maaf email atau password anda salah
Satu Akun, Untuk Semua Akses
Satu Akun, Untuk Semua Akses
Konfirmasi Email
Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.
Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo
Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang
Satu Akun, Untuk Semua Akses
Masukan alamat email Anda, untuk mereset password
Konfirmasi Email
Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.
Ubah No. Telepon
Ubah Kata Sandi
Topik Favorit
Hapus Berita
Apakah Anda yakin akan menghapus berita?
Ubah Data Diri
Jenis Kelamin
Anies Baswedan memilih Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden. Agus Harimurti Yudhoyono tersingkir di tikungan akhir.
Tujuh model memamerkan busana buatan desainer Indonesia yang akan ditampilkan di New York Fashion Week, Amerika Serikat. Dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, pada 28 Agustus 2023, para desainer menjelaskan, busana desainer Indonesia yang akan tampil dalam acara pada 13 September 2023 itu adalah busana karya AMERO X Livette, Ayumi, Ghea Panggabean, IKAT Indonesia by Didiet Maulana, Merdi Sihombing, Ivan Gunawan, dan Kimberly Tandra X Mandy's Shoes. Tempo/ Febri Angga Palguna
Anies Baswedan berpasangan dengan Muhaimin Iskandar dalam Pemilu 2024 sebagai calon presiden dan wakil presiden. Ia mengaku tak pernah menyatakan “ya” pada Agus Harimurti Yudhoyono dari Partai Demokrat untuk menjadi calon wakilnya. Kepada tim Bocor Alus Politik, Anies menyatakan akan memperbaiki iklim demokrasi jika terpilih menjadi presiden Indonesia ke-8. Ia juga berbicara soal tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi dan politik identitas yang melekat padanga gara-gara pemilihan Gubernur Jakarta.
Ketika investasi yang datang mengorbankan kehidupan sebagian warga, apakah ini kualitas investasi yang kita harapkan? Dalam kisruh di Pulau Rempang, pemerintah begitu gesit mengosongkan pulau untuk memuluskan investasi pengusaha Tomy Winata dan modal dari Cina. Warga yang telah berpuluh-puluh tahun tinggal di Pulau Rempang mesti terusir dari kampungnya.
Ironisnya, warga yang menolak relokasi harus berhadapan dengan aparat keamanan–hingga menyisakan luka dan trauma. Betapapun mereka menolak relokasi, warga sebenarnya tidak anti dengan pembangunan dan investasi. Mereka justru menentang cara pemerintah menggunakan kekerasan untuk menggusur mereka.
Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.