Selingan 2/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Prasangka terhadap Orang Tionghoa Bukanlah Takdir

Setelah 12 tahun, buku karya Widjajanti W. Dharmowijono tentang pencitraan orang Cina dalam novel Indo-Belanda bertarikh 1880-1950 akhirnya dirilis Penerbit Ombak pada 5 April 2021. Perilisan ini disyukuri Inge—panggilan akrab Widjajanti—karena dulu naskah yang bersumber dari disertasinya di Universiteit van Amsterdam itu pernah ditolak penerbit Belanda. Namun Inge tetap berkukuh pada keinginannya semula: bukunya harus terbit dalam bahasa Indonesia dan dibaca khalayak negeri ini.

i Widjajanti saat penandatanganan buku Bukan Takdir, di Hotel Tentrem Yogyakarta, 15 Maret lalu. Dok. Pribadi
Widjajanti saat penandatanganan buku Bukan Takdir di Hotel Tentrem Yogyakarta, 15 Maret lalu. Dok. Pribadi

BANYAK pengalaman hidup dan hal lain yang mendorong keinginan Widjajanti W. Dharmowijono menerbitkan bukunya yang berjudul Bukan Takdir: Kisah Pencitraan Orang Tionghoa di Nusantara. Ketua Yayasan Budaya Widya Mitra itu mengungkapkan, selama berabad-abad, orang Cina di Nusantara mengalami perundungan baik secara individu maupun massal akibat stereotipe yang diproduksi pemerintah kolonial Belanda. Hal tersebut tecermin dari buku-buku yang ter

...

Reporter Isma Savitri - profile - https://majalah.tempo.co/profile/isma-savitri?isma-savitri=162760282983


Sastra Masyarakat Tionghoa

Selingan 2/2

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.