Ekonomi dan Bisnis 1/6

Sebelumnya Selanjutnya
text

Momen

LISTRIK
Pemerintah Tolak Pembatalan Proyek Listrik

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral menolak rencana PT PLN (Persero) mengeluarkan empat proyek pembangkit dari Rencana Umum Pengadaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025. Alasannya: ada beberapa kontrak terkait dengan proyek yang sudah ditandatangani.

i

LISTRIK
Pemerintah Tolak Pembatalan Proyek Listrik

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral menolak rencana PT PLN (Persero) mengeluarkan empat proyek pembangkit dari Rencana Umum Pengadaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025. Alasannya: ada beberapa kontrak terkait dengan proyek yang sudah ditandatangani.

Pemerintah meminta dilakukan kajian mendalam sebelum melakukan perubahan agar ada kepastian investasi. "Kalau sudah ada komitmen lalu mencla-mencle, risikonya besar," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Jarman saat memimpin rapat pembahasan RUPTL di kantornya, Senin pekan lalu.


Empat proyek yang dimaksud adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Sumatera Selatan 8 berdaya 2 x 600 megawatt, PLTU MT Sumatera Selatan 9 2 x 600 MW, dan PLTU MT Sumatera Selatan 10 1 x 600 MW. Sisanya adalah pembangunan kabel transmisi bawah laut (high voltage direct current transmission/HVDC).


161828108794

BUMN
RNI Terbitkan Obligasi

PERUSAHAAN pelat merah PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) berencana menerbitkan surat utang atau obligasi pada Oktober 2016. Nilai obligasi yang mereka terbitkan belum ditentukan, tapi kisarannya Rp 400-800 miliar. Sebagai penjamin efek, Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) telah menunjuk PT Bahana Securities.

Direktur Utama RNI Didiek Prasetyo mengatakan dana itu untuk membangun beberapa instalasi produksi di pabrik gula Rajawali 1 di Malang dan Madiun, Jawa Timur. "Itu untuk pabrik produk diversifikasi seperti gula cair dan sari tebu. Juga untuk perbaikan mesin," ujarnya kepada Tempo di kantornya, Jumat dua pekan lalu.

Analis dari First Asia Capital, David Sutyanto, mengatakan obligasi perusahaan negara umumnya lebih diminati ketimbang perusahaan swasta. Sebab, risiko gagal bayarnya lebih kecil. "Mereka perusahaan negara, tidak mungkin negara ngemplang duit investor," kata David. Meski begitu, investor akan tetap mempertimbangkan peringkat investasi dan kupon yang ditawarkan.


PENERBANGAN
Jonan Rombak Pejabat Bandara

MENTERI Perhubungan Ignasius Jonan meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno merombak manajemen Bandar Udara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai seusai insiden kesalahan ground handling. Mereka adalah bagian dari manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero), yang berada di bawah kendali Kementerian BUMN.

Permintaan itu disampaikan Jonan dalam surat bernomor AU.006/2/11.Phb.2016 tertanggal 19 Mei 2016 tentang evaluasi perbaikan manajemen pengelolaan bandar udara. "Diharapkan Menteri BUMN menindaklanjuti perbaikan dan perombakan manajemen pengelola Bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai," kata Jonan dalam suratnya yang salinannya beredar pada Kamis pekan lalu.

Dua pekan lalu, Jonan mencopot Kepala Otoritas Bandara Wilayah I Soekarno-Hatta, Muzzafar Ismail. Ia dianggap lalai karena tak melaporkan kasus tersasarnya satu dari empat bus penumpang maskapai penerbangan Lion Air TJ161 yang tiba dari Singapura ke terminal domestik pada 10 Mei lalu.


INVESTASI
Pangeran Arab Saudi Tambah Investasi

PANGERAN Kerajaan Arab Saudi, Al-Waleed bin Talal bin Abdulaziz al-Saud, menyampaikan rencananya menambah investasi di Indonesia. Dua sektor yang diincarnya adalah energi dan infrastruktur. Hal itu disampaikan Al-Waleed saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, pada Ahad dua pekan lalu. "Kedua pemimpin membahas pembangunan di bidang infrastruktur dan proyek prioritas lain yang sudah ditetapkaan oleh Presiden," kata Menteri Luar Negeri Retno L. Marsudi.

Menurut Retno, kerja sama investasi tersebut merupakan hasil tindak lanjut kunjungan Presiden Jokowi ke Arab Saudi tahun lalu. Namun belum disebutkan berapa nilai investasi yang akan ditambahkan.

Pangeran Al-Waleed sudah beberapa kali menanamkan modalnya di Indonesia. Sejumlah perusahaannya sudah bermitra dengan korporasi Indonesia. Salah satunya Saudi Aramco, yang menggarap kilang pengolahan minyak dengan PT Pertamina (Persero).


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161828108794



Ekonomi dan Bisnis 1/6

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.