Artika Sari Devi: Terapi Berkebun Setelah Keguguran - Pokok dan Tokoh - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Pokok dan Tokoh 1/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Terapi dan Kebun Mini

Artika Sari Devi menjadikan berkebun sebagai terapi setelah ia kehilangan janinnya. Ia belajar langsung dari para petani.

i Artika Sari Devi dan putrinya, Dayana Zoelie Ibrahim di rumahnya, Kamis 16 Juli 2020./Dok. Pribadi
Artika Sari Devi dan putrinya, Dayana Zoelie Ibrahim di rumahnya, Kamis 16 Juli 2020./Dok. Pribadi

TERAS rumah Artika Sari Devi terlihat lebih segar dalam dua bulan belakangan. Puteri Indonesia 2004 tersebut memenuhi halaman rumahnya dengan tanaman, dari bunga, sayuran, buah, sampai tanaman herbal. "Kami mulai berkebun sejak pandemi," katanya, Rabu, 15 Juli lalu.

Artika, 40 tahun, mulanya menjadikan berkebun sebagai salah satu cara mengatasi duka setelah kehilangan janinnya pada April lalu. Ternyata, selain menjadi terapi, berkebun membuatnya lebih mudah mengajari dua anaknya, Sarah Ebiela Ibrahim, 9 tahun; dan Dayana Zoelie Ibrahim, 7 tahun, untuk mencintai alam.

Ia mengajak Abbey dan Zoe—panggilan kedua anaknya--membantunya setiap hari, dari menanam, menyiram, memindahkan tanaman, memberikan pupuk atau pestisida, sampai memanen. "Anak-anak juga jadi lebih menghargai makanan karena tahu proses sampai panennya lama," ujarnya.


Zoe yang menjadi kepala kebun mini. Dia tahu ketika salah satu tanamannya tak sehat. Mereka akan mencari tahu penyebabnya bersama. Misalnya apakah karena kekurangan unsur hara, serangan hama, atau akarnya busuk lantaran kebanyakan disiram.

Artika mempelajari cara mengatasinya langsung dari petani. Ia bergabung dalam grup WhatsApp yang berisi para pekebun dari berbagai daerah. Mereka saling berbagi ilmu, dari mengatasi tanaman yang layu sampai belajar cara membuat pestisida organik. Ia membeli bibit dan media tanam di Kebun Kumara milik Soraya Cassandra di Ciputat, Tangerang Selatan.

Saking senangnya merawat tanaman, Zoe sampai meminta secara khusus kepada Artika tanaman yang hendak dia tanam. “Anak-anak senang karena, sejak ada kebun, jadi banyak kupu-kupu yang datang,” katanya.

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

2020-08-14 12:45:00

Covid-19 Virus Corona Artika Sari Devi

Pokok dan Tokoh 1/3

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.