Profile Mahardika Satria Hadi

Mahardika Satria Hadi

Menjadi wartawan Tempo sejak 2010. Kini redaktur untuk rubrik wawancara dan pokok tokoh di majalah Tempo. Sebelumnya, redaktur di Desk Internasional dan pernah meliput pertempuran antara tentara Filipina dan militan pro-ISIS di Marawi, Mindanao. Lulusan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.




  • Berkemah Sambil Rapat
    Pokok dan Tokoh

    Berkemah Sambil Rapat

    Di sela-sela kesibukannya sebagai politikus, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyempatkan diri untuk touring dan berkemah. Dia mendirikan Overlanding Indonesia, komunitas yang mewadahi kegiatan penjelajah Nusantara.

  • Wisata Pantai
    Pokok dan Tokoh

    Wisata Pantai

    Atlet panjat tebing Aries Susanti Rahayu pernah mencicipi indahnya Pantai Kuta hingga menjejakkan kaki di Rusia. Pandemi Covid-19 membuatnya tak bisa menyalurkan hobi jalan-jalannya.

  • Kewenangan Kami Masih Dianggap Abu-abu
    Wawancara

    Kewenangan Kami Masih Dianggap Abu-abu

    Ombudsman Republik Indonesia memutuskan turun tangan dalam polemik impor beras pada Maret lalu. Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih mengatakan pengumuman pemerintah tentang rencana impor 1 juta ton beras telah memicu keresahan publik, terutama petani, karena dilakukan pada masa panen raya. Melalui mekanisme deteksi dini, Ombudsman menyatakan impor beras belum diperlukan sampai Mei 2021. Ombudsman juga menemukan ada potensi maladministrasi dalam pengambilan kebijakan impor beras. Menurut Najih, Ombudsman sudah meningkatkan perannya dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik. Selain menyelesaikan laporan dan aduan masyarakat, Ombudsman bakal terus meningkatkan pengawasan terhadap kementerian dan lembaga negara. Kepengurusan baru Ombudsman bakal berfokus pada isu pembangunan ekonomi dan dampaknya terhadap pelayanan publik. Najih menilai kewenangan Ombudsman perlu diperluas hingga tingkat kabupaten dan kota.

  • Tanpa Cost Sharing, Tak Akan Cukup
    Wawancara

    Tanpa Cost Sharing, Tak Akan Cukup

    Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan lembaganya masih mengalami defisit Rp 6,3 triliun per Desember 2020. Kenaikan iuran peserta per Januari lalu diharapkan dapat menutup selisih defisit tersebut. Apalagi pemanfaatan dana BPJS Kesehatan dalam satu tahun terakhir menurun akibat pandemi Covid-19. Semua layanan kesehatan untuk pasien Covid-19 ditanggung negara karena pandemi ditetapkan sebagai bencana non-alam. Untuk memperluas kepesertaan jaminan kesehatan, kata Ghufron, BPJS Kesehatan mengembangkan mekanisme pendanaan inovatif dengan menggandeng lembaga-lembaga filantropi untuk membiayai masyarakat yang belum menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau bahkan membantu pelunasan tunggakan iuran. Dengan begitu, seluruh masyarakat dapat terus mengakses layanan kesehatan yang dijamin BPJS Kesehatan.

  • Dana Hibah untuk Pariwisata Tak Terserap Semua
    Wawancara

    Dana Hibah untuk Pariwisata Tak Terserap Semua

    Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Hariyadi Sukamdani ingin agar 121.500 pekerja sektor hotel dan restoran yang tergabung dalam PHRI bisa divaksinasi. Hariyadi mengatakan vaksinasi para pekerja pariwisata sangat penting untuk segera menggerakkan kembali kegiatan turisme, terutama di Bali, yang paling terpuruk. Pemimpin bisnis Grup Sahid dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia ini mendukung kebijakan pemerintah membuka koridor bebas Covid-19 dengan beberapa negara. 

  • Kisah Para Penyintas Corona
    Pokok dan Tokoh

    Kisah Para Penyintas Corona

    Sejumlah tokoh dan pesohor sembuh dari Covid-19. Butuh keberanian lebih untuk memberi tahu publik.

  • Niat Menyejahterakan Saja Tidak Cukup   
    Wawancara

    Niat Menyejahterakan Saja Tidak Cukup  

    Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Mohammad Choirul Anam menyoroti komitmen pemerintah Presiden Jokowi Widodo dalam penegakan hak asasi manusia. Komnas HAM kembali memberikan rapor merah kepada Presiden Jokowi karena ia dianggap tidak serius menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Setidaknya ada sebelas kasus HAM berat yang menunggu disidangkan. Salah satunya tragedi Paniai berdarah yang terjadi pada periode pertama kekuasaan Jokowi. Namun Kejaksaan Agung tidak pernah menaikkan status kasus itu ke penyidikan. Pemerintah Jokowi juga dihadapkan pada maraknya konflik agraria karena program pembangunan infrastruktur. Komnas HAM juga mendesak pemerintah segera menyelesaikan kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya, Papua.

