Kacau-Balau Persiapan Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 - Olahraga - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Olahraga 3/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Tertatih Menjaga Muka

PSSI dianggap tak siap menggelar Piala Dunia U-20. Renovasi dan latihan tim nasional masih jalan di tempat.

i Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali (baju merah) bersama Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto (kedua kiri) meninjau calon kantor INAFOC di GBK Arena, Senayan, Jakarta, 10 Juli 2020./ ANTARA/Puspa Perwitasari
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali (baju merah) bersama Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto (kedua kiri) meninjau calon kantor INAFOC di GBK Arena, Senayan, Jakarta, 10 Juli 2020./ ANTARA/Puspa Perwitasari
  • Pemerintah mengambil alih pelaksanaan Piala Dunia U-20. .
  • Sempat ngotot menjadi panitia Piala Dunia U-20, PSSI akhirnya menyerah.
  • Pemerintah dan PSSI bersepakat mengganti dua stadion penyelenggara. .

DI hadapan Presiden Joko Widodo, Zainudin Amali memaparkan rencana pelaksanaan Piala Dunia di bawah usia 20 tahun atau U-20 di Istana Negara pada Rabu, 1 Juli lalu. Menteri Pemuda dan Olahraga itu menjelaskan bagaimana acara yang akan digelar pada Mei 2021 tersebut dipersiapkan di tengah wabah virus corona.

Kepada Tempo, Selasa, 7 Juli lalu, Zainudin mengaku menjelaskan soal kesulitan keuangan yang dialami Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). “Kondisi berubah semua, termasuk pendanaan. Ini membuat PSSI kesulitan mencari dana dari sponsor,” katanya. Ia pun menilai pembiayaan yang paling masuk akal adalah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Menurut Zainudin, penggunaan duit negara itu mengubah struktur kepanitiaan Piala Dunia U-20. Rapat yang juga dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono, serta Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan itu memutuskan penyelenggaraan hajatan internasional tersebut diambil alih oleh pemerintah. Presiden pun menunjuk Zainudin sebagai ketua panitia pelaksana. Urusan renovasi tempat pertandingan diserahkan kepada Basoeki. Sedangkan urusan tim nasional menjadi tanggung jawab PSSI.

Sebelumnya, ketua panitia pelaksana Piala Dunia U-20, Indonesia-FIFA U-20 World Cup Organizing Committee, berada di tangan PSSI. Pada 10 Maret lalu, Mochamad Iriawan mengatakan jabatan itu dipegang Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto. “Kami sudah tunjuk untuk pelaksanaan itu event organizer ada di Pak Iwan Budianto,” kata Iriawan seusai rapat bersama Zainudin di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Seragam baru Timnas Sepakbola Indonesia yang dipajang di Kantor PSSI, di Mal FX, Jakarta, 7 Juli 2020./ TEMPO/Subekti

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Sulistiantoro Dewa Broto mengatakan pemerintah tak bermaksud mengambil alih pelaksanaan Piala Dunia. Ia mengklaim pemerintah justru ingin meringankan beban PSSI sehingga lembaga itu bisa berkonsentrasi membenahi tim nasional Indonesia. “Peringkat Indonesia di FIFA kan masih 173. Jadi PSSI biar berkonsentrasi di situ saja,” ujarnya.

Umumnya, ketua panitia pelaksana ajang olahraga berasal dari ketua organisasi cabang olahraga tersebut. Untuk Asian Games yang digelar di Indonesia pada 2018, Ketua Komite Olimpiade Indonesia Erick Thohir didapuk sebagai ketua panitia pelaksana. Dua pejabat negara yang mengetahui pengambilalihan pelaksanaan Piala Dunia U-20 mengungkapkan, perhelatan tersebut menjadi pertaruhan Indonesia di mata dunia. Pemerintah pun tak mau penyelenggaraan acara itu berantakan.

Dua sumber yang sama menyebutkan pemerintah juga memperhitungkan kekisruhan yang terjadi di PSSI. Salah satunya soal persiapan tim nasional. Keduanya mencontohkan, PSSI dianggap tak bisa berkoordinasi dengan pelatih tim nasional asal Korea Selatan, Shin Tae-yong. PSSI enggan memenuhi saran Shin menggelar pemusatan latihan di Korea Selatan. Justru PSSI meminta Shin segera datang dan memulai latihan di Indonesia.

