjelang pensiun, Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mulai disibukkan oleh pertanyaan tentang siapa penggantinya. Namun, bukan hanya itu, mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur ini dituding melakukan lobi ke banyaak tempat agar masa tugasnya sebagai Kepala Polri diperpanjang.

    Badrodin mengatakan tuduhan bahwa dia mati-matian berupaya agar masa jabatannya diperpanjang amat merisaukan. Apalagi keputusan memperpanjang atau mengangkat pejabat baru sepenuhnya hak prerogatif presiden. "Bagi saya, jabatan itu amanah," ujarnya.

  • Calon Tunggal dari Kandang Banteng
    Laporan Utama

    Calon Tunggal dari Kandang Banteng

    PDI Perjuangan ngotot meminta Budi Gunawan dipilih sebagai Kapolri. Berpeluang kembali mendapat penolakan publik.

  • Gaduh Trunojoyo Menjelang Suksesi
    Laporan Utama

    Gaduh Trunojoyo Menjelang Suksesi

    Presiden Joko Widodo mengkaji opsi perpanjangan masa tugas Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti. Upaya berkelit dari desakan PDI Perjuangan yang tetap menginginkan Budi Gunawan dipilih. Ada operasi penggiringan opini publik.

  • Momen
    Ekonomi dan Bisnis

    Momen

    LISTRIK
    Pemerintah Tolak Pembatalan Proyek Listrik

    KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral menolak rencana PT PLN (Persero) mengeluarkan empat proyek pembangkit dari Rencana Umum Pengadaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025. Alasannya: ada beberapa kontrak terkait dengan proyek yang sudah ditandatangani.

  • Adu Data Stok dan Harga
    Ekonomi dan Bisnis

    Adu Data Stok dan Harga

    GARA-GARA harga bawang merah selangit, Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Pertanian beradu data produksi dan harga. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengklaim data produksi bawang merah mencukupi kebutuhan nasional. Itu sebabnya, ia menolak impor. Kementerian Koordinator Perekonomian menilai data Kementerian Pertanian diragukan validasinya.

    Padahal data itu menjadi acuan pemerintah untuk menentukan impor bawang merah. Belakangan, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution--didukung Kementerian Perdagangan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, dan Kementerian Perindustrian--memutuskan impor bawang.

  • Kami Atur Kapan Impornya
    Ekonomi dan Bisnis

    Kami Atur Kapan Impornya

    KEMENTERIAN Pertanian berkali-kali menolak impor bawang merah. Menteri Pertanian Amran Sulaiman bahkan mengaku pernah dilobi importir besar. Meski begitu, ia akhirnya menerima hasil rapat koordinasi terbatas di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yang memutuskan impor bawang dibuka. "Yang memainkan timing tetap Kementerian Pertanian," kata Amran kepada Agus Supriyanto dan Akbar Tri Kurniawan dari Tempo di Irish Room, Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis pekan lalu. Di tengah wawancara, Amran beberapa kali menyampaikan penjelasan off the record.

  • Pedas Bawang di Tangan Bandar
    Ekonomi dan Bisnis

    Pedas Bawang di Tangan Bandar

    Pasar bawang merah nasional dikuasai para pedagang besar di sentra produksi dan bandar pasar induk. Rantai pasokan hingga konsumen terlalu panjang.

  • Panik Terjepit Harga Bawang
    Ekonomi dan Bisnis

    Panik Terjepit Harga Bawang

    Pemerintah akhirnya membuka keran impor bawang merah. Empat kementerian ragu terhadap data produksi Kementerian Pertanian.

  • Tren Luar Belum Mendukung
    Ekonomi dan Bisnis

    Tren Luar Belum Mendukung

    BEBERAPA peristiwa penting akhir-akhir ini menambah keraguan apakah pemulihan ekonomi masih dapat terjadi tahun ini. Bank Indonesia pun sudah menurunkan proyeksi pertumbuhan 2016 dari estimasi awal 5,4 persen ke 5,2 persen. Dan langkah pemerintah untuk memicu pertumbuhan ekonomi, yang tadinya ada beberapa pilihan, sudah terlihat menyusut.

    Salah satu peristiwa penting itu adalah gagalnya tujuh negara industri (G-7) menyepakati koordinasi kebijakan moneter dan fiskal agar dapat memulihkan pertumbuhan ekonominya. Dalam pertemuan mereka di Tokyo, Amerika Serikat menentang keinginan Jepang yang hendak menahan menguatnya nilai yen terhadap dolar Amerika.

