Kritik 4/5

Sebelumnya Selanjutnya
text

Negara Federasi, Sudah Mendesakkah

i
IDE berdirinya negara federasi yang pernah disampaikan oleh Partai Amanat Nasional beberapa waktu lalu, kini, mendapat sambutan hangat, baik oleh politisi maupun pemerintah daerah. DPRD Kalimantan Timur, yang mendesak kepada pemerintah pusat agar mengubah Negara Republik Indonesia menjadi negara federasi, minta ditanggapi. Seandainya gagasan ini mendapatkan tanggapan positif dari lembaga tinggi dan tertinggi negara, rasanya perlu pula dipikirkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang akan memimpin negara federasi itu. Kita tahu, para pemimpin daerah selama ini sudah terbiasa dengan gaya kepemimpinan birokrasi pusat. Segalanya sangat bergantung pada ”petunjuk” dari atas. Bagaimana kelak kalau pemimpin ini harus mengambil keputusan cepat? Apakah harus menunggu ”petunjuk” pemerintah pusat? Di samping itu, bagaimana dengan beberapa provinsi yang belum lama ini dimekarkan? Apakah provinsi yang baru terbentuk itu harus pula menjadi negara federasi? Selain SDM, bagaimana sarana dan prasarana di daerah tersebut? Apakah cukup mendukung? Pertanyaan selanjutnya: bagaimana kriteria kewilayahan negara federasi itu? Apakah berdasarkan provinsi, suku bangsa, atau kepulauan? Nah, tampaknya, perlu waktu cukup lama untuk membicarakan masalah ini. Sebab, Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini sedang gonjang-ganjing menghadapi berbagai masalah: kondisi ekonomi yang terpuruk, kerusuhan di Ambon dan Ternate, tuntutan kemerdekaan rakyat Aceh, dan sebagainya. Semua itu menjadi pekerjaan rumah berat bagi pemerintahanan Gus Dur dan Megawati. Dengan pertimbangan berbagai problematika berat itu, sudah mendesakkah tuntutan pembentukan negara federasi? Saya sependapat dengan yang mengatakan bahwa tuntutan pembentukan negara federasi oleh berbagai kalangan lebih banyak dipicu oleh ketidakadilan pembagian hasil kekayaan alam. Mereka merasa diperas dan ditipu oleh pemerintah pusat, seperti yang dirasakan oleh sebagian rakyat Aceh. Jadi, dalam kondisi seperti ini, sebelum mengarah ke pembentukan negara federasi, pemerintah pusat hendaknya segera memenuhi tuntutan daerah-daerah yang merasa dirinya ditipu dan diperas. Hasil bumi dan kekayaan alam dikembalikan kepada mereka. Selanjutnya, pemerintah secara bertahap memperkenalkan konsep negara federasi yang disesuaikan dengan kultur politik bangsa Indonesia. AMINUDDIN CHAMBALI Bangil, Jawa Timur

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836616242



Kritik 4/5

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.