Opini 1/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Teror JI dan Pluralisme Setengah Hati

Polisi menangkap pentolan Jamaah Islamiyah yang menyusup ke Majelis Ulama Indonesia dan partai politik. Intelijen kepolisian lemah.

i Teror JI dan Pluralisme Setengah Hati
Ketua Umum Partai Dakwah Rajyat Indonesia Farid Ahmad Okbah. Dok Youtube/Tafaqquh Online
  • Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian Republik Indonesia menangkap tiga anggota Jamaah Islamiyah. .
  • Mereka yang ditangkap adalah tokoh publik, yaitu petinggi MUI dan ketua umum partai politik.
  • Tanpa persistensi menjaga pluralisme, radikalisme agama dan teror akan terus terjadi. .

MASUKNYA kelompok teror Jamaah Islamiyah ke lembaga publik yang mendapatkan dana negara bukti penegak hukum lalai mengendus keberadaan kelompok radikal. Betapapun akhirnya ditangkap, para teroris tersebut selama bertahun-tahun telah mengelabui orang banyak dengan bersalin wajah.

Pada 16 November 2021, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Kepolisian Republik Indonesia menangkap Ahmad Zain An-Najah, Farid Okbah, dan Anung Al-Hamat. Polisi menyeb

...

Silakan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 58.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 5 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Tempo


Densus 88 MUI Farid Okbah Terorisme Jamaah Islamiyah

Opini 1/4

Sebelumnya Selanjutnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.