Opini 2/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Sah: Komisi Pelindung Koruptor

Pengusutan korupsi dana bantuan sosial Covid-19 mandek. Benarkah Herman Hery dan Ihsan Yunus, politisi PDIP, dilindungi?

i Sah: Komisi Pelindung Koruptor
Ketua KPK, Firli Bahuri , di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 11 Februari 2021.  Foto : TEMPO/Imam Sukamto
  • Kasus bansos yang melibatkan politikus PDI Perjuangan, Herman Hery dan Ihsan Yunus, mandek. .
  • Ada upaya merintangi dari dalam Komisi Pemberantasan Korupsi.
  • Peran politikus PDIP, Herman Hery dan Ihsan Yunus, dalam kasus bansos diduga sangat kuat. .

TEPAT kiranya kepanjangan KPK berubah menjadi “komisi pelindung koruptor”. Setidaknya hal itu terlihat pada saat lembaga bernama Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut mengusut kasus korupsi bantuan sosial Covid 19. Bukannya mengejar pelaku tertinggi, Komisi malah meloloskannya dari proses hukum.

Akhir tahun lalu, dengan penyidik-penyidik yang kini telah disingkirkan melalui “tes wawasan kebangsaan”, KPK menangkap&nbs

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 58.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Tempo


Korupsi Dana Bansos Firli Bahuri Politius PDI Perjuangan Bantuan Sosial Covid 19 PDIP

Opini 2/4

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.