Mahardika Satria Hadi | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co
Profile Mahardika Satria Hadi

Mahardika Satria Hadi

Menjadi wartawan Tempo sejak 2010. Kini redaktur untuk rubrik wawancara dan pokok tokoh di majalah Tempo. Sebelumnya, redaktur di Desk Internasional dan pernah meliput pertempuran antara tentara Filipina dan militan pro-ISIS di Marawi, Mindanao. Lulusan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.




  • Manifestasi Covid-19 Makin Bervariasi
    Wawancara

    Manifestasi Covid-19 Makin Bervariasi

    Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto mengatakan pasien Covid-19 terus bermunculan dengan menunjukkan gejala yang bermacam-macam. Dijuluki “penyakit dengan seribu wajah”, Covid-19 tidak lagi hanya menginfeksi sistem pernapasan dan paru-paru. Bukan hanya masyarakat awam yang rentan terinfeksi, tapi juga para tenaga medis. Apalagi virus SARS-CoV-2 diketahui bisa menyebar lewat udara. Agus mengimbau tenaga medis dan masyarakat terus waspada serta menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

  • Blusukan demi Satwa
    Pokok dan Tokoh

    Blusukan demi Satwa

    Manohara Odelia kini banyak terlibat dalam kegiatan penyelamatan satwa. Ia pernah ikut dalam misi penyelamatan kasuari, siamang, dan lumba-lumba, hingga pelepasliaran monyet bekas topeng monyet.

  • Impian Selepas Pensiun
    Pokok dan Tokoh

    Impian Selepas Pensiun

    Petenis putri Aldila Sutjiadi memiliki hobi berwisata kuliner. Bercita-cita menjadi food vlogger setelah pensiun sebagai atlet.

  • Kenangan Didi
    Pokok dan Tokoh

    Kenangan Didi

    Bermain dalam film Sobat Ambyar, aktor Bhisma Wijaya Mulia berkesempatan berinteraksi hingga beradu akting dengan legenda campursari Didi Kempot. Ia mengidolakan Didi dan menggemari lagu-lagunya sejak usia belia.

     

     

  • Lelang Jersey
    Pokok dan Tokoh

    Lelang Jersey

    Ponaryo Astaman dan asosiasi pemain sepak bola yang dipimpinnya melelang jersey untuk membantu penanganan Covid-19. Seragam Egy Maulana Vikri laku dengan harga tertinggi.

  • Kampanye Antirokok
    Pokok dan Tokoh

    Kampanye Antirokok

    Karateka putri Ceyco Georgia Zefanya menyerukan agar generasi muda menghindari rokok. Ia terlibat dalam kampanye global antirokok “Don’t Start”.

  • Apa Kami Harus Ganti Warna Kulit
    Wawancara

    Apa Kami Harus Ganti Warna Kulit

    Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Pendeta Benny Giay terus mendorong dialog antara pemerintah Indonesia dan kelompok-kelompok pro-referendum Papua yang bernaung di bawah organisasi Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP). Benny mengatakan pemerintah harus menyelesaikan empat masalah utama yang menjadi sumber konflik dan perlakuan rasisme terhadap orang asli Papua. Ia pernah dituding sebagai pendukung separatis dan kapok menyokong Presiden Jokowi.

  • Sedih karena Survei
    Pokok dan Tokoh

    Sedih karena Survei

    Cinta Laura Kiehl pernah melakukan survei tentang pelecehan terhadap perempuan di transportasi publik Jakarta. Ia merasa sedih dan kecewa karena kurangnya kepedulian masyarakat mengenai isu pelecehan seksual terhadap perempuan.

  • Tak Putus Belajar Pidato
    Pokok dan Tokoh

    Tak Putus Belajar Pidato

    Sandiaga Uno rutin berdiskusi dengan berbagai tokoh untuk melatih kemampuannya berbicara di depan umum. Salah seorang tokoh yang kerap ia ajak berdiskusi adalah Rocky Gerung.

