Pokok dan Tokoh 2/5

Sebelumnya Selanjutnya
text

Julia Suryakusuma: Jadi Pengantin

i
PERNIKAHAN ternyata memiliki ”jalan tol”-nya sendiri. Kalau tak percaya, simak pengalaman sosiolog Julia Suryakusuma, 51 tahun. Pada 11 Juli 2005, ia bertemu Timothy Lindsey, profesor sejarah dan Indonesianis Universitas Melbourne, dalam sebuah resepsi akademis. Tiga bulan kemudian mereka mengucapkan ijab kabul di rumah orang tua Julia di Jakarta. ”Tim sudah 10 tahun menjadi muslim. Lega rasanya mengetahui pemahaman Islam dia lebih baik dari saya,” kata Julia kepada Akmal Nasery Basral dari Tempo tentang suaminya yang lebih muda delapan tahun.

Julia dan Tim masing-masing pernah menikah sebelumnya, dan sempat berikrar untuk tak menikah lagi. ”Tapi skenario sang Sutradara Agung berkata lain. Ada perasaan past life yang sama di antara kami, you know,” tutur Julia dalam nada bahagia. Tim sudah kerap membaca tulisan-tulisan Julia sejak masih kuliah. Sebaliknya, Julia, begitu membaca buku-buku tulisan Tim, seperti menemukan pikirannya sendiri. Ia menganalogikan perkawinannya seperti pasangan filsuf Jean Paul Sartre dan Simone de Beauvoir. ”Awalnya dari ketertarikan intelektual. Eh, ternyata secara manusianya juga cocok,” katanya dengan tawa berderai.

Mau punya anak lagi? ”Enggak ah, risikonya terlalu besar untuk umur saya,” Julia menjawab, ”Sudah cukup tiga anak perempuan Tim yang berumur 9, 7, dan 4 tahun. Mereka cocok sekali dengan saya.” Dari pernikahannya dengan almarhum sutradara Ami Priyono, Julia memiliki seorang anak lelaki. Selamat, selamat…!


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161831380249



Pokok dan Tokoh 2/5

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.