Shin Tae-yong memantau latihan skuad asuhannya di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, 17 Februari 2020. ANTARA/Puspa Perwitasari


Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan tak mempersoalkan langkah pemerintah mengambil alih pelaksanaan Piala Dunia U-20. Menurut dia, PSSI merasa terbantu dengan adanya pembagian tugas itu. “Yang jelas, saya lebih ringan karena urus tim nasional. Enak, kan, enggak pusing urus anggaran negara besar-besar,” tuturnya. Adapun juru bicara kepresidenan, Fadjroel Rachman, mengatakan pemerintah bertanggung jawab menuntaskan kewajiban sebagai tuan rumah. "Sehingga pelaksanaannya pun harus seoptimal mungkin."

Sebelum terjadi pengambilalihan, PSSI masih berkukuh memegang kendali. Dalam rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan dari Kementerian Olahraga, PSSI, Kementerian Sekretariat Negara, dan Kementerian Pekerjaan Umum pada Jumat, 26 Juni lalu, pelaksana tugas Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyatakan lembaganya tetap bisa menjadi ketua pelaksana. Sekretaris Kementerian Olahraga Gatot S. Dewa Broto mengatakan rapat sempat berlangsung alot. Ia mengingatkan, konsekuensi dari sikap itu adalah PSSI tak bisa menggunakan dana APBN. “Risikonya, mereka harus menggunakan anggaran sendiri,” ujar Gatot.

Penyelenggaraan turnamen satu cabang olahraga semestinya memang dibiayai sendiri oleh organisasi yang menaunginya. Gatot mencontohkan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia yang mengadakan World Badminton Championship dan Persatuan Bowling Indonesia yang menggelar World Bowling Championship tahun lalu. Keduanya menggunakan anggaran yang berasal dari sponsor tanpa APBN.

Belakangan, PSSI tak mempersoalkan lagi pengalihan ketua pelaksana itu. Salah satu penyebabnya, menurut dua pejabat yang mengetahui persoalan ini, pemerintah menyetujui usul PSSI soal perubahan dua dari enam stadion yang akan digunakan sebagai venue atau lokasi pertandingan dalam rapat di Istana pada 1 Juli lalu. Stadion Pakansari di Bogor, Jawa Barat, digantikan Si Jalak Harupat di Bandung, sementara Mandala Krida di Yogyakarta digantikan Jakabaring di Palembang.

Pada Januari lalu, Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah menyetujui Pakansari; Mandala Krida; Gelora Bung Karno; Manahan di Solo, Jawa Tengah; Bung Tomo di Surabaya; serta I Wayan Dipta di Gianyar, Bali sebagai venue. Menurut dua pejabat di pemerintahan dan PSSI, Si Jalak Harupat sebenarnya tak masuk daftar calon stadion yang dibahas. Namun Gatot enggan menjelaskan alasan perubahan itu. “Yang jelas, ini jadi win-win solution,” kata Gatot.

Iriawan mengatakan penggunaan Stadion Mandala Krida dibatalkan karena terkait dengan erupsi Gunung Merapi. Sedangkan Pakansari dianggap belum siap menggelar Piala Dunia. Perubahan ini belum mendapat lampu hijau dari FIFA. Namun, Iriawan menjelaskan, rencana penggunaan enam stadion tersebut bersifat final. “Ini sudah menjadi keputusan presiden dalam rapat terbatas dan sudah disampaikan ke FIFA. Tidak bisa berubah lagi,” ucapnya.

Menteri Olahraga Zainudin Amali mengatakan pemerintah akan segera merenovasi enam stadion itu tanpa menunggu keputusan FIFA. Kementerian Pekerjaan Umum, ujar politikus Partai Golkar ini, membutuhkan waktu untuk mengerjakan proyek renovasi tersebut. Namun, hingga pekan lalu, renovasi belum berjalan. Keputusan presiden yang mengatur persiapan Piala Dunia U-20 juga tak kunjung keluar. Iriawan berharap renovasi bisa segera dilakukan supaya stadion siap digunakan sebelum Mei 2021. Ia mencontohkan, Stadion Kapten I Wayan Dipta di Bali masih perlu dibenahi agar sesuai dengan standar FIFA.

Gatot S. Dewa Broto mengatakan rancangan keputusan presiden sebenarnya sudah disiapkan. Namun Kementerian Olahraga masih menunggu komitmen tiap daerah yang ditunjuk sebagai penyelenggara pertandingan. Menurut Gatot, belum semua daerah memberikan respons. Dia memperkirakan aturan itu bakal keluar tak lama lagi. “Kira-kira satu atau dua pekan lagi,” kata Gatot pada Rabu, 15 Juli lalu.

DEVY ERNIS, IRSYAN HASYIM, GABRIEL YOGA

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 4 artikel gratis setelah Register.

2020-08-14 11:56:29

Mochamad Iriawan | Iwan Bule Piala Dunia U-20 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia | PSSI Kisruh PSSI

Olahraga 3/4

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.