Televisi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Terpeleset Kemben Kedodoran

Heboh ”adegan kecelakaan” di Trans TV. Komisi Penyiaran Indonesia segera meminta klarifikasi.

i

SEPASANG payudara Taffana Dewi tiba-tiba menjadi tontonan gratis penonton stasiun televisi Trans TV, Kamis malam pekan lalu. Delapan detik—lumayan. Beberapa pemain di Ketawa Spesial ala Trans TV malam itu malah bengong ketika ditanya tentang insiden tersebut. Penanggung jawab acara televisi swasta itu juga sigap: segera menayangkan iklan.

Tapi, kamera kadung menangkap dan memancarkan ”insiden” itu ke seantero pemirsa. ”Itulah risiko siaran langsung,” kata Pejabat Humas Trans TV, Ichwan Murni. ”Kami menyadarinya, dan akan lebih berhati-hati ke depan.”

Insiden bermula ketika pelawak Tessy, yang berperan sebagai bidadari bersama Taffana dalam cerita pelesetan Jaka Tarub, terjatuh. Taffana berusaha menolongnya. Ketika akan berdiri, kemben Taffana nyangkut di mikrofon di punggung Tessy.


Kemben itu melorot, ”menumpahkan”... ya itu tadi. ”Saya tidak ngeh,” kata Taffana. ”Baru setelah merasakan semilir angin di dada, saya sadar dan segera menarik kemben ke atas.” Ketika itu ia masih berharap kamera tak sedang menyorot dirinya. Harapan itu sia-sia.

161830792710

Ini bukan kejadian pertama bagi stasiun televisi komersial itu. Sebelumnya, dalam siaran langsung grup musik Dewa, mereka juga pernah terjungkal. Seorang penonton menelepon dan mengatakan logo di karpet, yang diinjak-injak grup beken itu, punya kaitan erat dengan Islam. Trans TV segera menutup logo, dan acara dilanjutkan.

Insiden hampir sama juga pernah terjadi di stasiun SCTV. Pakaian atas penyanyi dangdut Dewi Persik—mirip kemben juga—melorot ketika ia sedang heboh bergoyang. Lagi-lagi, di bagian dada itu tampil sesuatu yang sebetulnya bukan tontonan.

Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Bimo Nugroho, mengatakan televisi bertanggung jawab jika terjadi insiden dalam siaran langsung. ”Terutama penanggung jawab siaran,” katanya. Dalam waktu dekat, komisi yang mengawasi lembaga penyiaran itu akan mengirim surat kepada Trans TV, meminta klarifikasi.

Televisi dan radio, katanya, sebetulnya sudah dibekali Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran. Di dalamnya tercantum persiapan sebelum dan ketika program tayang di televisi. Disebutkan, antara lain, televisi tidak boleh mempertontonkan alat vital, baik disengaja maupun tidak disengaja. ”Penanggung jawab acara harus mengontrol sampai ke soal kostum dan perangkat lainnya,” kata Bimo.

Kasus Taffana, katanya, meski tak disengaja, tak melepaskan stasiun televisi itu dari tanggung jawab. KPI akan bertindak sesuai dengan hasil klarifikasi. ”Akan dilihat apakah akan dibawa ke kepolisian atau tidak,” kata Bimo.

Banyak pula yang mempertanyakan kemben yang dipakai Taffana. Selain terlihat longgar dan terlalu turun, kemben itu tak punya pengaman. Taffana juga tak menggunakan bra sehingga, ketika kemben melorot, ya, maklum sendiri. Ichwan mengakui kurang detail di bagian ini.

Namun, ia menolak jika harus bertanggung jawab atas kecelakaan itu. Stasiun, katanya, hanya bertanggung jawab pada momen-momen sebelum syuting. Kostum yang salah, katanya, menjadi tanggung jawab pemakainya. Kalau merasa tak cocok, artis harusnya bicara.

Lalu, mengapa Taffana tak pakai bra, seperti banyak dipertanyakan di sejumlah milis di internet? Artis bahenol ini menjawab, dia menyadari kostum yang disediakan ala kadarnya. ”Korset saya bawa sendiri,” katanya. Ibunya, yang waktu itu membantunya memakaikan kostum, sempat protes, meminta kemben lain.

Orang televisi mengatakan sudah tak punya yang lain. Dia sempat memakai bra miliknya. Tapi, karena ”balapan” dengan kemben, ia melepasnya. ”Lagi pula, siapa yang menyangka akan melorot?” tuturnya. Namun, baginya, persoalan sudah selesai. Tak ada yang disalahkan, karena murni kecelakaan.

Leanika Tanjung


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161830792710



Televisi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.