Opini 3/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Panas Proyek Listrik Wae Sano

Proyek listrik panas bumi Wae Sano mengancam keselamatan kampung masyarakat adat. Relokasi bukan solusi.

i Panas Proyek Listrik Wae Sano
Ilustrasi Panas Bumi (gambar: vectorstock)
  • Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Wae Sano berdampak buruk pada sepuluh kampung masyarakat adat. .
  • Lokasi sumur hanya berada 20 meter dari sumber mata air penduduk.
  • Ada cawe-cawe dari Keuskupan Ruteng. .

PROYEK Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wae Sano di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menjadi contoh pembangunan tanpa perencanaan matang. Di tengah krisis iklim, mencari dan menyediakan energi baru dan terbarukan lewat panas bumi sebagai pengganti bahan bakar fosil yang polutif memang penting, tapi di atas semua itu pembangunan tetap harus mengutamakan masyarakat.

Lewat PT Geo Dipa Energi dan PT Sarana Multi Infrastruktur, pemeri

...

Silakan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 58.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 5 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Tempo


Kabupaten Manggarai Panas Bumi | Geothermal Masyarakat Adat Energi Baru dan Terbarukan | EBT

Opini 3/4

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.