Indikator 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Golkar Tak Akan Lebih Baik

SEBUAH dagelan. Agaknya ini tepat untuk menggambarkan proses pemilihan Ketua Umum Partai Golkar dalam musyawarah luar biasa yang baru lalu. Setya Novanto, mantan bendahara partai dan sempat menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat sebelum mundur setelah kasus "Papa Minta Saham", memenangi pemilihan lewat kompetisi yang berakhir antiklimaks.

Mulanya Setya ditantang Ade Komarudin, Ketua DPR. Tapi, setelah bersaing sengit di putaran pertama, tiba-tiba Ade menyatakan mundur. Padahal di putaran pertama dia membagi perolehan suara yang seimbang dengan Setya, masing-masing lebih dari 30 persen-menyingkirkan enam kandidat lain.

i

Tempo.co

Percayakah Anda Partai Golkar akan lebih baik di bawah kepemimpinan Setya Novanto?
Ya
(16,6%) 337
Tidak
(80,2%) 1.625
Tidak Tahu
(3,2%) 63
Total (100%) 2.025

SEBUAH dagelan. Agaknya ini tepat untuk menggambarkan proses pemilihan Ketua Umum Partai Golkar dalam musyawarah luar biasa yang baru lalu. Setya Novanto, mantan bendahara partai dan sempat menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat sebelum mundur setelah kasus "Papa Minta Saham", memenangi pemilihan lewat kompetisi yang berakhir antiklimaks.

Mulanya Setya ditantang Ade Komarudin, Ketua DPR. Tapi, setelah bersaing sengit di putaran pertama, tiba-tiba Ade menyatakan mundur. Padahal di putaran pertama dia membagi perolehan suara yang seimbang dengan Setya, masing-masing lebih dari 30 persen-menyingkirkan enam kandidat lain.


Bisa jadi itu yang melatari mengapa lebih dari 80 persen responden Tempo.co menyatakan tak percaya Golkar bisa lebih baik setelah munaslub, meskipun munas tahun ini mempersatukan kembali partai tersebut dari perpecahan.

161821290936

Publik juga ragu karena Setya adalah politikus yang diganduli seabrek kasus, dari dugaan korupsi proyek Pekan Olahraga Nasional 2012 di Riau hingga kasus Papa Minta Saham. Sebelumnya, dia bersama politikus Gerindra, Fadli Zon, senyam-senyum bangga di antara kelompok pendukung kampanye calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang tak disukai karena rasis dan anti-Islam.

Ikuti Polling Indikator di www.yahoo.co.id

Indikator Pekan Ini

Apakah Anda masih percaya pada integritas hakim di Indonesia?www.tempo.co.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161821290936



Indikator 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.