Polisi Thailand Menangkapi Para Pengkritik Kerajaan - Internasional - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Internasional 4/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Penangkapan Aktivis Reformasi Kerajaan

Di Rusia, kasus peracunan aktivis di pesawat terbang menimpa Alexei Navalny, pengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin.

i Reuters/Evgenia Novozhenina
Reuters/Evgenia Novozhenina
  • Pengadilan California menangguhkan hukuman bagi taksi daring Uber dan Lyft. .
  • Polisi Thailand menangkap sembilan aktivis yang terlibat dalam protes anti-pemerintah.
  • Kasus peracunan aktivis di pesawat terbang menimpa Alexei Navalny, pengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin. .

THAILAND

Penangkapan Aktivis Reformasi Kerajaan

POLISI menangkap sembilan orang dalam pembersihan para aktivis yang terlibat dalam protes anti-pemerintah, Rabu, 19 Agustus lalu. Salah satunya pengacara Anon Nampa, yang didakwa telah menyerukan reformasi monarki dalam sebuah unjuk rasa bertema Harry Potter di Bangkok pada Juli lalu. Demonstran lain yang juga ditahan adalah dua rapper, Dechatorn Bamroongmuang dan Thanayut Na Ayutthaya.

Monarki Thailand selama ini dilindungi oleh pasal lèse-majesté, yang menghukum siapa pun yang dianggap menghina kerajaan. Anon adalah orang pertama yang secara terbuka melanggar tabu itu. Pria 36 tahun tersebut mengkritik aset Biro Properti Kerajaan, yang membuat Raja Vajiralongkorn menjadi orang terkaya di negeri itu. Dia juga mempertanyakan keputusan Raja untuk mengambil alih komando semua unit militer di Bangkok, sesuatu yang dianggap tidak sejalan dengan sistem monarki konstitusional yang demokratis.

Ming Yu Hah, Wakil Direktur Regional untuk Kampanye Amnesty International, menuduh pihak berwenang telah menggunakan hukum untuk membungkam orang-orang yang mengkritik pemerintah secara damai. “Pihak berwenang harus mencabut tuduhan palsu terhadap pengunjuk rasa damai ini,” katanya, seperti dikutip BBC.

AMERIKA SERIKAT

Penangguhan Hukuman untuk Taksi Daring


PENGADILAN California menangguhkan hukuman bagi Uber dan Lyft yang berhubungan dengan hak-hak pengemudinya pada Jumat, 21 Agustus lalu. Operasi dua perusahaan taksi berbasis aplikasi itu terancam dihentikan karena memasukkan pengemudi sebagai tenaga kontrak, bukan karyawan. Pengadilan memutuskan bahwa mereka melanggar undang-undang dan memerintahkan keduanya menyerahkan rencana untuk menjadikan para pengemudi sebagai karyawan pada awal September nanti.

Kedua perusahaan itu selalu berargumen bahwa pengemudi mereka adalah tenaga kontrak atau pekerja lepas yang dibayar setiap ada pesanan, yang kini lazim diterapkan banyak bisnis daring (online). Tapi Undang-Undang Negara Bagian California Nomor 5, yang mulai berlaku pada awal tahun ini, memperluas kategori karyawan dengan memasukkan para “pekerja lepas” itu sehingga mereka berhak mendapat tunjangan, seperti perlindungan pengangguran.

Kepala Eksekutif Uber Dara Khosrowshahi menyatakan perusahaannya tidak menolak biaya seperti asuransi kesehatan, tapi sistem perusahaannya membayar tunjangan berdasarkan tarif per jam kerja. Dia juga mengaku hanya dapat menawarkan status karyawan kepada sebagian kecil pengemudi. “Kami tidak bisa mempekerjakan 50 ribu orang dalam semalam,” ujarnya kepada Vox Media.

Uber, Lyft, dan perusahaan berbasis daring lain, seperti aplikasi pengantar makanan DoorDash, telah menghabiskan jutaan dolar untuk melobi dan berkampanye agar dapat pengecualian dari undang-undang tersebut. Namun serikat-serikat buruh menentangnya dengan alasan bahwa hal itu hanya menghemat uang perusahaan dan mengorbankan pengemudi.

RUSIA

Peracunan Aktivis di Pesawat

Reuters/Mike Blake

KASUS peracunan aktivis di pesawat terbang menimpa Alexei Navalny, pengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin. Navalny mulai merasa sakit di pesawat menuju Moskow setelah minum teh di bandar udara Kota Tomsk, Siberia, pada Kamis pagi, 20 Agustus lalu. Kondisinya menjadi sangat serius sehingga pesawat melakukan pendaratan darurat di Kota Omsk dan dia dirawat di sebuah rumah sakit di sana.

Kira Yarmysh, juru bicara Navalny, mengatakan kondisi Navalny serius tapi perlahan stabil. “Kami menduga Alexei diracun dengan sesuatu yang dicampur ke dalam tehnya. Itu satu-satunya yang dia minum pada pagi hari. Alexei sekarang tidak sadarkan diri,” katanya, seperti dikutip Reuters.

Dmitry Peskov, juru bicara pemerintah Rusia, mengatakan racun apa pun perlu dikonfirmasi dengan uji laboratorium dan dokter akan berusaha terus untuk menolong Navalny. Dia berharap Navalny segera pulih.

Dokter memberikan informasi yang bertentangan mengenai kondisi Navalny, tapi menolak dokter pribadi Navalny, yang berasal dari Moskow, menjenguknya. Jerman dan Prancis menawarkan perawatan medis untuk Navalny, tapi rumah sakit tak mengizinkannya terbang dengan alasan kondisinya tidak memungkinkan.

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

2020-09-21 23:11:42

Taksi Daring, Uber, Lyft, Gojek Vladimir Putin Rusia Thailand

Internasional 4/4

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.