maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

Yang Harus Dilakukan Indonesia Menghadapi Konflik Timur Tengah

Konflik Timur Tengah akan berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. Resepnya memperbaiki kondisi ekonomi dalam negeri.

arsip tempo : 171923648494.

Resep Domestik Menghadapi Konflik Timur Tengah. tempo : 171923648494.

ESKALASI konflik Timur Tengah, terutama setelah Iran membalas serangan Israel, berpotensi me­rusak stabilitas eko­nomi regional dan global. In­donesia, sebagai negara dengan ekonomi rapuh, tak akan luput dari dampak negatif konflik regional tersebut.

Salah satu ancaman bagi perekonomian global adalah lonjakan harga minyak. Konflik di Timur Tengah, kawasan penghasil minyak terbesar dengan Iran sebagai salah satu pemain kuncinya, sangat berpotensi mengganggu pasokan minyak global. Iran, dengan posisinya di tepi Selat Hormuz yang strategis, juga bisa dengan mudah mempengaruhi jalur pengiriman minyak dunia. Tindakan Iran baru-baru ini menahan kapal pengangkut minyak yang diklaim terafiliasi dengan Israel merupakan indikasi serius. Bayangkan apa yang akan terjadi bila Iran sampai memblokade Selat Hormuz.

Sebagai negara importir minyak, Indonesia bisa ter­kena dampak langsung ketegangan di Timur Tengah. Kenaikan tajam harga bahan bakar minyak dunia bakal menghantam per­ekonomian domestik. Inflasi dalam negeri bisa membubung, daya beli masyarakat rawan anjlok, dan sektor rentan seperti transportasi dan industri manufaktur bakal makin terbebani.

Pemerintah Indonesia memang telah merespons ketegangan di Timur Tengah itu dengan sejumlah langkah. Rapat koor­dinasi antarmenteri menyusun strategi mitigasi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, misalnya, membuat simulasi sub­sidi energi dengan mempertimbangkan perkiraan harga minyak dan kurs rupiah terbaru. Pertanyaannya: apakah langkah-langkah itu cukup efektif menghadapi ancaman eksternal yang se­bagian besar di luar kendali kita?

Untuk menghadapi krisis global yang makin kompleks, Indonesia semestinya berfokus pada per­baikan ekonomi internal. Salah satu langkah penting adalah mengurangi defisit anggaran yang makin lebar. Itu tentu tidak mudah. Kenaikan harga minyak dunia memberikan tekanan tambahan pada fiskal negara, terutama akibat beban sub­sidi energi yang makin berat.

Karena itu, pemerintah harus lebih berhati-hati dalam alo­kasi anggaran. Hindari pemborosan dengan menghentikan mega­proyek yang tidak mendesak seperti pembangunan ibu kota negara baru. Pemerintahan baru di bawah Prabowo Subianto juga mesti melihat ancaman ini ketika mengimplementasikan janji kampanye yang butuh anggaran besar.

Indonesia juga semestinya mengintensifkan upaya pen­cegahan dan pemberantasan korupsi di dalam negeri. Praktik ko­rupsi yang merajalela merusak kepercayaan investor sekaligus memperburuk iklim bisnis. Karena itu, pemerintah mesti kon­sisten menerapkan regulasi yang transparan dan berpihak ke­pada kepentingan umum, bukan kepada segelintir orang yang me­manfaatkan situasi sulit untuk keuntungan pribadi.

Langkah-langkah tersebut bukan hanya penting untuk mengamankan ekonomi domestik dari tekanan ekster­nal. Upaya serupa diperlukan untuk memberikan ke­yakinan kepada investor dan pasar bahwa Indonesia tetap stabil dan mampu menghadapi tantangan global.

Sembari memperbaiki diri, Indonesia tidak boleh me­lupakan tanggung jawab kemanusiaan terhadap korban di ne­gara yang mengalami krisis. Dengan begitu, Indonesia bisa memberikan energi positif di tengah ketegangan global tanpa meng­orbankan kestabilan ekonomi internal.

Di edisi cetak, artikel ini berjudul "Resep Domestik Menghadapi Konflik Timur Tengah".

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 23 Juni 2024

  • 16 Juni 2024

  • 9 Juni 2024

  • 2 Juni 2024


Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan