Laporan Khusus 6/24

Sebelumnya Selanjutnya
text

Terabadikan Lewat Penghargaan

Yap Thiam Hien Award Diberikan kepada mereka yang dinilai berjasa dalam bidang hak asasi manusia. Cara untuk mewariskan dan menjaga semangat Yap.

i

DANIEL Dhakidae mengingat dengan jelas sekelumit peristiwa 23 tahun silam di Kota New York, Amerika Serikat. Pada suatu malam di musim semi, dering telepon memecah keheningan apartemennya. Bergegas Daniel mengangkat gagang telepon. Dia mengenal dengan baik pemilik suara di ujung telepon, yakni Todung Mulya Lubis. Saat itu, mereka tengah studi di Amerika. Todung mengambil bidang hak asasi manusia di Universitas California, Berkeley, sedangkan Daniel bidang politik di Universitas Cornell, Ithaca, New York.

Lewat telepon, Todung memaparkan idenya memberikan penghargaan kepada mereka yang dinilai berjasa dalam memperjuangkan HAM di Indonesia. Todung menyatakan penghargaan itu penting untuk memajukan HAM di Indonesia. Daniel menyambut baik gagasan Todung. Maka, sejak itu, keduanya kerap saling bertelepon membicarakan perihal penghargaan tersebut. "Kami bertelepon di malam hari karena biaya pulsa lebih murah," ujar Daniel, kini peneliti senior di Lembaga Peneliti, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial.

Selesai studi di Amerika dan pulang ke Indonesia pada 1990-an, Todung kemudian menemui sejumlah orang yang dinilai cukup mengenal baik Yap Thiam Hien, baik langsung maupun lewat pemikirannya. Mereka, antara lain, Goenawan Mohamad, Jacob Oetama, Aristides Katoppo, dan Rizal Ramli. "Semua sepakat nama Yap Thiam Hien diabadikan dalam penghargaan itu," kata Todung. Semua yang diajak berembuk Todung setuju.


Selesai di urusan dengan rekan-rekannya itu, Todung menemui keluarga Yap. Kepada Tan Gien Khing Nio, istri Yap, Todung menceritakan gagasannya. Kendati sempat khawatir jika Penghargaan Yap Thiam Hien memiliki dampak lain—karena saat itu rezim Orde Baru masih kuat—Tan Gien Khing mengizinkan.

162366225627

Maka, pada 1991, berdirilah Yayasan Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Yapusham). Para pendiri sepakat Yap Thiam Hien Award diberikan setiap 10 Desember, bertepatan dengan peringatan Hari HAM Internasional. Dolorosa Sinaga, pematung dan dosen Institut Kesenian Jakarta, dengan sukarela merancang bentuk penghargaan Yap Thiam Hien itu.

Penghargaan pertama digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 1992. Ada tiga kategori penghargaan diberikan: lokal, regional, dan nasional. Pemenangnya masing-masing Mahidin (tokoh masyarakat yang menentang penggusuran di Tanah Merah, Plumpang, Jakarta Utara), H.C.J. Princen (pendiri Lembaga Pembela HAM bersama Yap pada 29 April 1966), dan Johny Simanjuntak (pendamping warga Kedung Ombo).

Yap Thiam Hien Award memang kemudian tak lepas dari pantauan rezim Orde Baru. Pada 1996, Yapusham diprotes karena memberikan penghargaan kepada Sandyawan Sumardi, SJ. Dia dianggap dekat dengan Persatuan Rakyat Demokratik, kelompok aktivis penentang Soeharto. Penghargaan untuk Mama Yosepha Alomang, pejuang HAM dari Papua, pada 1999 juga diprotes sejumlah kalangan, terutama oleh beberapa tokoh Tentara Nasional Indonesia. "Mereka menyebut Mama Yosepha dekat dengan OPM, Organisasi Papua Merdeka," kata Todung.

Belakangan, Yapusham mengalami sejumlah masalah internal, terutama soal pendanaan. Akibatnya, yayasan ini sempat mandek menggelar Yap Thiam Hien Award.

Menurut Koordinator Harian Yapusham saat itu, Harry Wibowo, jika keberadaan Yapusham saat itu sangat terasa, itu antara lain karena hasil riset mereka soal pelanggaran HAM, yang kerap menohok pemerintah. Begitu Orde Baru tumbang, kata Harry, sejumlah perguruan tinggi ramai-ramai mendirikan pusat studi HAM. Maka Yapusham, yang kegiatannya sudah vakum, pun makin redup. "Mati segan, hidup tak mau," ujar Harry.

Todung rupanya tak mau Yap Thiam Hien Award—yang antara lain bertujuan mewariskan semangat Yap—hilang begitu saja. Pada 2011, ia pun mendirikan Yayasan Yap Thiam Hien. Sejak itu, pemberian Yap Thian Hien Award pun mengalir kembali.


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162366225627



Laporan Khusus 6/24

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.