Profile Mustafa Silalahi

Mustafa Silalahi

Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara ini bergabung dengan Tempo sejak akhir 2005. Banyak menulis isu kriminal dan hukum, serta terlibat dalam sejumlah proyek investigasi. Meraih penghargaan Liputan Investigasi Adiwarta 2012, Adinegoro 2013, serta Liputan Investigasi Anti-Korupsi Jurnalistik Award 2016 dan 2017.




  • Ada Rajawali di Istana Ludwig
    Laporan Utama

    Ada Rajawali di Istana Ludwig

    Taipan kelapa sawit, Sukanto Tanoto, membeli gedung Ludwigstrasse 21 di Muenchen, Jerman, seharga Rp 6 triliun pada 2019. Tak tercatat di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, pembelian gedung di kawasan prestisius ini diduga menggunakan perusahaan cangkang yang terafiliasi dengan Royal Golden Eagle Group milik Sukanto. Liputan ini hasil kolaborasi majalah Tempo dengan Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) dan koran Suddeutsch Zeitung.

  • Delapan Belas Tahun Menunggu Negara
    Hukum

    Delapan Belas Tahun Menunggu Negara

    Ratusan korban terorisme belum menerima uang kompensasi dari negara. Pengajuan permohonan dibatasi hingga Juni tahun depan.

  • Intel Melayu dan Kiriman Popok
    Hukum

    Intel Melayu dan Kiriman Popok

    Bekas pengurus yayasan menerima teror setelah mengungkap dugaan korupsi penjualan tanah bekas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kerjasama Yogyakarta. Pembeliannya oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ditengarai bermasalah.

  • Sirkuit di Tepi Laut
    Hukum

    Sirkuit di Tepi Laut

    Pemerintah memasukkan sirkuit Mandalika dalam salah satu program prioritas nasional. Bermasalah dalam pembebasan lahan.

  • Habis Manis Marapu Dibuang
    Hukum

    Habis Manis Marapu Dibuang

    Kebun tebu milik PT Djarum dan Wings Indonesia dituding merusak dan menutup akses ke tempat ritual penghayat Marapu di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Berkali-kali mendapat peringatan dari berbagai lembaga, pemerintah daerah dan perusahaan bergeming. Penduduk setempat menuding perusahaan memanipulasi uang sirih pinang sebagai duit pengganti lahan. Liputan ini hasil kerja sama Tempo dan Tempo Institute.

  • Kotak Maut Si Burung Kicau
    Hukum

    Kotak Maut Si Burung Kicau

    Sekitar sejuta burung kicau, termasuk yang dilindungi, asal Sumatera diperkirakan diselundupkan ke luar pulau dalam setahun terakhir. Gurihnya bisnis ini mengancam populasi berbagai jenis burung dan keseimbangan ekosistem. Penyelundupan diduga melibatkan aparat dari berbagai instansi. Liputan ini hasil kerja sama Tempo dengan Internews’ Earth Journalism Network.

  • Pemburu Tak Naik Haji
    Hukum

    Pemburu Tak Naik Haji

    Para pemikat menggunakan lem tikus hingga rekaman suara untuk menjerat burung. Kerap berhadapan dengan binatang buas.

  • Saya Bayar Petugas
    Hukum

    Saya Bayar Petugas

    Seorang penyelundup burung kicau dari Sumatera ke Jawa ditangkap pada Juli lalu, meski kemudian dibebaskan. Kepada Tempo, dia buka-bukaan soal aktivitas ilegalnya.

  • Nyanyian Sumbang Kawan Seiring
    Laporan Utama

    Nyanyian Sumbang Kawan Seiring

    Suap Joko Soegiarto Tjandra menyeret dua jenderal dan pengusaha yang dekat dengan petinggi Kepolisian RI. Nama Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo ikut disebut. Kasus ini memanaskan persaingan menjadi Kepala Polri mendatang.

  • Balak Loreng di Hutan Kampus
    Hukum

    Balak Loreng di Hutan Kampus

    Sejumlah perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat diduga terlibat pembalakan liar di kawasan hutan Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Lahannya sempat akan dijadikan kawasan artileri pertahanan udara.

  • Nina Mati Meninggalkan Perkara
    Hukum

    Nina Mati Meninggalkan Perkara

    Pendiri Yayasan Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona, dituding menganiaya hewan di tempat penampungan dan menggelapkan dana sumbangan. Kasusnya mengendap di kantor polisi.

  • Baku Bacok Kerabat Tanah Kei
    Hukum

    Baku Bacok Kerabat Tanah Kei

    Konflik antara John Kei dan Nus Kei diduga berlatar belakang perebutan uang jasa pengamanan sengketa lahan rumah sakit di Ambon, Maluku. Pekerjaan menjaga lahan masih menjadi favorit generasi baru preman asal timur Indonesia.

  • Pria Jahanam Berseragam Kuning Kunyit
    Hukum

    Pria Jahanam Berseragam Kuning Kunyit

    Petugas pendamping korban pemerkosaan diduga memerkosa bocah perempuan 13 tahun sejak berbulan lalu. Korban juga dijadikan umpan untuk memeras.

  • Berebut Sawit Negeri Kobi
    Hukum

    Berebut Sawit Negeri Kobi

    Spekulan menguasai ribuan hektare lahan ulayat di Kabupaten Maluku Tengah sejak belasan tahun lalu. Berselisih dengan masyarakat adat dan perusahaan sawit.

  • Panutan yang Tak Saleh
    Hukum

    Panutan yang Tak Saleh

    Syahril Parlindungan Marbun aktif dalam kegiatan peribadatan Gereja Santo Herkulanus sejak sekolah dasar. Menjadi pengacara berbagai kasus perdata.

  • Jarum Bengkok di Ruang Operasi
    Hukum

    Jarum Bengkok di Ruang Operasi

    Seorang perempuan mengalami kelumpuhan setelah menjalani operasi caesar saat melahirkan anak pertamanya. Rumah sakit dianggap menghindari tanggung jawab.

  • Persembunyian Terakhir di Simprug Golf
    Hukum

    Persembunyian Terakhir di Simprug Golf

    Jejak bekas Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman, yang buron sejak Februari lalu, terlacak dari istrinya. Berpindah lokasi sebanyak 13 kali dan diduga dikawal personel polisi.

  • Sebatang Kara Menanggung Pidana
    Hukum

    Sebatang Kara Menanggung Pidana

    Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menahan Pemimpin Redaksi Banjarhits.id karena disangka menyebarkan kebencian. Penyidikan polisi melenceng dari keputusan Dewan Pers.

  • Perlawanan dari Pengungsian
    Hukum

    Perlawanan dari Pengungsian

    Koalisi Tolak Kriminalisasi dan Rekayasa Kasus membentuk tim investigasi untuk mengungkap identitas peretas akun WhatsApp Ravio Patra. Ada dugaan peran lembaga negara.

  • Hazmat Berkode Baju Bayi
    Hukum

    Hazmat Berkode Baju Bayi

    Ratusan ribu set alat pelindung diri dengan kode HS yang tak sesuai lolos ekspor ke Korea. Diselesaikan di bawah meja oleh tiga instansi.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.