Surat Dari Redaksi 1/1

Sebelumnya
text

Surat dari redaksi

Kunjungan kepala pusat penerangan abri syarwan hamid ke tempo. didampingi stafnya, ia menjawab tuntas pertanyaan wartawan dalam acara diskusi yang dipandu wakil pemred fikri jufri.

i
ABRI sering menjadi berita belakangan ini. Apakah itu menyangkut topik berita soal dwifungsi dan kekaryaan, atau pergantian di berbagai jabatan strategis, di Markas Besar ABRI sampai Kodam-Kodam di daerah. Berkaitan dengan dwifungsi dan kekaryaan, misalnya, cerita kurang serasinya hubungan Fraksi ABRI dengan Fraksi Karya Pembangunan (F-KP) kedua fraksi pendukung Pemerintah ini dulu dikenal selalu bersuara satu dalam pemilihan gubernur di berbagai daerah, selalu menjadi berita besar. Berita besar lainnya: sikap ABRI tentang calon Ketua Umum Golkar yang akan dipilih melalui Munas partai terbesar itu, Oktober mendatang. Relakah ABRI bila Ketua Umum Golkar kelak bukan dari ABRI, padahal sejak organisasi politik itu berdiri, jabatan itu selalu dipegang orang dari ABRI? Pertanyaan ini mencuat setelah dalam beberapa bulan ini secara bisik-bisik terdengar kabar bahwa Menpen Harmoko merupakan calon kuat untuk mengisi jabatan itu. Berita lain yang tak kalah pentingnya tentulah naiknya Jenderal Feisal Tanjung menjadi Panglima ABRI (Pangab). Apalagi, selain Pangab, sejumlah posisi penting di Mabes ABRI di Cilangkap, Jakarta Timur, juga berganti. Kepala Staf Umum ABRI, yang lowong karena ditinggalkan Feisal, kini diduduki oleh Letnan Jenderal Mantiri. Lalu jabatan strategis lainnya, Kepala Staf Sosial Politik (Kassospol), yang lima tahun ini dipegang Letnan Jenderal Harsudiyono Hartas, kini dijabat Letnan Jenderal Haryoto P.S. Lalu, kursi yang lowong karena ditinggalkan Mantiri dan Haryoto tentu akan diisi oleh orang baru pula. Artinya, semua jabatan puncak di Mabes ABRI kini berganti dengan orang baru. Nah, dalam suasana seperti ini, alangkah gembiranya kami ketika Rabu siang pekan lalu, ke kantor kami di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, muncul sejumlah perwira ABRI. Mereka adalah Brigadir Jenderal Syarwan Hamid, ditemani dua stafnya, Letnan Kolonel Halim Nawi dan Letnan Kolonel Panggih Sundoro. Adapun Brigjen. Syarwan Hamid adalah Kepala Pusat Penerangan ABRI, sebuah jabatan cukup penting, karena dialah mitra wartawan di Mabes ABRI. Pada saat berita tentang ABRI sedang ramai seperti sekarang ini, tentu saja Brigjen. ini merupakan orang yang sering diuber-uber wartawan, termasuk wartawan TEMPO. Kedatangan Syarwan dan stafnya ke kantor kami sebenarnya merupakan kunjungan perkenalan. Ia baru saja diangkat menjadi Kepala Pusat Penerangan ABRI, awal April lalu, menggantikan Brigjen. Nurhadi Purwosaputro. Sebelumnya, Brigjen. Syarwan yang kelahiran Riau ini menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat. Namun, dalam pertemuan dengan para wartawan TEMPO yang dipandu Wakil Pemred Fikri Jufri, perwira tinggi itu berusaha menjawab semua pertanyaan yang muncul sampai tuntas. Ia tampil dengan memikat, hangat, dan kekeluargaan. Rupanya, bekas perwira intelijen yang sudah punya banyak pengalaman teritorial ini maklum bagaimana menghadapi wartawan yang selalu haus informasi. Tentu saja, diskusi seperti ini, yang biasa kami lakukan setiap ada tamu yang mengunjungi TEMPO, bagi kami lebih dimaksudkan untuk mengisi batere. Artinya, tak seluruhnya bahan diskusi itu bisa dijadikan bahan berita dan dipublikasikan. Dengan diskusi seperti ini, para wartawan TEMPO memaklumi apa yang terjadi di balik suatu berita. Dan itu amat penting, karena bila tidak, bisa saja suatu tulisan menjadi ngawur, sebab ditulis tanpa informasi latar belakang yang jelas dan lengkap.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836637012



Surat Dari Redaksi 1/1

Sebelumnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.