Internasional 3/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Rusuh Tak Usai di Belarus

Unjuk rasa menentang kemenangan Alexander Lukashenko dalam pemilihan Presiden Belarus diwarnai kerusuhan berdarah. Uni Eropa menolak hasil pemilihan yang diduga dicurangi.

i Demonstran yang terluka usai mengikuti aksi menentang hasil Pemilu Presiden Belarusia, di Minsk, Belarusia, 10 Agustus 2020./ Reuters/Vasily Fedosenko
Demonstran yang terluka usai mengikuti aksi menentang hasil Pemilu Presiden Belarusia, di Minsk, Belarusia, 10 Agustus 2020./ Reuters/Vasily Fedosenko
  • Alexander Lukashenko menang lagi dalam pemilihan umum Presiden Belarus. .
  • Lukashenko sudah berkuasa selama 26 tahun berturut-turut di negeri itu.
  • Unjuk rasa menolak hasil pemilihan terus berlangsung dan berubah menjadi kerusuhan. .

RIUH rendah suara klakson kendaraan bersahutan di pusat Kota Minsk, Belarus, sepanjang Ahad, 9 Agustus lalu. Ribuan orang turun ke jalan mengikuti unjuk rasa. Mereka memprotes kemenangan Alexander Lukashenko dalam pemilihan presiden hari itu. Komisi Pemilihan Umum Belarus menetapkan Lukashenko, yang sudah berkuasa selama 26 tahun, kembali terpilih sebagai presiden dengan perolehan 80 persen suara.

Demonstrasi itu berujung rusuh ketika para demon

...

Reporter Gabriel Wahyu Titiyoga - profile - https://majalah.tempo.co/profile/gabriel-wahyu-titiyoga?gabriel-wahyu-titiyoga=163253261752


Belarusia Pelanggaran Pemilu

Internasional 3/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.