Wayan Agus Purnomo | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co
Profile Wayan Agus Purnomo

Wayan Agus Purnomo

Meliput isu politik sejak 2011 dan sebelumnya bertugas sebagai koresponden Tempo di Bali. Menerima beasiswa Chevening 2018 untuk menyelesaikan program magister di University of Glasgow jurusan komunikasi politik. Peraih penghargaan Adinegoro 2015 untuk artikel "Politik Itu Asyik".




  • Gas Pol di Tengah Pandemi
    Nasional

    Gas Pol di Tengah Pandemi

    Pembahasan omnibus law berjalan terus di tengah masa reses dan pandemi Covid-19. Didukung lobi partai beringin.

  • Mengejar Normal Sebelum Puncak
    Nasional

    Mengejar Normal Sebelum Puncak

    Pemerintah berencana melonggarkan pembatasan sosial. Beberapa kepala daerah malah mengetatkan pergerakan penduduknya.

  • Para Pengisi Ruang Kosong
    Laporan Utama

    Para Pengisi Ruang Kosong

    Di tengah pagebluk corona yang mematikan, sejumlah individu dan komunitas menolak diam dan tak mau menunggu pemerintah bersikap. Berawal dari ide sederhana, mereka membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi. Menghimpun tenaga dan sumber daya, mereka bergerak cepat dan tepat untuk melawan wabah yang entah kapan berakhir. Inilah sebagian kisah gerakan solidaritas publik yang tak akan terhenti oleh bencana sekuat apa pun.

  • Para Pengisi Ruang Kosong
    Laporan Utama

    Para Pengisi Ruang Kosong

    Di tengah pagebluk corona yang mematikan, sejumlah individu dan komunitas menolak diam dan tak mau menunggu pemerintah bersikap. Berawal dari ide sederhana, mereka membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi. Menghimpun tenaga dan sumber daya, mereka bergerak cepat dan tepat untuk melawan wabah yang entah kapan berakhir. Inilah sebagian kisah gerakan solidaritas publik yang tak akan terhenti oleh bencana sekuat apa pun.

  • Agar Bangsa Tak Mati
    Laporan Utama

    Agar Bangsa Tak Mati

    Turunnya permintaan dan terbatasnya akses distribusi di tengah pandemi Covid-19 bikin rontok harga bahan pangan. Gerakan solidaritas bermunculan untuk menyelamatkan petani di perdesaan.

  • Tumpah Tangis setelah Salah
    Laporan Utama

    Tumpah Tangis setelah Salah

    Sejumlah hasil uji cepat di berbagai wilayah tak akurat. Bisa menimbulkan gangguan psikosomatis.

  • Tumpah Tangis setelah Salah
    Laporan Utama

    Tumpah Tangis setelah Salah

    Sejumlah hasil uji cepat di berbagai wilayah tak akurat. Bisa menimbulkan gangguan psikosomatis.

  • Tergagap di Pusat Kekuasaan
    Nasional

    Tergagap di Pusat Kekuasaan

    Penunjukan staf khusus milenial ditengarai sebagai bagian dari pencitraan politik. Dipergunjingkan di Istana.

  • Beda Irama Data Jakarta
    Nasional

    Beda Irama Data Jakarta

    Data Covid-19 terus simpang-siur. Pemerintah pusat pun tak kompak.

  • Petak Umpet Menghitung Angka
    Nasional

    Petak Umpet Menghitung Angka

    Sejumlah kelompok mencoba memetakan data riil kasus Covid-19. Tak percaya terhadap data pemerintah.

  • Bersiasat Menutup Ibu Kota
    Nasional

    Bersiasat Menutup Ibu Kota

    Anies Baswedan kerap berkomunikasi dengan pengusaha dan akademikus untuk mempersiapkan pembatasan pergerakan di Ibu Kota. Melobi agar peraturan Menteri Kesehatan bisa lebih longgar.

  • Prioritas yang Terbelakang
    Laporan Utama

    Prioritas yang Terbelakang

    Distribusi alat rapid test di sejumlah daerah masih bermasalah. Ada pelaksanaan tes yang menyalahi prosedur.

  • Lobi Kilat Memburu Detektor
    Laporan Utama

    Lobi Kilat Memburu Detektor

    Pemerintah mengupayakan alat tes Covid-19 dari berbagai negara. Tetap membeli yang tak direkomendasikan.

  • Menyangkal Krisis Menuai Bencana
    Laporan Utama

    Menyangkal Krisis Menuai Bencana

    Sikap pemerintah dalam menangani virus corona terus menuai kritik. Sejumlah rumah sakit di daerah dan lembaga penelitian juga mempertanyakan sikap Kementerian Kesehatan yang memonopoli pengujian virus. Kekisruhan pun terjadi dalam pengadaan alat pendeteksi corona. Menghindari kericuhan di masyarakat, Presiden Jokowi menolak penyebaran corona disebut sebagai krisis.

  • Laju Mas Menteri di Ujung Sudirman
    Nasional

    Laju Mas Menteri di Ujung Sudirman

    Nadiem Makarim merancang rencana perubahan sistem pendidikan sebelum dilantik sebagai menteri. Dipengaruhi pengalamannya di Gojek.

  • Kampung yang Mengamuk dan Meratap
    Laporan Utama

    Kampung yang Mengamuk dan Meratap

    Pembangunan mal dan perumahan mewah dituding menjadi salah satu penyebab banjir di DKI Jakarta. Banyak pengembang tak mengindahkan kewajiban pembangunan fasilitas umum dan sosial.

  • Mimpi Eiffel di Seberang Balai Kota
    Laporan Utama

    Mimpi Eiffel di Seberang Balai Kota

    Revitalisasi kawasan Monumen Nasional dilakukan tanpa izin pemerintah pusat. Dimulai persis sebelum penyelenggaraan Formula E.

  • Pecah Kongsi Seusai Reklamasi
    Laporan Utama

    Pecah Kongsi Seusai Reklamasi

    Sunny Tanuwidjaja menjadi tangan kanan Basuki Tjahaja Purnama sejak Ahok menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Mereka tak lagi dekat setelah kasus suap reklamasi Teluk Jakarta diungkap KPK.

  • Bersepeda Menuju Kota Mati
    Nasional

    Bersepeda Menuju Kota Mati

    Berbagai jalur ditempuh warga Indonesia di Cina untuk kembali ke Tanah Air. Tak henti diperiksa di sejumlah bandara.

  • Sesal Setelah Hibah
    Nasional

    Sesal Setelah Hibah

    Tayangan kuis Siapa Berani dituding membebani TVRI. Helmy Yahya mengklaim kuis tersebut mendatangkan sponsor dan iklan.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.