  • Topeng
    Catatan Pinggir

    Topeng

    Laki-laki bertopi infanteri bertopeng ski hitam dengan pipa kecil yang menyembul dari mulutnya itu tak tampak lagi. Tak di San Cristobal de las Casas, tak di kota lain, tak juga di pedalaman Meksiko. Di sana ia pernah angkat senjata, bertempur, berbicara, menulis, dan bergabung dengan petani Chiapas miskin yang memperjuangkan hak mereka. Sepuluh tahun kemudian, Sub-komandante Marcos, tokoh paling menonjol dalam pembangkangan Zapatista itu, menghilang.

    Mungkin begitulah seharusnya: pejuang datang, pejuang menang, pejuang menghilang. Sepuluh tahun sebelumnya sekitar 3.000 anggota pasukan bersenjata Zapatista menyatakan perang kepada tentara Meksiko, menduduki beberapa kota, dan 150 orang tewas. Mereka kemudian terpukul, tapi akhirnya diakui sebagai satu kekuatan politik yang nyata yang berhasil membangun wilayah-wilayah otonomi tanpa pengakuan resmi. Selama 10 tahun itu Marcos, dengan penampilannya yang unik, jadi ikon perjuangan. Tapi kemudian sebuah statemen Zapatista diumumkan pada 24 Maret 2014: Marcos tak ada lagi. "Ia sosok yang diciptakan, dan kini para penciptanya, kaum Zapatista, menghancurkan dia."

  • Resep Mengusir Masuk Angin
    Pokok dan Tokoh

    Resep Mengusir Masuk Angin

    BAGI Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, masuk angin bisa diselesaikan dengan dua cara: pijat dan main sepeda.

    Maka, ketika Susi didera sakit itu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-Rusia di Sochi, Rusia, dua pekan lalu, ia memanggil terapis pijat yang disediakan hotel.

  • Ide dari Kamar Mandi
    Pokok dan Tokoh

    Ide dari Kamar Mandi

    Ada ritual penting yang tak bisa ditinggalkan oleh pesilat dan aktor Iko Uwais, 33 tahun. Setiap pagi, ia selalu membawa telepon selulernya ke kamar mandi untuk menyimak pelbagai adegan bela diri di situs YouTube.

    Dari situlah, menurut Iko, ide untuk menciptakan gerakan bela diri bermunculan. "Kalau di toilet, duduk, lihat-lihat video, pikiran kosong, jadi bisa mikir ke mana-mana. Gabungkan dengan imajinasi di kepala, set... set... set," ujar pria bernama lengkap Uwais Qorny itu sembari menirukan sebuah adegan silat.

  • Ketika Harus Memilih
    Pokok dan Tokoh

    Ketika Harus Memilih

    Tahun ini Rossa merayakan 20 tahun berkarya di dunia tarik suara. Selama itu pula perempuan bernama lengkap Sri Roslaina Handayani ini tak pernah berhenti memukau penggemarnya dengan berbagai kejutan.

    Terakhir, ia menyanyikan lagu keroncong dalam konser bertajuk "Senandung Keroncong Indonesia Sundari Soekotjo 40 Tahun Berkarya" di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta, akhir bulan lalu. Dalam konser tersebut, Rossa menyanyikan lagu Setangkai Bunga Mawar dan Ayat-ayat Cinta dengan aransemen keroncong. Kepada Tempo pada Jumat dua pekan lalu, Rossa mengaku gugup karena baru kali ini ia menyanyikan lagu keroncong di depan ratusan pasang mata. Jika disodori lagi pilihan yang sama, apa yang akan ia pilih?

  • Ini Momentum yang Baik untuk Membersihkan MA
    Wawancara

    Ini Momentum yang Baik untuk Membersihkan MA

    KETUA Mahkamah Agung Muhammad Hatta Ali merasa pemberitaan miring tentang lembaganya belakangan ini berlebihan. "Kalau sudah menyangkut pengadilan, pasti dibesar-besarkan," kata Hatta di ruang kerjanya.

    Nama Mahkamah Agung kembali tercoreng setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap tangan Panitera Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution pada pertengahan April lalu. Saat ditangkap, Edy diduga menerima suap dari seorang pengusaha.

  • Menanti Ani Menjadi Anang
    Kesehatan

    Menanti Ani Menjadi Anang

    Masalah hipospadia bisa diketahui dengan screening sejak dini. Makin dewasa diketahui, makin besar risiko penanganannya.

