Laporan Khusus 6/9

Sebelumnya Selanjutnya
text

Sepeda Lokal, Tak Cuma Pamer Visual

TREN bersepeda belakangan ini mengucurkan fulus bagi para pedagang ataupun pegowes sepeda. Ibaratnya, sekali kayuh, cuan dan hobi pun terlampaui. Pengusaha Azrul Ananda membuat terobosan dengan merek sepeda Wdnsdy yang ia rancang bersama John Boemihardjo. Pengalaman keduanya bersepeda menjadi faktor utama yang membuat Wdnsdy berfisik ciamik hingga kebanjiran order. Begitu pun sepeda produksi Bandung, Kreuz, yang disebut mirip Brompton, sepeda bikinan Inggris. Rezeki juga berpendar di bidang layanan ekspedisi, lewat profesi kurir sepeda yang ada di sejumlah kota besar di Indonesia. Peluang itu mengisi ceruk bisnis sepeda, termasuk para kolektor yang menjadikannya investasi.

i Sepeda Wdnsdy yang dipajang di Galeri Wdnsdy Surabaya Town Square, Jawa Timur, 1 Juli 2021.
TEMPO/Kukuh S. Wibowo
Sepeda Wdnsdy yang dipajang di Galeri Wdnsdy Surabaya Town Square, Jawa Timur, 1 Juli 2021. TEMPO/Kukuh S. Wibowo)

PENGUNJUNG mengalir di toko sepeda Wdnsdy di lantai dasar Surabaya Town Square, Jumat sore, 25 Juni lalu. Sebagian dari mereka melirik beragam model sepeda merek Wdnsdy yang terpajang di sana. Tapi ada juga yang menengok rentetan jersey, seperti Hendi. Ia kemudian membeli satu di antara kaus itu. “Sebenarnya saya sangat ingin membeli sepedanya, tapi belum punya uang,” katanya, lalu tersenyum.

Harga frame set sepeda Wdnsdy d

...

Reporter Tempo - profile - https://majalah.tempo.co/profile/tempo?tempo=163183147724


Sepeda Kreuz Sepeda Wdnsdy Sepeda Sepeda balap

Laporan Khusus 6/9

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.