Perilaku 1/2

Sebelumnya Selanjutnya
text
i
INSES adalah hubungan seksual antara dua orang yang sedarah. Biasanya inses dilakukan oleh manusia dewasa, bisa ayah,ibu, atau saudara tua, terhadap anak atau adik di bawah usia 16 tahun. Korban inses biasanya takut melaporkan pelaku inses kepada orang lain karena berbagai alasan. Ada yang karena berada di bawah ancaman si pelaku inses, ada yang karena malu untuk mengungkapkannya. Sering orang tua tidak percaya terhadap pengakuan anak yang melakukan hubungan dengan saudaranya sendiri. Sering pula—karena tidak menduga—orang tua alpa mengenali terjadinya kasus inses dalam keluarganya. Pada beberapa kasus, inses yang terjadi antara adik dan kakak bermula dari rasa ingin tahu, yang kemudian berkelanjutan dan terus berlangsung bertahun-tahun. Padahal, hubungan tak wajar seperti itu sebenarnya bisa dikenali sejak dini. Setiap anak menang memunculkan perilaku dan ekspresi yang berbeda-beda, tapi tanda-tanda berikut ini bisa dijadikan indikasi umum seseorang yang menjadi korban inses. 1. Tingkah laku agak malu-malu kucing atau seolah menyembunyikan sesuatu menyangkut tubuhnya. Ogah melepas busana di depan orang lain walaupun pada waktu yang memang semestinya, misalnya menjelang mandi. Keengganan itu bisa jadi karena dia merasa malu mengingat tubuhnya "kotor" atau sekadar berusaha menyembunyikan tanda-tanda fisik bekas inses. 2. Terjadi perubahan tingkah laku yang mendadak dan ekstrem, seperti membalik kasur yang basah, mengenyut jempol tangan, menyendiri, kehilangan nafsu makan, bermimpi buruk, minggat, mengalami kemerosotan prestasi di sekolah, dan takut kepada orang dewasa, orang tertentu, atau tempat tertentu. 3. Punya ketertarikan yang ganjil menyangkut tetek-bengek soal seks atau ekspresi suatu pengaruh aneh dengan cara yang tidak lazim bagi anak seusia dia. Bila si anak menyuruh anak lain bermain mainan berbau seks, bisa jadi dia sekadar menirukan pengalaman nyatanya. 4. Busana dalamnya robek atau kehilangan kancing. Tampak ada perdarahan, lecet, atau bengkak pada bagian genital atau mulut. Bila Anda menemukan anak yang mengaku menjadi korban inses, katakan bahwa Anda sangat menyayanginya dan buatlah ia yakin akan keberpihakan Anda. Percayailah semua perkataannya. Sebab, anak seusia itu cenderung jujur. Katakan bahwa anak itu sama sekali tidak melakukan kesalahan dan katakan bahwa Anda senang karena si anak mau mengungkapkan masalahnya kepada Anda. Terakhir, segera beri pertolongan sesuai dengan kebutuhan. Sumber: Kios internet "Incest, the Family Secret"

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161865956977



Perilaku 1/2

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.