  • Formula Ajaib untuk Klub Gurem
    Olahraga

    Formula Ajaib untuk Klub Gurem

    Metode Moneyball, yang pernah menghebohkan olahraga bisbol, mulai digandrungi klub-klub sepak bola. Jadi andalan klub pinggiran untuk mendongkrak prestasi.

  • Mengintip Hilal di Siang Bolong
    Ilmu dan Teknologi

    Mengintip Hilal di Siang Bolong

    Mengamati hilal tak harus pada sore hari. Pada siang hari pun dimungkinkan berkat teknologi teleskop digital. Masih bertentangan dengan hukum agama.

  • Merebut Negara dari Cengkeraman Plutokrasi
    Buku

    Merebut Negara dari Cengkeraman Plutokrasi

    Rezim pasca-Orde Baru mengalami dua kali pembajakan. Kelompok reformis moderat bersekutu dengan elite rezim lama.

  • Waria
    Bahasa

    Waria

    Meskipun praktek keberagaman gender telah ada di berbagai budaya lokal masyarakat Indonesia, seperti komunitas Bissu di Makassar, "waria" atau "wanita-pria" sebagai penanda identitas yang berada di luar konteks budaya lokal mulai digunakan pada 1978. Sebelumnya, kata "wadam" atau "wanita-adam" dipopulerkan Gubernur Jakarta Ali Sadikin pada akhir 1960-an dan digunakan untuk menggantikan penggunaan kata "bencong" atau "banci" yang terkesan merendahkan bagi seorang lelaki yang berperilaku feminin. Namun penggunaan kata itu mendapat protes dari kalangan agama yang tidak setuju kata "adam" digunakan untuk menamai kelompok ini.

    Dalam A Coincidence of Desires (2007), Profesor Tom Boellstorff menjelaskan bahwa waria dan bencong tidak memiliki pengertian yang sama. Seseorang bisa berkata, "Saya baru saja bertemu dengan seorang lelaki feminin-seorang banci, tapi bukan waria." Melihat kompleksitas ini, menurut dia, kata "waria" bisa secara bebas diterjemahkan sebagai "transvestit laki-laki" (male-transvestite). Perlu dicatat, penggunaan kata transvestite juga tidak bisa secara sempurna menjelaskan kompleksitas waria. Sebab, dalam bahasa aslinya, transvestite merujuk pada seorang lelaki heteroseksual yang gemar mengenakan pakaian perempuan untuk kenikmatan seksual.

  • Irawan Soejono: Roh Pembebasan
    Selingan

    Irawan Soejono: Roh Pembebasan

    Tempo menemui saksi mata di Belanda yang mengenal Irawan Soejono.

  • Irawan Soejono, Nazi, dan Pengakuan Setelah 71 Tahun
    Selingan

    Irawan Soejono, Nazi, dan Pengakuan Setelah 71 Tahun

    Jejak-jejak Belanda di Indonesia sudah banyak diketahui orang, tapi hanya sedikit yang mengetahui ada jejak-jejak orang Indonesia di Belanda. Lebih dari 70 tahun silam, semasa Perang Dunia II, para pemuda Indonesia ikut berperan dalam verzet, perlawanan terhadap Nazi, yang saat itu menduduki negeri penjajah. Peran yang tidak kecil tapi tak banyak diketahui orang. Satu di antaranya Irawan Soejono. Dengan begitu heroik, dia melawan kekejaman Nazi lewat tulisan dan gerilya bawah tanah, hingga kematian menghentikan langkahnya. Pada 4 Mei lalu, atas kegigihan perjuangan dan pengorbanannya, Irawan Soejono dinobatkan sebagai pahlawan oleh Wali Kota Leiden.

  • Amuk Harga Bawang Merah
    Opini

    Amuk Harga Bawang Merah

    Harga bawang merah meroket. Pemerintah tak menyelesaikan akar masalah, urusan pun terus berulang.

  • Hati-hati Beli Sukhoi
    Opini

    Hati-hati Beli Sukhoi

    Pengadaan jet tempur Sukhoi 35 semestinya berlangsung terbuka. Transparansi penting agar tidak terjadi lagi kongkalikong.

  • Yang Mulia Tak Pernah Kapok
    Opini

    Yang Mulia Tak Pernah Kapok

    Sejak Januari, sudah sebelas aparat peradilan ditangkap karena kasus suap. Pengawas peradilan justru bermasalah.

  • Calon Ideal Kepala Polri
    Opini

    Calon Ideal Kepala Polri

    TAK ada alasan genting untuk memperpanjang masa jabatan Jenderal Badrodin Haiti sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Presiden Joko Widodo sepatutnya tetap mengutamakan kebutuhan regenerasi kepemimpinan, sekaligus menjauhkan kepentingan politik, di lembaga itu.

