Profile Mahardika Satria Hadi

Mahardika Satria Hadi

Menjadi wartawan Tempo sejak 2010. Kini redaktur untuk rubrik wawancara dan pokok tokoh di majalah Tempo. Sebelumnya, redaktur di Desk Internasional dan pernah meliput pertempuran antara tentara Filipina dan militan pro-ISIS di Marawi, Mindanao. Lulusan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.




  • Kami Bergerilya Setiap Hari
    Wawancara

    Kami Bergerilya Setiap Hari

    Menurut Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Lia Gardenia Partakusuma penambahan tempat tidur rumah sakit untuk pasien Covid-19 tidak akan menyelesaikan masalah jika persoalan di hulu tidak segera dituntaskan. Apa itu?

  • Terumbu Karang Rusak
    Pokok dan Tokoh

    Terumbu Karang Rusak

    Selama dua pekan berlibur, model dan aktris Kelly Tandiono berlayar dan menyelam di perairan Labuan Bajo, Pulau Komodo, hingga Lombok. Ia sedih melihat kondisi terumbu karang yang rusak. 

  • Elvira Devinamira: Sekolah Daring
    Pokok dan Tokoh

    Elvira Devinamira: Sekolah Daring

    Puteri Indonesia 2014 Elvira Devinamira menolong anak-anak Surabaya di masa pandemi dengan mendirikan sekolah online. Ia membantu mereka yang tidak mampu di Kampung 1001 Malam yang kesulitan mengikuti pembelajaran jarak jauh.

  • Oasis di Atas Dua Roda
    Laporan Khusus

    Oasis di Atas Dua Roda

    Pandemi Coronavirus Disease 2019 alias Covid-19 memantik demam sepeda di Indonesia. Tren gowes, yang pada tahun-tahun sebelumnya muncul secara sporadis dan spesifik dalam kelompok penggila sepeda dan komunitas, kini merebak hampir di semua kalangan masyarakat. Kebutuhan untuk hidup sehat dan bugar, ditambah keinginan melepas penat dari aktivitas yang melulu di dalam rumah, membuat masyarakat melampiaskan hasratnya dengan bersepeda. Aktivitas gowes tidak hanya marak di perkotaan, juga banyak terlihat di perdesaan. Tren sepeda menyuguhkan beragam sisi, dari perkara hobi, kompetisi, hingga urusan hidup-mati karena rezeki. Gowes pun menggeliatkan wisata sepeda dan peluang usaha.

  • Kami Sediakan Lebih Banyak Vaksin
    Wawancara

    Kami Sediakan Lebih Banyak Vaksin

    Wawancara dengan Duta Besar Amerika Serikat yang baru, Sung Y. Kim. Ia lahir di Seoul dari orang tua Korea Selatan. Ia paham soal Asia karena karier diplomatiknya ia habiskan di kawasan tersebut. Ini adalah wawancara pertamanya dengan media sejak ia tiba di Jakarta pada Juni 2021. Membicarakan bantuan vaksin, pembelian alutsista, hingga kerja sama mitigasi perubahan iklim.

  • Saya Enjoy Saja
    Wawancara

    Saya Enjoy Saja

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir turun tangan dan bergerak cepat mengatasi persoalan ketersediaan oksigen medis dan obat terapi pasien Covid-19. Erick mengerahkan sejumlah BUMN untuk membantu memenuhi pasokan di rumah-rumah sakit rujukan khususnya di Pulau Jawa. Ia juga memerintahkan PT Indofarma dan PT Kimia Farma menggenjot produksi ivermectin dan membanjiri pasar dengan obat itu. Meski belum lulus uji klinis BPOM, Erick mendorong penggunaan ivermectin sebagai obat terapi pasien Covid-19 karena dianggap terbukti berkhasiat di sejumlah negara dengan efek samping minim. Di tengah melonjaknya angka kasus Covid-19, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ini sering terjun ke lapangan untuk menginspeksi pasokan obat terapi dan oksigen medis. Ia juga terus menjalankan tranformasi BUMN, termasuk terlibat dalam pemulihan Garuda Indonesia hingga pemilihan komisaris BUMN.

  • Berkat Vaksin
    Pokok dan Tokoh

    Berkat Vaksin

    Sempat positif Covid-19, sutradara Hanung Bramantyo dan presenter Terry Putri tidak sampai mengalami gejala berat. Keduanya lekas sembuh karena sebelumnya sudah divaksin.