  • Akibat Bermain Komedi
    Pokok dan Tokoh

    Akibat Bermain Komedi

    Aktris Enzy Storia dalam beberapa tahun terakhir menggeluti dunia komedi. Aksi kocaknya sempat terbawa saat ia memerankan tokoh serius.

  • Hak Masyarakat Adat Berhenti di Konstitusi
    Wawancara

    Hak Masyarakat Adat Berhenti di Konstitusi

    Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi mengatakan absennya kepastian hukum membuat masyarakat adat terus menghadapi ancaman kekerasan dan kriminalisasi. Masyarakat adat seperti tikus yang mati di lumbung padi karena tergerusnya wilayah adat menjadi konsesi korporasi. AMAN mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Hukum Adat untuk melindungi keberlangsungan hidup seluruh masyarakat adat.

  • Hakim Setiap Hari Digoda
    Wawancara

    Hakim Setiap Hari Digoda

    Muhammad Syarifuddin terpilih menggantikan Muhammad Hatta Ali sebagai Ketua Mahkamah Agung. Sepak terjangnya dalam bidang pengawasan pernah membawanya menduduki posisi Kepala Badan Pengawasan dan Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung. Sederet terobosan seputar metode pengawasan dan pembinaan hakim muncul di era kepemimpinannya.

  • Gugup Rekaman
    Pokok dan Tokoh

    Gugup Rekaman

    Agung Firman Sampurna masuk dapur rekaman pada Ramadan lalu. Biasa menyanyikan lagu-lagu rock, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan itu merekam vokal untuk lagu religi.

  • Silaturahmi Daring
    Pokok dan Tokoh

    Silaturahmi Daring

    Acha Septriasa mendapat pengalaman baru merayakan Lebaran di Australia saat pandemi Covid-19. Ia bersilaturahmi secara online dengan keluarganya di Jakarta.

  • Lawan dari Warung Kopi
    Pokok dan Tokoh

    Lawan dari Warung Kopi

    Novendra Priasmoro mengasah keterampilan bermain catur dari lapak catur di warung-warung kopi. Impiannya menjadi Grandmaster tumbuh sejak ia masih bocah.

  • Susi Pudjiastuti: Padat Acara
    Pokok dan Tokoh

    Susi Pudjiastuti: Padat Acara

    Susi Pudjiastuti tetap menjalani aktivitas yang padat setelah tak menjabat menteri. Ia kerap menjadi pembicara seminar online di tengah pandemi Covid-19.

  • Terimbas Corona
    Pokok dan Tokoh

    Terimbas Corona

    Pesanan baju pengantin di butik Asri Welas berkurang akibat penerapan aturan menjaga jarak. Aturan itu membuat acara pernikahan tidak dapat dihadiri banyak orang.

  • Susi Pudjiastuti: Padat Acara
    Pokok dan Tokoh

    Susi Pudjiastuti: Padat Acara

    Susi Pudjiastuti tetap menjalani aktivitas yang padat setelah tak menjabat menteri. Ia kerap menjadi pembicara seminar online di tengah pandemi Covid-19.

  • Jangan Jadikan Ulama Pemadam Kebakaran
    Wawancara

    Jangan Jadikan Ulama Pemadam Kebakaran

    Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Australia dan Selandia Baru, Nadirsyah Hosen, berbagi pandangannya tentang bagaimana umat muslim, khususnya di Indonesia, bersikap dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dosen ilmu hukum dan fiqih di Monash University, Australia, ini memanfaatkan media sosial untuk berdakwah. Pria yang akrab disapa Gus Nadir ini menyerukan mayoritas muslim di Tanah Air untuk lebih bersuara dalam menentang paham radikal dan ide khilafah. Ia juga mendesak pemerintah bertindak serius dalam menangkal penyebaran radikalisme.

  • Buka Puasa Virtual
    Pokok dan Tokoh

    Buka Puasa Virtual

    Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Hammam Riza mengajak teman-temannya berbuka puasa bersama tanpa bertemu muka.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.