    Badrodin memimpin Polri sejak awal 2015. Ia melenggang di tengah kekisruhan politik setelah Komisaris Jenderal Budi Gunawan, calon yang diajukan Presiden ke Dewan Perwakilan Rakyat dan didukung mayoritas partai pada saat itu, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Alumnus Akademi Kepolisian 1982 ini kemudian relatif mampu menurunkan panas hubungan kedua lembaga.

  • Dari Tangan Jodie Foster
    Film

    Dari Tangan Jodie Foster

    Film keempat Jodie Foster ini adalah sebuah drama thriller yang seru dan menegangkan. Penyutradaraannya rapi dan penuh perhitungan.

  • Maaf Berulang-ulang dari Melati
    Seni

    Maaf Berulang-ulang dari Melati

    Sebuah performance mengenai memori duka dilakukan Melati Suryodarmo di Ark Galerie, Yogyakarta.

  • Joey, Setelah di New York
    Musik

    Joey, Setelah di New York

    Dua tahun merantau ke New York, Joey Alexander menggelar konser besar pertama di Indonesia.

  • Album
    Album

    Album

    PENGUKUHAN
    Megawati Soekarnoputri

    PRESIDEN Republik Indonesia kelima ini dianugerahi gelar doctor honoris causa di bidang ilmu politik dan pemerintahan oleh Universitas Padjadjaran. Pemberian gelar itu berlangsung di Aula Graha Sanusi Hardjadinata, Jalan Dipati Ukur, Bandung, Rabu pekan lalu.

  • Obesitas
    Angka

    Obesitas

    BANYAK orang menganggap anak-anak gendut itu lucu dan menghibur hati. Tapi, berhati-hatilah, kian gendut anak kian dekat dengan obesitas. Kegemukan berlebih juga menjadi salah satu biang berbagai penyakit, misalnya diabetes tipe 2, penyakit jantung, hipertensi, kolesterol, dan asam urat.

  • Pisang Ambon Pengawet Tahu
    Inovasi

    Pisang Ambon Pengawet Tahu

    NAMANYA Palata, kependekan dari Pengawet Tahu Alami. Cairan ini dapat mengawetkan tahu selama tiga hari. Direndam dalam larutan tersebut, tahu jadi kenyal, tak mudah hancur, juga bebas dari bau dan lendir.

    Akhmad Supriyatna, Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia SMA Bina Putera Kopo, Kabupaten Serang, Banten, yang menemukan Palata. Ia bekerja sama dengan ahli mikrobiologi di laboratorium MBRIO Bogor, Wida Winarno; praktisi pengolahan pakan Makhamat Zakaria; serta praktisi teknologi industri Achmad Syamsul Huda menciptakan Palata dari buah pisang.

  • Siap-siap Demam Piala Eropa
    Etalase

    Siap-siap Demam Piala Eropa

    PESTA sepak bola empat tahunan di Benua Biru dimulai pekan depan. Memeriahkan ini, sejumlah produsen perlengkapan olahraga meluncurkan kostum andalannya. Demam Piala Eropa 2016 belum lengkap tanpa baju tim kesayangan.

  • Kompromi untuk Kepala Polisi
    Kartun

    Kompromi untuk Kepala Polisi

    PRESIDEN Joko Widodo menghadapi pilihan sulit dalam memutuskan calon Kepala Kepolisian RI, menjelang pensiunnya Jenderal Badrodin Haiti pada 24 Juli 2016. PDI Perjuangan mengusulkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan, yang kini menjabat Wakil Kepala Polri, dan mempertanyakan usul agar Jokowi memperpanjang jabatan Badrodin selama satu tahun.

    Tahun lalu Budi Gunawan, ajudan Megawati Soekarnoputri ketika presiden, gagal menjadi Kapolri setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkannya sebagai tersangka kasus korupsi. Sebagai gantinya, Presiden menunjuk Badrodin.

  • Golkar Tak Akan Lebih Baik
    Indikator

    Golkar Tak Akan Lebih Baik

    SEBUAH dagelan. Agaknya ini tepat untuk menggambarkan proses pemilihan Ketua Umum Partai Golkar dalam musyawarah luar biasa yang baru lalu. Setya Novanto, mantan bendahara partai dan sempat menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat sebelum mundur setelah kasus "Papa Minta Saham", memenangi pemilihan lewat kompetisi yang berakhir antiklimaks.

