Cara Atlet dan Selebritas Tetap Eksis di Kala Pandemi - Pokok dan Tokoh - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Pokok dan Tokoh 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Rutinitas Anyar di Kala Pandemi

Para pesohor memiliki sederet cara untuk bertahan di masa pandemi. Di antaranya membuat tutorial tari dan memasak, mengajar, hingga berjualan makanan secara online.

i Rianto/Dok. Miray Kawashima
Rianto/Dok. Miray Kawashima
  • Sejumlah pesohor bersiasat untuk tetap aktif di tengah jadwal manggung dan pertandingan yang berhenti karena pandemi Covid-19.
  • Penari dan koreografer Rianto berbagi ilmu menari Lengger dan memasak terung balado melalui tutorial online dari rumahnya di Jepang.
  • Aktris Putri Ayudya sibuk mengajar kelas akting dan membantu penyaluran masker kain, sementara bek Persebaya, Koko Ari Araya, memilih berjualan salad.

KOREOGRAFER dan penari kondang Rianto tampak asyik memasak di dapur mungil rumahnya di Tokyo, Jepang. Alih-alih memakai celemek, seniman asal Banyumas, Jawa Tengah, itu mengenakan kostum tari Panji. Ia sesekali terdengar memberikan instruksi memasak dalam bahasa Inggris. “Ini Panji masuk dapur,” ujarnya kepada Tempo seraya tertawa, Selasa, 5 Mei lalu.

Rianto, 39 tahun, menjelaskan kegiatannya dalam cuplikan video yang ditayangkan di YouTube pada 29 April lalu itu. Saat itu, ia memberikan tutorial tari dan masak dalam peringatan Hari Tari Sedunia yang dihelat Institut Seni Indonesia Surakarta, Jawa Tengah. Selain berkostum tari Panji, ia terlihat ayu dengan dandanan dan kostum tari lengger Banyumasan.

Melalui video itu, Rianto ingin menyemangati seniman tari dan pekerja seni di Tanah Air yang turut terkena dampak wabah Covid-19. Ia juga memanfaatkan momen pandemi untuk belajar kembali. “Daripada tidak terpakai atau jamuran. Sambil memperbaiki cara berdandan, cara berkostum, lalu latihan nari biar semangat,” kata Rianto, yang kisah hidupnya diangkat ke dalam film Kucumbu Tubuh Indahku.


Wabah virus corona tak mempersempit ruang gerak Rianto dalam berkesenian. Ia memang urung berpentas di Eropa dan Amerika Serikat. Salah satunya undangan dari panitia Fuse Box di Austin, Texas. Tapi panitia tak kehilangan akal menghadirkan sang koreografer. Rianto ditawari memberikan materi virtual pelatihan memasak dan menari. “Wah, saya senang sekali. Itu favorit saya. Sejak 2006, saya yang paling jago masak kalau sedang tur,” ucapnya.

Rianto berbagi resep masakan khas Indonesia, yaitu terung balado dan semur ikan gurami. Setelah memasak, ia memberikan tutorial menari lengger ditemani istrinya, Miray Kawashima, yang juga guru tari. Setelah mendapatkan kartu tinggal permanen pada 2006, pasangan ini bermukim di Negeri Sakura dan mendirikan studio tari Dewandaru Dance Company.

Di Jakarta, mandeknya kegiatan syuting karena pembatasan sosial membuat aktris Annisa Putri Ayudya berfokus menjadi dosen. Ia mengajar kelas akting di kampus SAE Institute dan yayasan MondiBlanc Film Workshop. “Saya sekarang banyak edukasi daring, rutin mengisi kelas online, antara lain ngajar acting for director,” katanya saat dihubungi, Selasa, 5 Mei lalu.

Annisa Putri Ayudya/Arman Febryan

Putri, 31 tahun, mengajar 23 mahasiswa di dua kelas D-4 di SAE Institute. Dalam enam pekan terakhir, pemain film Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) ini meluangkan waktunya hingga tujuh jam untuk mengajar di dua kelas tersebut tiap Selasa. “Semester ini sejak awal sudah online karena pandemi,” tutur Putri, yang menjadi dosen di kampus itu sejak semester lalu.

Kegiatan Putri mengajar di MondiBlanc malah merentang sejak 2018. Para peserta didiknya di MondiBlanc adalah pelakon dan orang yang ingin belajar tentang seni peran. Lulusan kelas aktingnya siap pakai di industri film dan teater. “Ada murid saya yang pernah main di beberapa film,” ucapnya.

Di sela mengajar, Putri terlibat kegiatan pusat krisis yayasan MondiBlanc, yang memfasilitasi kebutuhan masker kain lewat donasi. Meski kegiatannya padat, ia tetap menjaga kondisi fisik dan mengasah kemampuan aktingnya. “Aktor harus latihan tiap hari. Kalau tidak, nanti begitu pandemi kelar, kami akan tumpul,” ujarnya.

Dari dunia sepak bola, berhentinya kompetisi Liga 1 2020 akibat pandemi Covid-19 membuat bintang muda Persebaya Surabaya, Koko Ari Araya, mencari sumber pendapatan lain. Bek kanan  20 tahun itu memilih berjualan salad dan puding secara online. “Pemasukan untuk saat ini tidak seperti waktu kompetisi berjalan,” katanya, Rabu, 6 Mei lalu.

Koko Ari Araya/instagram.com/@kokoari3

Ide membuka usaha kecil-kecilan itu berasal dari kakaknya. Melihat ia tak banyak aktivitas, sang kakak menawarinya berjualan salad. Lewat akun Instagram, Koko membuka pemesanan. Untuk menarik pembeli, ia sendiri yang mengantarkan makanan ke rumah pemesan. Koko sempat kebanjiran pesanan meskipun tidak bertahan lama karena dampak pembatasan sosial berskala besar di Surabaya.

Untuk menyiasatinya, pemain yang musim lalu ikut mengantarkan Persebaya menjuarai Elite Pro Academy Liga 1 U-20 ini berjualan di pinggir jalan dekat Jembatan Wiyung. Setiap sore menjelang berbuka puasa, ia menggelar lapak dengan memanfaatkan bak belakang mobilnya. Banyak pembeli mampir sekaligus berfoto bareng. “Sampai ada yang nunggu di belakang mobil karena malu ngajak foto,” tuturnya.

MAHARDIKA SATRIA HADI, DIAN YULIASTUTI, NUR HADI (SURABAYA)
2020-07-09 06:07:01

Sepak Bola Persebaya Surabaya Virus Corona Seniman Tari Pemain Film Film

Pokok dan Tokoh 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.