Profile Mustafa Silalahi

Mustafa Silalahi

Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara ini bergabung dengan Tempo sejak akhir 2005. Banyak menulis isu kriminal dan hukum, serta terlibat dalam sejumlah proyek investigasi. Meraih penghargaan Liputan Investigasi Adiwarta 2012, Adinegoro 2013, serta Liputan Investigasi Anti-Korupsi Jurnalistik Award 2016 dan 2017.




  • Terjerat Sabu Elite Jakarta
    Hukum

    Terjerat Sabu Elite Jakarta

    Polisi menangkap pasangan selebritas Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie karena diduga mengonsumsi sabu. Jaringan penyuplainya mungkin terkoneksi dengan jaringan narkotik internasional. Keluarga meminta rehabilitasi.

     

  • Tiada Guna Membui Artis Narkoba
    Opini

    Tiada Guna Membui Artis Narkoba

    Memenjarakan pesohor pengguna narkotik bukanlah prestasi. Memburu penimbun obat seharusnya menjadi prioritas polisi.

  • Jejak Lumpur Kematian Harnovia
    Hukum

    Jejak Lumpur Kematian Harnovia

    Kasus salah tangkap mirip Sengkon-Karta diduga berulang dalam penyidikan pembunuhan seorang remaja di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, sembilan tahun lalu. Muncul petisi agar polisi membuka kembali perkara ini.

  • Kritik Aku Kau Kupidanakan
    Hukum

    Kritik Aku Kau Kupidanakan

    Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi perkara pencemaran nama yang menjerat seorang dosen senior di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Putusan itu dianggap melampaui norma Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

  • Mati Pun Kami Rela
    Hukum

    Mati Pun Kami Rela

    Terdakwa pembunuh dan pemerkosa Harnovia Fitriani, Heri bin Zakaria dan Pardan bin Saman, tetap dihukum meski penyidikan perkaranya penuh kejanggalan. Pengaduannya selalu mentah.

  • Emas Besar Pulau Kecil
    Hukum

    Emas Besar Pulau Kecil

    Izin penambangan emas PT Tambang Mas Sangihe di Kabupaten Kepulauan Sangihe belum mendapat izin Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mengancam ekosistem pulau kecil. Benarkah ada peran relawan Joko Widodo?

  • Berita Keras Berujung Dor
    Hukum

    Berita Keras Berujung Dor

    Seorang wartawan di Pematangsiantar, Sumatera Utara, tewas setelah ditembak seorang pesuruh pemilik kafe. Ada isu pemerasan memakai berita.

  • Asal-asalan Uji Kebangsaan
    Laporan Utama

    Asal-asalan Uji Kebangsaan

    Berbagai kejanggalan muncul dalam tes wawasan kebangsaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebanyak 75 orang yang tak lulus disebut-sebut telah dijadikan target sejak sebelum tes. Pimpinan KPK diduga menyusupkan pasal tentang tes wawasan kebangsaan.

  • Ada Rajawali di Istana Ludwig
    Laporan Utama

    Ada Rajawali di Istana Ludwig

    Taipan kelapa sawit, Sukanto Tanoto, membeli gedung Ludwigstrasse 21 di Muenchen, Jerman, seharga Rp 6 triliun pada 2019. Tak tercatat di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, pembelian gedung di kawasan prestisius ini diduga menggunakan perusahaan cangkang yang terafiliasi dengan Royal Golden Eagle Group milik Sukanto. Liputan ini hasil kolaborasi majalah Tempo dengan Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) dan koran Suddeutsch Zeitung.

  • Delapan Belas Tahun Menunggu Negara
    Hukum

    Delapan Belas Tahun Menunggu Negara

    Ratusan korban terorisme belum menerima uang kompensasi dari negara. Pengajuan permohonan dibatasi hingga Juni tahun depan.

  • Intel Melayu dan Kiriman Popok
    Hukum

    Intel Melayu dan Kiriman Popok

    Bekas pengurus yayasan menerima teror setelah mengungkap dugaan korupsi penjualan tanah bekas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kerjasama Yogyakarta. Pembeliannya oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ditengarai bermasalah.

  • Sirkuit di Tepi Laut
    Hukum

    Sirkuit di Tepi Laut

    Pemerintah memasukkan sirkuit Mandalika dalam salah satu program prioritas nasional. Bermasalah dalam pembebasan lahan.

  • Habis Manis Marapu Dibuang
    Hukum

    Habis Manis Marapu Dibuang

    Kebun tebu milik PT Djarum dan Wings Indonesia dituding merusak dan menutup akses ke tempat ritual penghayat Marapu di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Berkali-kali mendapat peringatan dari berbagai lembaga, pemerintah daerah dan perusahaan bergeming. Penduduk setempat menuding perusahaan memanipulasi uang sirih pinang sebagai duit pengganti lahan. Liputan ini hasil kerja sama Tempo dan Tempo Institute.

  • Kotak Maut Si Burung Kicau
    Hukum

    Kotak Maut Si Burung Kicau

    Sekitar sejuta burung kicau, termasuk yang dilindungi, asal Sumatera diperkirakan diselundupkan ke luar pulau dalam setahun terakhir. Gurihnya bisnis ini mengancam populasi berbagai jenis burung dan keseimbangan ekosistem. Penyelundupan diduga melibatkan aparat dari berbagai instansi. Liputan ini hasil kerja sama Tempo dengan Internews’ Earth Journalism Network.

  • Pemburu Tak Naik Haji
    Hukum

    Pemburu Tak Naik Haji

    Para pemikat menggunakan lem tikus hingga rekaman suara untuk menjerat burung. Kerap berhadapan dengan binatang buas.

  • Saya Bayar Petugas
    Hukum

    Saya Bayar Petugas

    Seorang penyelundup burung kicau dari Sumatera ke Jawa ditangkap pada Juli lalu, meski kemudian dibebaskan. Kepada Tempo, dia buka-bukaan soal aktivitas ilegalnya.

  • Nyanyian Sumbang Kawan Seiring
    Laporan Utama

    Nyanyian Sumbang Kawan Seiring

    Suap Joko Soegiarto Tjandra menyeret dua jenderal dan pengusaha yang dekat dengan petinggi Kepolisian RI. Nama Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo ikut disebut. Kasus ini memanaskan persaingan menjadi Kepala Polri mendatang.

  • Balak Loreng di Hutan Kampus
    Hukum

    Balak Loreng di Hutan Kampus

    Sejumlah perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat diduga terlibat pembalakan liar di kawasan hutan Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Lahannya sempat akan dijadikan kawasan artileri pertahanan udara.

  • Nina Mati Meninggalkan Perkara
    Hukum

    Nina Mati Meninggalkan Perkara

    Pendiri Yayasan Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona, dituding menganiaya hewan di tempat penampungan dan menggelapkan dana sumbangan. Kasusnya mengendap di kantor polisi.

  • Baku Bacok Kerabat Tanah Kei
    Hukum

    Baku Bacok Kerabat Tanah Kei

    Konflik antara John Kei dan Nus Kei diduga berlatar belakang perebutan uang jasa pengamanan sengketa lahan rumah sakit di Ambon, Maluku. Pekerjaan menjaga lahan masih menjadi favorit generasi baru preman asal timur Indonesia.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.