  • Agar Tidak Burnout
    Pokok dan Tokoh

    Agar Tidak Burnout

    Aktor dan presenter Daniel Mananta memiliki cara unik untuk memulihkan energi dan mencegah burnout karena kesibukan bekerja. Setiap akhir pekan, ia meluangkan waktu minimal satu hari untuk berkumpul dengan keluarga dan terbebas dari gawai.

  • Ini Bukan Soal Uang
    Wawancara

    Ini Bukan Soal Uang

    Lonjakan jumlah kasus Covid-19 pada satu bulan terakhir bakal meningkatkan belanja kesehatan. Kenaikan belanja kesehatan antara lain untuk pembelian 400 juta vaksin dan untuk pengobatan pasien. Kondisi darurat ini membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati harus mengitung kembali kas negara untuk kebutuhan belanja kesehatan. Kementerian Kesehatan menaikkan bujet dari Rp 172 triliun menjadi sekitar Rp 185 triliun untuk belanja kesehatan. Berpengalaman menghadapi krisis moneter 1997-1998 dan menakhodai Indonesia keluar dari dampak krisis ekonomi 2008, Sri Mulyani menganggap pandemi Covid-19 menyuguhkan tantangan yang sama sekali berbeda dari krisis-krisis sebelumnya.

  • Sekolah di Kaki Gunung
    Pokok dan Tokoh

    Sekolah di Kaki Gunung

    Di luar kesibukan sebagai artis, Cinta Laura Kiehl membantu siswa tidak mampu di sekolah-sekolah yang dikelola Yayasan Soekarseno Peduli milik keluarga ibunya. Ia mendonasikan sebagian penghasilannya dan pernah mengajar bahasa Inggris.

  • Adaptasi Virtual
    Pokok dan Tokoh

    Adaptasi Virtual

    Pandemi Covid-19 telah membuat dunia seni pertunjukan terpuruk. Koreografer Rusdy Rukmarata menghadapi perubahan dengan beradaptasi dari panggung fisik ke pentas virtual.

  • Indonesia Mirip Cina Sepuluh Tahun Lalu
    Wawancara

    Indonesia Mirip Cina Sepuluh Tahun Lalu

    Pandemi Covid-19 telah mengubah peta demografi investor pasar modal. Komisaris Bursa Efek Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan antusiasme investor dari generasi milenial dan generazi Z melonjak tajam sepanjang pandemi. Sejak 2016, jumlah investor muda mencapai lebih dari 1,8 juta. Menurut Pandu, penambahan tertinggi berasal dari investor berusia 28 tahun ke bawah. Perkembangan pesat dunia digital juga telah membuka jalan bagi menjamurnya perusahaan teknologi dan rintisan. Salah satu sektor yang paling banyak diminati investor asing adalah fintech. Pandu, pebisnis dan investor yang juga menjabat Ketua Dewan Pengurus Harian Asosiasi Fintech Indonesia, mengatakan perusahaan-perusahaan fintech kelak tidak hanya berfokus pada penyaluran kredit konsumtif. Fintech peer to peer lending juga akan memperbanyak porsi pinjaman produktif untuk mendukung sektor UMKM.

  • Panggung Advokasi
    Pokok dan Tokoh

    Panggung Advokasi

    Gustika Jusuf-Hatta menekuni ketertarikannya terhadap isu pertahanan dan keamanan dengan bergabung sebagai peneliti di Imparsial. Terlibat advokasi dengan mengajukan gugatan uji materi Undang-Undang Pengelolaan Sumber Daya Nasional ke Mahkamah Konstitusi.

  • Modifikasi Motor
    Pokok dan Tokoh

    Modifikasi Motor

    Penjaga gawang Bali United, Wawan Hendrawan, memiliki tiga sepeda motor hasil modifikasi sendiri. Dari Yamaha Mio yang dioprek jadi motor trail sampai Yamaha Scorpio yang dipoles menjadi motor custom yang terlihat gahar.

