Seni Rupa 1/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

TV Membajak Jupe

Sejumlah seniman melawan budaya televisi dengan menggunakan kamera video. Ada parodi, ada yang membikin siaran sendiri.

i

Jangan lupa mengunci pintu/Nanti ada orang yang tau/Pelan-pelan dibelah/Enak, Bang, silakan dibelah…. Ketukan perkusi yang mengentak dan suara Julia Perez yang mendesah-desah membawakan lagu dangdut Belah Duren mengisi seantero Galeri Salihara di Pasar Minggu, Jakarta, pekan lalu.

Tapi klip video yang disorotkan ke dinding itu tidak menampilkan Jupe—panggilan Julia—yang berlenggak-lenggok. Di sana ada Madonna berajojing dengan penuh gairah di panggung sambil ditonton Austin Powers (Mike Myers). Madonna seakan-akan sedang melakukan lip-sync atas lagu Jupe.

Gambar itu memang dipetik dari klip video Madonna, Beautiful Stranger, yang jadi soundtrack film Austin Powers: The Spy Who Shagged Me. Video Belah Duren Stranger karya Yusuf Ismail ini memang memadukan dua video. Video Belah Duren Jupe diambil suaranya, sedangkan video Madonna diambil gambarnya. Alumnus Seni Patung Institut Teknologi Bandung yang terlatih dalam penyuntingan iklan televisi itu memadukan keduanya dengan tingkat penyesuaian yang akurat. Gerak bibir Madonna seakan-akan memang menyanyikan lagu dangdut itu meski, bila kita perhatian lebih cermat, masih akan terlihat suntingannya.


Pada pojok kanan atas video itu tercantum tulisan "jacked" (dibajak), yang menutupi logo MTV. Yusuf memang sedang "Membajak TV", tema pameran seni video yang berlangsung di sana hingga 21 Agustus 2011. Ada 15 seniman yang karyanya ditampilkan dalam pameran ini, termasuk Sinema Elektronik karya Anggun Priambodo. Video Anggun itu tampil seperti sinetron pendek dengan adegan klisenya, seperti perempuan ditampar berkali-kali, bayi ditinggal di depan pintu, dan orang miskin ditabrak sepeda motor.

161819984528

Pameran ini hendak menyoroti budaya televisi dan video. "Inilah seni video yang membuat video yang mengkritik video," kata Krisna Murti, kurator pameran. Televisi dan video tak bisa dipisahkan, karena televisi adalah layar tempat video sering ditampilkan. Bagi Indonesia, sejarah keduanya bertemu pada TVRI. Ringkasan sejarah itu didokumentasikan dalam Masa Analog=Masa Represi karya Forum Lenteng, komunitas pendidikan alternatif dan pengembangan media audio visual, yang telah berpameran internasional sejak berdiri pada 2003.

Sepertiga ruang galeri diubah Forum Lenteng menjadi museum mini TV dan video. Sebuah meja di bagian tengah menampilkan fotokopi makalah dan rumusan Seminar Pengelolaan Teknologi Video untuk Pembangunan di Jakarta pada Desember 1981. Rekaman audio dari seminar dipajang pada dinding di dekat meja itu. Dinding lain di sekitar meja menampilkan foto dan kliping media, seperti iklan kuno kamera JVC dan pemutar video Sony Betamax, berita tentang televisi umum di Yogyakarta, penyewaan video game Atari, dan berita tentang bus malam yang mulai dilengkapi video pada 1981. Ada pula foto dari acara-acara TVRI lama, seperti gambar pembawa acara Sri Maryati dan Jayakarta Group di Aneka Ria Safari, klip video Mengapa Tak Pernah Jujur yang dinyanyikan Dian Pisesha, dan Presiden Soeharto di acara Klompencapir.

Pameran ini menunjukkan bagaimana hidup kita telah disedot televisi, tapi juga bagaimana seniman "melawan" dengan berbagai cara. Lewat Ayis (About Me about You), Wimo Ambala Bayang membantu Ayis, bocah yang hidup di lingkungan Pasar Beringharjo, Yogyakarta, membikin video dokumenter tentang kawan-kawan dan lingkungannya. Dalam skala yang lebih besar, Jompet Kuswidananto mengajak masyarakat Desa Balirejo, Yogyakarta, membuat program siaran televisi sendiri. Irwan Ahmett bahkan membuat TV Milisi dengan merekrut "milisi" bersenjata pengendali televisi jarak jauh yang mematikan secara sepihak televisi di rumah orang dan ruang publik. Reaksi gusar penonton terekam dalam video ini.

Nah, terinspirasi mereka, beranikah Anda menolak menonton TV, meski ada siaran langsung sepak bola atau berita penangkapan Nazaruddin di Kolombia?

Kurniawan


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161819984528



Seni Rupa 1/2

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.