Catatan Pinggir



  • Antigon
    Catatan Pinggir

    Antigon

    Dewa-dewa membuat hukum yang tak perlu karena mereka tak mengenal kefanaan. Seorang raja di bumi membuat hukum, meskipun tidak bagus, sebab ia manusia—ia harus menjaga hidup yang serba mungkin.

  • Radikal, Reformasi, dan Revolusi
    Bahasa

    Radikal, Reformasi, dan Revolusi

    Hingga kini di Indonesia, jika reformasi disebut, kata itu selalu mengandung konotasi perubahan relatif drastis pada 1998.

  • Asal Labrak Tambah Pajak
    Opini

    Asal Labrak Tambah Pajak

    Rencana pemerintah menambah obyek dan besaran pajak pertambahan nilai memicu kontroversi. Kuncinya membangun kepercayaan publik.

  • Sehormat-hormatnya Melawan Firli
    Opini

    Sehormat-hormatnya Melawan Firli

    Tak sekadar menyingkirkan 51 pegawai lewat tes wawasan kebangsaan, Firli Bahuri juga merusak sistem kerja di Komisi Pemberantasan Korupsi. Titik temu para penghancur KPK.

  • The Fed dan Covid Memukul Berbarengan
  • Jalan Terjal Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
    Opini

    Jalan Terjal Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

    Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga tak kunjung disahkan. Relasi kultural yang melanggengkan hubungan tidak seimbang harus dihapuskan.

  • Kampanye Murahan Periode Kepresidenan
    Opini

    Kampanye Murahan Periode Kepresidenan

    Sejumlah politikus Senayan mengkampanyekan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Mengkhianati reformasi.

  • Copras-capres Zaman Sekarang
    Kolom

    Copras-capres Zaman Sekarang

    Robertus Robet
    Sosiolog Universitas Negeri Jakarta

  • Gelar
    Catatan Pinggir

    Gelar

    Gelar, yang dianggap simbol pengakuan, sebenarnya tak sepenuhnya bersifat dialogis. Gelar ditentukan setelah ada otoritas untuk menilai prestasi seseorang. Perlu ada hakim yang sabdanya tak untuk diragukan: universitas, istana, atau ketua adat.

  • Déjà Vu Kadin Orde Baru
    Opini

    Déjà Vu Kadin Orde Baru

    Pemilihan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia bakal menentukan kiblat pengusaha dalam pemilihan presiden 2024. Ada upaya mengembalikan peran Kadin seperti era Soeharto.

  • Bergibah di Media Sosial
    Bahasa

    Bergibah di Media Sosial

    Untuk satu bahasa yang dinamis seperti bahasa Indonesia, usaha pemerkayaan serta pemadanan kosakata dan istilah penting dilakukan. Apalagi jika bahasa itu terus-menerus digempur bahasa asing.

  • Ledakan Virus yang Terus Berulang
    Opini

    Ledakan Virus yang Terus Berulang

    Penyebaran virus corona kembali meningkat seusai Lebaran. Tak bisa hanya berharap dari perbaikan kebijakan pemerintah.

  • Atasi Kebocoran, Bukan Mencari Sumber Baru
    Opini

    Atasi Kebocoran, Bukan Mencari Sumber Baru

    Pemerintah melanjutkan usulan revisi Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan ke Dewan Perwakilan Rakyat. Tidak menyelesaikan masalah.

  • Dicari: Panglima TNI Tak Berpolitik
    Opini

    Dicari: Panglima TNI Tak Berpolitik

    Calon Panglima TNI mulai bermanuver mencari dukungan. Jika Presiden salah pilih, cita-cita reformasi bakal kian tak tercapai.

  • Pertemuan yang Tak Boleh Terlewatkan
  • Iman, Amin, Aman, dan Imun
    Bahasa

    Iman, Amin, Aman, dan Imun

    Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa, baik dalam bahasa Arab maupun Ibrani, kata-kata “iman, aman, dan amin” itu sangat berhubungan karena memang berasal dari kata dasar yang sama.

  • Cem
    Catatan Pinggir

    Cem

    Setidaknya sampai awal abad ke-17, dalam imperium Turki Usmani, sang pengganti tak ditentukan berdasarkan urutan kelahiran. Prinsip suksesi brutal: yang kuat yang dapat. Persaingan bengis.

  • Siapa Dalang Penghancuran KPK
    Opini

    Siapa Dalang Penghancuran KPK

    Penyingkiran 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi lewat tes wawasan kebangsaan menyempurnakan pemandulan lembaga itu. Ada kekuatan besar yang menggerakkan.

  • Lindungi Hak Konstitusi Minoritas
    Opini

    Lindungi Hak Konstitusi Minoritas

    Otoritas agama dan adat Bali melarang aktivitas sekte Hindu Hare Krishna. Pemerintah tak boleh berpangku tangan.

  • Senjata Triliunan untuk Apa
    Opini

    Senjata Triliunan untuk Apa

    Janggal, tak transparan, dan tak sesuai dengan keuangan negara yang sedang morat-marit, rencana Menteri Pertahanan membeli senjata harus dibatalkan. Menteri Keuangan tak boleh diam saja.

  • Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.