Profile Seno Joko Suyono

Seno Joko Suyono

Menulis artikel kebudayaan dan seni di majalah Tempo. Pernah kuliah di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Pada 2011 mendirikan Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) dan menjadi kuratornya sampai sekarang. Pengarang novel Tak Ada Santo di Sirkus (2010) dan Kuil di Dasar Laut (2014) serta penulis buku Tubuh yang Rasis (2002) yang menelaah pemikiran Michel Foucault terhadap pembentukan diri kelas menengah Eropa.




  • Gerzon, Rancakalong, dan Eksperimen Split Screen
    Selingan

    Gerzon, Rancakalong, dan Eksperimen Split Screen

    Sineas Gerzon Ron Ayawaila membuat film etnodokumenter mengenai tarawangsa untuk meraih gelar doktor. Tarawangsa sebagai semacam terapi psikologis.

  • Memahami Dunia 'Bacaan Liar' 1920-1926
    Buku

    Memahami Dunia 'Bacaan Liar' 1920-1926

    Bacaan liar—bagi kaum pergerakan sebelum masa kemerdekaan—menjadi media penyadaran kaum kecil. Kajian atas gagasan-gagasan progresif anti-Belanda.

     

  • Sosok Kecil dan Sisi Lain Revolusi
    Seni

    Sosok Kecil dan Sisi Lain Revolusi

    Empat monolog perjuangan kemerdekaan dari Happy Salma dan Yulia Evina Bhara. Aktornya para pemain film seperti Chicco Jerikho, Laura Basuki, Arswendi Nasution, dan Chelsea Islan.

  • Dari Umberto Eco, Camus, Sampai Nurcholish
    Selingan

    Dari Umberto Eco, Camus, Sampai Nurcholish

    Delapan dasawarsa usia Goenawan Mohamad dirayakan sahabat-sahabatnya dengan menggagas penerbitan sejumlah buku. Termasuk sebuah buku seni rupa luks.

  • Septina, Tatyana, dan Panyuwunan
    Seni

    Septina, Tatyana, dan Panyuwunan

    Sejumlah penyanyi menyanyikan sajak Romo Kuntara Wiryamartana, “Panyuwunan”. Seperti doa untuk mengusir kegelisahan di masa pandemi Covid-19.

  • Gusti, Kula Nyuwun…
    Seni

    Gusti, Kula Nyuwun…

    Romo Gregorius Budi Subanar SJ dan perupa Samuel Indratma mencetuskan gagasan musikalisasi sajak-sajak Jawa mendiang Romo Kuntara Wiryamartana SJ. Salah satunya sajak Panyuwunan. Dinyanyikan berbagai kalangan, dianggap sebagai doa di tengah pandemi.

  • Ubud, Suara-suara Cak dalam Kegelapan
    Seni

    Ubud, Suara-suara Cak dalam Kegelapan

    Happy Salma mementaskan Taksu Ubud, yang disiarkan melalui kanal YouTube. Komunitas-komunitas seni Ubud bahu-membahu berkolaborasi mendukung pertunjukan semikolosal tersebut. Christine Hakim dan Reza Rahadian terlibat.

  • Merayakan Leopold Bloom, Merayakan Bloomsday
    Selingan

    Merayakan Leopold Bloom, Merayakan Bloomsday

    NOVEL Ulysses karya James Joyce selalu dipestakan di seluruh dunia oleh para pencinta penulis Irlandia itu setiap 16 Juni. Hari perayaan itu disebut Bloomsday. Disebut demikian karena tokoh fiktif utama dalam novel itu bernama Leopold Bloom. Ulysses pernah disebut sebagai salah satu novel paling berbahaya di dunia dan lama dilarang terbit di Amerika Serikat. Novel ini juga dianggap memiliki tingkat eksperimental tinggi dari sudut penceritaan dan bahasa—hingga menantang untuk terus dipelajari sampai sekarang.

    Tahun ini, Bloomsday sampai ke Jakarta. Kedutaan Besar Irlandia di Jakarta merayakan Bloomsday dengan membuat beberapa program berkenaan dengan karya Joyce itu.

  • Persada, Sebuah Legenda
    Selingan

    Persada, Sebuah Legenda

    Selama tinggal di Yogyakarta, Umbu Landu Paranggi membesarkan komunitas penyair Persada Studi Klub. Bisa menembus rubrik puisi yang dikelolanya adalah suatu kebanggaan bagi penyair Yogyakarta saat itu. 

  • Tonil-tonil Realis Usmar
    Selingan

    Tonil-tonil Realis Usmar

    Mendahului film-filmnya, Usmar Ismail menulis sejumlah naskah teater yang dipentaskan bersama kelompok Sandiwara Penggemar Maya. Naskah-naskah realis yang tentu menjadi basis bagi kemunculan sederet filmnya.

