Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Laporan Utama



  • Agen Fiktif Negeri Ginseng
    Laporan Utama

    Agen Fiktif Negeri Ginseng

    Penjualan pesawat CN-235 dari PT Dirgantara Indonesia ke Korea Selatan diusut penegak hukum di sana. Diduga menggunakan perusahaan cangkang sebagai agen penjual.

  • Memutar Lewat Karibia
    Laporan Utama

    Memutar Lewat Karibia

    PT Dirgantara Indonesia dan perusahaan mitra memanfaatkan peran rekening perusahaan cangkang di luar negeri untuk menyalurkan suap. Rekening yang sama digunakan dalam kasus suap Badan Keamanan Laut.

  • Upeti Dirgantara buat Tentara
    Laporan Utama

    Upeti Dirgantara buat Tentara

    PT Dirgantara Indonesia diduga mengalirkan fulus senilai Rp 178,98 miliar kepada puluhan jenderal dan perwira menengah di Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia serta pejabat kementerian lain. Upeti disisihkan dari proyek pengadaan pesawat dan helikopter hingga pemeliharaannya yang digarap perusahaan penerbangan negara itu selama 2008-2016. Menggunakan rekanan fiktif, PT Dirgantara membungkus dana khusus itu sebagai “biaya pemasaran”.

     

  • Saya Tidak Paham Logistik
    Laporan Utama

    Saya Tidak Paham Logistik

    Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal (Purnawirawan) Moeldoko, dan Kepala Divisi Pemasaran PT Dirgantara Indonesia Irzal Rinaldi Zailani menjawab soal dugaan setoran kepada para jenderal dan pejabat Kementerian Pertahanan.

  • Titipan Pejaten untuk Trunojoyo
    Laporan Utama

    Titipan Pejaten untuk Trunojoyo

    Badan Intelijen Negara menyuplai informasi terkait dengan aktor di balik unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja kepada polisi. Para pemuda tanggung memotori perlawanan di jalan.

  • Pasal Klandestin dari Gedung Nusantara
    Laporan Utama

    Pasal Klandestin dari Gedung Nusantara

    Sejumlah naskah Undang-Undang Cipta Kerja muncul setelah disahkan. Berbagai perbedaan muncul dalam setiap draf, beberapa di antaranya terkait dengan substansi. Fraksi Golkar ngotot mempertahankan kluster perpajakan, yang muncul belakangan. Dituding tak pernah diputuskan bersama.

  • Banyak Lobi Satu Narasi
    Laporan Utama

    Banyak Lobi Satu Narasi

    Pengusaha ikut melobi para buruh yang berunjuk rasa. Pemerintah ujuk-ujuk meminta bantuan pemerintah daerah.

  • Kejar Tayang Aturan Turunan
    Laporan Utama

    Kejar Tayang Aturan Turunan

    Pemerintah mengebut pembuatan peraturan pemerintah setelah omnibus law disahkan. Sebagian draf sudah ada sebelum pengesahan.

  • Operasi Caesar Omnibus
    Laporan Utama

    Operasi Caesar Omnibus

    Berbagai pasal yang menguntungkan pengusaha masuk pada detik-detik akhir pembahasan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja. Partai Golkar menjadi motor berbagai perubahan tersebut. Dinilai cacat formil karena draf final belum ada saat pengesahan.

     

  • Tekan Aksi Telik Sandi
    Laporan Utama

    Tekan Aksi Telik Sandi

    Polisi dan badan intelijen diduga mendekati koordinator pengunjuk rasa. Istana pun ikut melobi.

  • Separuh Surga Pajak Indonesia
    Laporan Utama

    Separuh Surga Pajak Indonesia

    Perubahan aturan perpajakan menyelip di tengah-tengah pembahasan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja. Menebar banyak keringanan pajak.

  • Pasal Sisipan untuk Perambah Hutan
    Laporan Utama

    Pasal Sisipan untuk Perambah Hutan

    Undang-Undang Cipta Kerja mengubah aturan mengenai kehutanan dan lingkungan. Ada pasal sisipan yang menguntungkan pebisnis yang menyerobot lahan hutan.

  • Target Lama Sang Induk
    Laporan Utama

    Target Lama Sang Induk

    Rencana lama Telkom mengempit saham Gojek selangkah lagi terlaksana. Gagal dilakoni sendiri, aksi korporasi bernilai triliunan rupiah ini dilakukan lewat Telkomsel. Dibayangi ketidakpastian soal nasib investasi.

  • Habis Duit Laba Tak Datang
    Laporan Utama

    Habis Duit Laba Tak Datang

    Telkom tak henti berinvestasi untuk memperbesar ceruk bisnis digital dan telekomunikasi. Tak semua berakhir manis.

  • Kalau Sehat, Sesuai Bisnis Inti, Mengapa Tidak Dibeli?
    Laporan Utama

    Kalau Sehat, Sesuai Bisnis Inti, Mengapa Tidak Dibeli?

    RENCANA PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyuntik modal Gojek lewat PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menyeret Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir. Beredar kabar bahwa perombakan manajemen Telkom dan Telkomsel pada Juni lalu bertujuan memuluskan transaksi ini. Pandangan miring muncul lantaran kakak Menteri Erick, Garibaldi Thohir, adalah Komisaris Utama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, pengembang Gojek. Boy—begitu Garibaldi biasa dipanggil—juga disebut-sebut punya saham secara tidak langsung di decacorn startup alias perusahaan rintisan dengan estimasi valuasi lebih dari US$ 10 miliar tersebut.

    Erick membalas secara tertulis sejumlah pertanyaan dalam surat permohonan wawancara Tempo. Seperti halnya Garibaldi, Erick menampik pandangan miring soal rencana investasi Telkom-Telkomsel ini.

  • 'Prank Corona' dari Pejaten
    Laporan Utama

    'Prank Corona' dari Pejaten

    Hasil tes usap yang digelar Badan Intelijen Negara diduga tak akurat. Tak semua hasil pengujian itu dilaporkan ke Satuan Tugas Penanganan Covid-19 ataupun Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. Ketidakakuratan itu disebut bisa mempercepat penularan virus.

  • Tak Sejalan di Kemayoran
    Laporan Utama

    Tak Sejalan di Kemayoran

    Koordinasi penanganan Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan berantakan. Pengambilalihan komando oleh Menteri Luhut menimbulkan polemik baru.

  • Toko Intel Serba Ada
    Laporan Utama

    Toko Intel Serba Ada

    Badan Intelijen Negara aktif dalam penanganan Covid-19. Mendekati banyak peneliti dan universitas.

  • Peti Mati setelah Rekomendasi
    Laporan Utama

    Peti Mati setelah Rekomendasi

    Setidaknya 60 calon kepala daerah positif terpapar corona. Pemerintah dan DPR ngotot meneruskan pilkada.

  • Perbedaan Hasil PCR Bisa Saja Terjadi
    Laporan Utama

    Perbedaan Hasil PCR Bisa Saja Terjadi

    Hasil swab test yang diadakan Badan Intelijen Negara diduga tak sepenuhnya akurat. Deputi Bidang Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Purwanto menjawab tudingan tersebut.

  • Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.