Hukum 1/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Habis Manis Marapu Dibuang

Kebun tebu milik PT Djarum dan Wings Indonesia dituding merusak dan menutup akses ke tempat ritual penghayat Marapu di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Berkali-kali mendapat peringatan dari berbagai lembaga, pemerintah daerah dan perusahaan bergeming. Penduduk setempat menuding perusahaan memanipulasi uang sirih pinang sebagai duit pengganti lahan. Liputan ini hasil kerja sama Tempo dan Tempo Institute.

i Masyarakat adat Marapu mesti membongkar pagar untuk mengakses Katuada Njara Yuara Ahu, Agustus 2020./TEMPO/ Budiarti Utami Putri
Masyarakat adat Marapu mesti membongkar pagar untuk mengakses Katuada Njara Yuara Ahu, Agustus 2020./TEMPO/ Budiarti Utami Putri
  • Situs ritual masyarakat adat Marapu diduga rusak akibat pembangunan kebun tebu PT Muria Sumba Manis. .
  • Sejumlah lembaga negara turun tangan menangani konflik penghayat Marapu dengan PT Muria Sumba Manis.
  • Kelompok Marapu juga menuding pembangunan embung PT Muria Sumba Manis membuat tanah mereka kering. .

GERBANG kayu bercampur bambu sepanjang empat meter memisahkan sebagian wilayah Desa Patawang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Rambu dilarang masuk terpasang di tengah besi yang melintang di tengah. Di kiri dan kanan gerbang itu, membentang patok-patok kayu sepanjang lebih dari dua kilometer di kawasan padang rumput tersebut.

Bersama sejumlah kawannya, Hapu Tarambiha II, 57 tahun, memasuki kawasan terlarang itu pada

...

Reporter Mustafa Silalahi - profile - https://majalah.tempo.co/profile/mustafa-silalahi?mustafa-silalahi=163253719323


Wings Group Djarum Marapu Konflik masyarakat adat Marapu Kabupaten Sumba Timur

Hukum 1/4

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.