  • Demi Herd Immunity, Anak Harus Divaksin
    Wawancara

    Demi Herd Immunity, Anak Harus Divaksin

    Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan khawatir terhadap angka positif Covid-19 pada anak yang terus meningkat di Indonesia. Sejak pandemi merebak, IDAI mencatat sekitar 117 ribu anak telah terinfeksi penyakit akibat virus corona baru itu. Berdasarkan data IDAI, proporsi kasus konfirmasi Covid-19 pada anak mencapai 12,5 persen dengan tingkat kematian 3-5 persen. Menurut Aman, anak-anak merupakan kelompok paling rentan terpapar virus corona dari orang tua dan lingkungan sekitarnya. Dokter anak kerap menerima pasien Covid-19 anak dalam keadaan telah parah sehingga penanganannya tidak bisa maksimal. Dengan lonjakan angka kasus Covid-19 belakangan ini, Aman menyarankan penyelenggaraan sekolah tatap muka pada Juli nanti ditunda. Positivity rate yang jauh melebihi ambang batas 5 persen terlalu berisiko bagi anak.

  • Solidaritas Selepas Tes
    Pokok dan Tokoh

    Solidaritas Selepas Tes

    Tes wawasan kebangsaan dalam alih status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi terus menyisakan polemik. Solidaritas untuk pegawai KPK pun mengalir dari penjuru negeri. Grup musik Endah n Rhesa, komika Pandji Pragiwaksono dan selebriti Melanie Subono termasuk di antaranya.

  • Kami Kehilangan Harapan kepada ASEAN
    Wawancara

    Kami Kehilangan Harapan kepada ASEAN

    Dari tempat persembunyiannya, Dokter Sasa menjalankan tugas diplomasinya untuk pemerintah terpilih Myanmar. Menjabat sebagai Menteri Kerja Sama Internasional dan Juru Bicara Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) Myanmar, ia berpindah dari satu forum diskusi ke forum diskusi lain untuk menggalang dukungan dari komunitas internasional. NUG adalah pemerintah tandingan bentukan koalisi masyarakat sipil prodemokrasi dan anggota parlemen terpilih yang disingkirkan junta militer melalui kudeta 1 Februari lalu. Sasa berkorespondensi dengan para pejabat dan politikus Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, hingga Jepang, tapi belum bisa berkomunikasi dengan ASEAN. Sasa mendesak ASEAN berperan lebih besar dalam penyelesaian krisis di Myanmar, antara lain dengan segera menunjuk utusan khusus untuk memediasi perundingan antara NUG dan junta militer pimpinan Jenderal Min Aung Hlaing. Ia mengkritik lima poin konsensus hasil KTT ASEAN yang penerapannya nihil di lapangan.

  • Gaduh Duta PON Papua
    Pokok dan Tokoh

    Gaduh Duta PON Papua

    Penunjukan pasangan selebritas Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sebagai duta Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua menuai polemik. Kontroversi belum mereda kendati Panitia Besar PON telah meralat dan menyatakan Nagita dan Raffi dipilih sebagai ikon, sementara duta PON adalah pesepak bola asli Papua, Boaz Solossa. Hingga Kamis, 10 Juni lalu, belasan ribu warganet meneken petisi di situs Change.org yang meminta pencopotan Nagita dan Raffi sebagai duta PON XX Papua.

  • Data Kita Ada di Mana-mana
    Wawancara

    Data Kita Ada di Mana-mana

    Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh angkat suara mengenai kasus kebocoran data pribadi 275 juta penduduk Indonesia pada 20 Mei lalu. Ia menggerakkan tim untuk menyelidiki data yang bocor dan mengeceknya di sistem internal Dukcapil. Dari penelusuran itu, Zudan memastikan data yang bocor tersebut bukanlah data kependudukan. Ia khawatir terhadap peretasan karena data Dukcapil adalah big data terbesar keempat di dunia setelah data Cina, India, dan Amerika Serikat. Kendati sistem Dukcapil kini makin canggih, Zudan tak memungkiri infrastruktur di lembaganya masih ketinggalan zaman. Untuk membangun sistem yang kuat, Kementerian Dalam Negeri berencana memungut penerimaan negara bukan pajak dari perusahaan swasta yang mengakses data dari Dukcapil.

  • Kukis dan Dapur Rekaman
    Pokok dan Tokoh

    Kukis dan Dapur Rekaman

    Di sela-sela proses rekaman album baru, vokalis dan gitaris grup musik Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud, sibuk berjualan kukis di ruang kreatif Kios Ojo Keos. Pandemi membuat kukis buatannya untuk sementara hanya bisa dibeli secara online.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.