Laporan Khusus 7/13

Sebelumnya Selanjutnya
text

Buku Hitam Bratasena

Hoegeng menolak berbagai fasilitas dan gratifikasi saat menjabat Kapolri. Terpental setelah menangani kasus penyelundupan mobil mewah.

i Hoegeng Iman Santoso di awal karirnya sebagai Kapolri, 1968./Dok Keluarga
Hoegeng Iman Santoso di awal karirnya sebagai Kapolri, 1968. Dok. Keluarga
  • Hoegeng memarahi anak buahnya karena membawa pengusaha bermasalah. .
  • Selama menjadi Kapolri, Hoegeng tak mau tinggal di rumah dinas.
  • Hoegeng tidur dengan lima handy-talky di kamarnya. .

DUDUK di ruang tunggu, redaktur koran Sinar Harapan, Panda Nababan, tengah menanti sesi wawancara dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Hoegeng Iman Santoso, 50 tahun silam. Tiba-tiba teriakan lantang terdengar dari ruang kerja Hoegeng di Markas Besar Angkatan Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Sayup-sayup Panda mendengar Hoegeng memarahi Komandan Jenderal Bidang Reserse—kini Kepala Badan Reserse Kriminal—Ka

...

Silakan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 58.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 5 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Linda Trianita


Kepala Kepolisian RI | Kapolri Markas Besar Kepolisian RI Hoegeng Iman Santoso Hoegeng Kapolri

Laporan Khusus 7/13

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.