  • Abdi Negara Terlama
    Pokok dan Tokoh

    Abdi Negara Terlama

    Sidarto Danusubroto mendapatkan penghargaan dari MURI karena telah menjadi abdi negara selama 56 tahun. Pernah berkarier sebagai polisi, ajudan Presiden Sukarno, politikus, wakil rakyat, hingga anggota Dewan Pertimbangan Presiden era Jokowi selama dua periode.

  • Rajin Tes Usap
    Pokok dan Tokoh

    Rajin Tes Usap

    Pandemi Covid-19 membuat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengakrabi tes swab PCR. Kerap melakukan perjalanan dinas ke daerah, ia menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan rutin dites usap.

  • Kena Tegur
    Pokok dan Tokoh

    Kena Tegur

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo ditegur sutradara Joko Anwar karena membagikan tautan film bajakan bertema perjuangan di media sosial. Kebiasaan spontan meneruskan informasi dari grup pesan instan WhatsApp.

  • Manifestasi Covid-19 Makin Bervariasi
    Wawancara

    Manifestasi Covid-19 Makin Bervariasi

    Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto mengatakan pasien Covid-19 terus bermunculan dengan menunjukkan gejala yang bermacam-macam. Dijuluki “penyakit dengan seribu wajah”, Covid-19 tidak lagi hanya menginfeksi sistem pernapasan dan paru-paru. Bukan hanya masyarakat awam yang rentan terinfeksi, tapi juga para tenaga medis. Apalagi virus SARS-CoV-2 diketahui bisa menyebar lewat udara. Agus mengimbau tenaga medis dan masyarakat terus waspada serta menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

  • Blusukan demi Satwa
    Pokok dan Tokoh

    Blusukan demi Satwa

    Manohara Odelia kini banyak terlibat dalam kegiatan penyelamatan satwa. Ia pernah ikut dalam misi penyelamatan kasuari, siamang, dan lumba-lumba, hingga pelepasliaran monyet bekas topeng monyet.

  • Impian Selepas Pensiun
    Pokok dan Tokoh

    Impian Selepas Pensiun

    Petenis putri Aldila Sutjiadi memiliki hobi berwisata kuliner. Bercita-cita menjadi food vlogger setelah pensiun sebagai atlet.

  • Kenangan Didi
    Pokok dan Tokoh

    Kenangan Didi

    Bermain dalam film Sobat Ambyar, aktor Bhisma Wijaya Mulia berkesempatan berinteraksi hingga beradu akting dengan legenda campursari Didi Kempot. Ia mengidolakan Didi dan menggemari lagu-lagunya sejak usia belia.

     

     

  • Lelang Jersey
    Pokok dan Tokoh

    Lelang Jersey

    Ponaryo Astaman dan asosiasi pemain sepak bola yang dipimpinnya melelang jersey untuk membantu penanganan Covid-19. Seragam Egy Maulana Vikri laku dengan harga tertinggi.

  • Kampanye Antirokok
    Pokok dan Tokoh

    Kampanye Antirokok

    Karateka putri Ceyco Georgia Zefanya menyerukan agar generasi muda menghindari rokok. Ia terlibat dalam kampanye global antirokok “Don’t Start”.

  • Apa Kami Harus Ganti Warna Kulit
    Wawancara

    Apa Kami Harus Ganti Warna Kulit

    Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Pendeta Benny Giay terus mendorong dialog antara pemerintah Indonesia dan kelompok-kelompok pro-referendum Papua yang bernaung di bawah organisasi Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP). Benny mengatakan pemerintah harus menyelesaikan empat masalah utama yang menjadi sumber konflik dan perlakuan rasisme terhadap orang asli Papua. Ia pernah dituding sebagai pendukung separatis dan kapok menyokong Presiden Jokowi.

  • Sedih karena Survei
    Pokok dan Tokoh

    Sedih karena Survei

    Cinta Laura Kiehl pernah melakukan survei tentang pelecehan terhadap perempuan di transportasi publik Jakarta. Ia merasa sedih dan kecewa karena kurangnya kepedulian masyarakat mengenai isu pelecehan seksual terhadap perempuan.

  • Tak Putus Belajar Pidato
    Pokok dan Tokoh

    Tak Putus Belajar Pidato

    Sandiaga Uno rutin berdiskusi dengan berbagai tokoh untuk melatih kemampuannya berbicara di depan umum. Salah seorang tokoh yang kerap ia ajak berdiskusi adalah Rocky Gerung.

  • Akibat Bermain Komedi
    Pokok dan Tokoh

    Akibat Bermain Komedi

    Aktris Enzy Storia dalam beberapa tahun terakhir menggeluti dunia komedi. Aksi kocaknya sempat terbawa saat ia memerankan tokoh serius.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.