  • Siapa Pembuat Relief Sarinah?
    Selingan

    Siapa Pembuat Relief Sarinah?

    PARA pekerja renovasi Sarinah tahun lalu “menemukan” relief zaman Sukarno berukuran 3 x 12 meter “disembunyikan” di ruang instalasi listrik gedung. Relief itu menggambarkan suasana pasar lama: ibu-ibu berkebaya bersama barang jajanan dan para lelaki bercaping membawa pikulan. Relief itu menarik karena sebagian berupa relief patung tiga dimensional yang menonjol.

    Tak ada arsip mengenai relief itu. Muncul spekulasi dari para pengamat seni rupa tentang siapa pembuat relief dan mengapa karya tersebut bisa dibuang di ruang genset yang pengap di Sarinah. Apakah relief itu sengaja dilenyapkan Orde Baru karena dianggap “kekiri-kirian” atau pihak Sarinah sendiri di masa lampau yang menganggap relief yang menggambarkan masyarakat pedesaan tersebut tidak cocok dengan modernisasi Sarinah?  

    Tempo mewawancarai anak-anak para perupa masyhur dari 1960-an untuk menggali kemungkinan-kemungkinan mengenai siapa pembuat relief tersebut. Tempo juga mewawancarai Menteri Tenaga Kerja zaman Orde Baru, Abdul Latief, yang pada awal pendirian Sarinah terlibat sebagai karyawan.

  • Romantisisme Seorang Astronom Tua
    Teater

    Romantisisme Seorang Astronom Tua

    Teater Koma mementaskan bagian ketiga trilogi Gemintang. Rangga Riantiarno secara kuat memainkan seorang astronom sepuh yang terombang-ambingkan cinta.

  • Lanskap-lanskap Ipe Ma’aruf
    Seni Rupa

    Lanskap-lanskap Ipe Ma’aruf

    Di usianya yang sepuh, 82 tahun, Ipe Ma’aruf mengadakan pameran tunggal di Balai Budaya Jakarta. Di masa pandemi ini ia banyak membuat lukisan-lukisan lanskap warna-warni.

  • Rusini, Bedhaya Sepuh dan Kepekaan Rasa Gending
    Tari

    Rusini, Bedhaya Sepuh dan Kepekaan Rasa Gending

    Penari Rusini menyajikan karya Bedhaya Tirta Teja di pendapa Taman Budaya Surakarta dan disiarkan secara streaming. Usia para penarinya kebanyakan di atas 60 tahun. Sebuah film dokumenter tentang Rusini garapan Fawarti Gendra Nata Utami disajikan.

  • Memori-memori Interogasi
    Teater

    Memori-memori Interogasi

    Faiza Mardzoeki menerjemahkan naskah Lene Therese Teigen, dramawan feminis Norwegia, mengenai kesaksian warga Uruguay yang pernah disiksa di zaman diktator militer. Dipentaskan lima sutradara perempuan secara daring dengan gaya beragam.

  • Lonteku, Terima Kasih...
    Bahasa

    Lonteku, Terima Kasih...

    Para pemerhati bahasa mengatakan kamus kita bias gender. Sebab, semua sinonim kata pelacur mengarah kepada perempuan. Hanya satu untuk pria, yaitu gigolo. Padahal kata melacur bersifat netral, bisa dilakukan baik oleh laki-laki maupun perempuan.

  •  Yang Muda, yang Enteng, yang Bergembira
    Seni

    Yang Muda, yang Enteng, yang Bergembira

    Indonesia Dance Festival digelar online. Menonjolkan koreografer muda. Bahkan mengajak masyarakat biasa menyajikan tariannya dalam pembukaan. Pesan yang hendak disampaikan, yakni tari bisa menjadi jalan penyembuhan saat pandemi, kurang terasa.

  • Biku Anandajoti, Fotografi, dan Relief
    Buku

    Biku Anandajoti, Fotografi, dan Relief

    Ehipassiko Foundation menerjemahkan lima seri buku relief Borobudur dokumentasi Biku Anandajoti. Memuat foto relief secara lengkap beserta keterangan adegan. Sebuah seri yang memudahkan siapa pun dalam meneliti Borobudur.  

  • Suciwati, Jam Berdentang Malam Hari
    Seni

    Suciwati, Jam Berdentang Malam Hari

    Happy Salma membawakan monolog online. Memerankan Suciwati yang setelah 16 tahun kematian suaminya, Munir, tiba-tiba mengenang seluruh tragedi yang dialami keluarganya di sebuah malam.

  • 10 Jam Ugo: Kapur dan Kesementaraan
    Seni

    10 Jam Ugo: Kapur dan Kesementaraan

    Ugo Untoro menggambar dengan kapur di papan tulis hitam. Ia menghapus gambar yang sudah jadi, lantas menggambar lagi sesuatu yang baru. Begitu terus hingga 10 jam. Ia memberinya judul Homage to the Blackboards.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.