Laporan Khusus 1/9

Sebelumnya Selanjutnya
text

Oasis di Atas Dua Roda

Pandemi Coronavirus Disease 2019 alias Covid-19 memantik demam sepeda di Indonesia. Tren gowes, yang pada tahun-tahun sebelumnya muncul secara sporadis dan spesifik dalam kelompok penggila sepeda dan komunitas, kini merebak hampir di semua kalangan masyarakat. Kebutuhan untuk hidup sehat dan bugar, ditambah keinginan melepas penat dari aktivitas yang melulu di dalam rumah, membuat masyarakat melampiaskan hasratnya dengan bersepeda. Aktivitas gowes tidak hanya marak di perkotaan, juga banyak terlihat di perdesaan. Tren sepeda menyuguhkan beragam sisi, dari perkara hobi, kompetisi, hingga urusan hidup-mati karena rezeki. Gowes pun menggeliatkan wisata sepeda dan peluang usaha.

i Pesepeda melintasi Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta,  23 Mei 2021.  TEMPO/M Taufan Rengganis
Sejumlah pesepeda road bike melintasi JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta, 23 Mei 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

BARON Martanegara seperti tak dapat dipisahkan dari sepeda. Ketika menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19 pada akhir Juni lalu, pendiri dan ketua komunitas Brompton Owners Group Indonesia ini bahkan terus mengayuh sepeda lipatnya. Di atas roller trainer di salah satu sudut rumahnya, Baron, yang mengalami gejala ringan, menggowes sepedanya selama 15 menit per hari selama sepuluh hari. “Yang penting olahraga. Kalau kebanyakan, cap

...

Reporter Mahardika Satria Hadi - profile - https://majalah.tempo.co/profile/mahardika-satria-hadi?mahardika-satria-hadi=162759120888


Tren Sepeda Sepeda Covid-19

Laporan Khusus 1/9

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.