    Mulanya Setya ditantang Ade Komarudin, Ketua DPR. Tapi, setelah bersaing sengit di putaran pertama, tiba-tiba Ade menyatakan mundur. Padahal di putaran pertama dia membagi perolehan suara yang seimbang dengan Setya, masing-masing lebih dari 30 persen-menyingkirkan enam kandidat lain.

  • Surat Pembaca
    Surat

    Surat Pembaca

    Tanggapan Asian Agri

    SEHUBUNGAN dengan artikel di majalah Tempo edisi 9-15 Mei 2016, halaman 40-44, berjudul "Cuci Sawit Tesso Nilo", kami ingin menyampaikan tanggapan atas pemberitaan tersebut.

  • Momen
    Nasional

    Momen

    Kasus Jessica Segera Disidangkan

    KASUS pembunuhan Wayan Mirna Salihin memasuki babak baru. Jessica Kumala Wongso, yang ditetapkan sebagai tersangka, bakal menjalani persidangan setelah kejaksaan menetapkan status P21, yakni tanda kelengkapan berkas penyidikan polisi. "Setelah kami teliti kembali, berkas perkara dinyatakan lengkap," ujar Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta M. Nasrun, Kamis pekan lalu.

  • Tarik-Ulur Pembelian Jet Tempur
    Nasional

    Tarik-Ulur Pembelian Jet Tempur

    Rencana pembelian Sukhoi 35 batal ditandatangani saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Rusia. Belum sepakat soal alih teknologi dan skema pembayaran.

  • Momen
    Internasional

    Momen

    VIETNAM
    Obama Cabut Embargo Senjata

    AMERIKA Serikat memutuskan mencabut larangan menjual peralatan militer mematikan ke Vietnam. Presiden Barack Obama mengumumkan hal ini dalam konferensi pers di Hanoi pada Senin pekan lalu.

  • Seorang Mawlawi di Puncak Taliban
    Internasional

    Seorang Mawlawi di Puncak Taliban

    Pesawat tak berawak Amerika menewaskan Mullah Akhtar Mansour. Suksesi kepemimpinan tak menimbulkan perpecahan.

  • Peringatan Terakhir bagi Maduro
    Internasional

    Peringatan Terakhir bagi Maduro

    Presiden Venezuela Nicolas Maduro melawan upaya pemakzulan oleh kubu oposisi. Mendapat dukungan kuat dari militer.

  • Tersuruk di Kandang Bebek
    Hukum

    Tersuruk di Kandang Bebek

    Seorang bocah di Sidoarjo diusir tetangga setelah hamil karena diperkosa. Pelaku dekat dengan aparat desa.

  • Libas Jaksa ala La Nyalla
    Hukum

    Libas Jaksa ala La Nyalla

    La Nyalla Mattalitti tiga kali mengalahkan jaksa di praperadilan. Preseden buruk bagi kepastian hukum.

  • Keping Terakhir Mafia Perkara
    Hukum

    Keping Terakhir Mafia Perkara

    Komisi Pemberantasan Korupsi memburu sopir Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. Pegawai golongan III-A itu memiliki rekening berisi miliaran rupiah.

  • Catatan Pinggir

    Laki-laki bertopi infanteri bertopeng ski hitam dengan pipa kecil yang menyembul dari mulutnya itu tak tampak lagi. Tak di San Cristobal de las Casas, tak di kota lain, tak juga di pedalaman Meksiko. Di sana ia pernah angkat senjata, bertempur, berbicara, menulis, dan bergabung dengan petani Chiapas miskin yang memperjuangkan hak mereka. Sepuluh tahun kemudian, Sub-komandante Marcos, tokoh paling menonjol dalam pembangkangan Zapatista itu, menghilang.

    Mungkin begitulah seharusnya: pejuang datang, pejuang menang, pejuang menghilang. Sepuluh tahun sebelumnya sekitar 3.000 anggota pasukan bersenjata Zapatista menyatakan perang kepada tentara Meksiko, menduduki beberapa kota, dan 150 orang tewas. Mereka kemudian terpukul, tapi akhirnya diakui sebagai satu kekuatan politik yang nyata yang berhasil membangun wilayah-wilayah otonomi tanpa pengakuan resmi. Selama 10 tahun itu Marcos, dengan penampilannya yang unik, jadi ikon perjuangan. Tapi kemudian sebuah statemen Zapatista diumumkan pada 24 Maret 2014: Marcos tak ada lagi. "Ia sosok yang diciptakan, dan kini para penciptanya, kaum Zapatista, menghancurkan dia."

    Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.